Kamis, 23 Maret 2017

PATUNG KUDA, DEN PASAR BALI

Patung yang populer dengan sebutan Patung Kuda terletak di bundaran Jalan Raya Tuban dan Jalan Raya Airport Ngurah Rai. Patung ini diresmikan pada tanggal 31 Oktober 1993 oleh Gubernur Bali saat itu Prof. Dr. Ida Bagus Oka.

Patung ini dibuat oleh seniman patung Bali I Wayan Winten yang bersal dari Desa Teges Peliatan, Ubud, Gianyar Bali. Seniman patung ini kelahiran 12 Nopember 1962.
Dari Bandar Udara Ngurah Rai lokasi patung ini sangat dekat, hanya berkendara sekitar 10 menit dan dekat mesjid raya di Denpasar Bali.

Sebenarnya patung ini diilhami oleh cerita Mahabharata yakni salah seorang tokoh dalam kisah itu, GATOT KACA. Namun dalam perkembangannya lebih populer disebut Patung Kuda. Mungkin karena terlihat kuda - kuda yang sedang berpacu menarik kereta kencana yang ditunggangi oleh Gatot Kaca.
Patung Satria Gatot Kaca didirikan dalam rangka usaha terus menerus Pemerintah Bali dan masyarakatnya untuk terus menerus memperindah kawasan sekitar Bandara Ngurah Rai. Selain itu dipercayai oleh masyarakat setempat  bahwa Patung Gatot Kaca memberi perlindungan spiritual dan keamanan bagi para wisatawan yang sedang berkunjung ke Pulau Bali.


Seniman patung Bali sangat terkenal dengan mahakarya yang bernilai seni tinggi dan detail ukiran yang sangat rumit namun hasilnya benar - benar indah dan eksotis
Patung Kuda
SEKILAS TENTANG GATOT KACA

Gatot Kaca atau dalam bahasa Jawa disebut Gatot Koco adalah merupakan putra dari Bima atau Bimasena atau Wrekodara yang merupakan keturunan dari Pendawa. Kesaktian yang luar biasa dari Gatot Kaca antara lain mampu terbang di angkasa tanpa menggunakan sayap dan tokoh ini terkenal dengan julukan atau sebutan " otot kawat tulang besi."

Diberi nama Ghatotkacha, dalam bahasa Sanskerta secara harfiah diartikan sebagai " memiliki kepala seperti kendi ". Terdiri dari dua kata yaitu ghat(tt)am yang berarti buli - buli atau kendi dan "utkacha" yang artinya kepala. Nama ini diberikan karena pada saat sewaktu lahir kepalanya konon mirip dengan buli - buli atau kendi.
 Dalam kisaha Mahabaharata, Gatot Kaca adalah putra Bimasena dari keluarga Pandawa yang lahir dari seorang raksasa perempuan bernama Hidimbi. Hidimbi sendiri merupakan raksasa penguasa sebuah hutan, tinggal dengan kakaknya yang bernama Hidimba. Dalam kisah pewayangan Jawa, ibu Gatot Kaca lebih dikenal dengan nama Arimbi. Dalam versi lain, Arimbi bukan saja sekedar penghuni hutan biasa melainkan putri dari Kerajaan Pringgadani yang merupakan Negeri bangsa raksasa.
Nama Gatot Kaca sewaktu bayi adalah Jabang Tetuka ( dalam kisah pewayangan versi Jawa ). Sampai dengan usia 1 tahun, tali pusarnya belum bisa dipotong menggunakan senjata apapun. Arjuna ( salah satu tokoh dalam kisah Pendawa Lima ) yang merupakan adik Bimasena pergi bertapa untuk mendapatkan petunjuk Dewa demi dapat membantu keponakannya itu. Pada saat yang bersamaan Karna yang merupakan panglima Kerajaan Hastina juga sedang melakukan pertapaan mencari senjata pusaka. Karena wajah keduanya sangat mirip, Batara dan Narada selaku utusan dari kahyangan memberikan senjata Kontawijaya kepada Karna, bukan kepada Arjuna. Setelah menyadari kesalahannya, Narada menemui Arjuna yang sebenarnya. Lalu Arjuna mengejar Karna untuk merebut senjata Konta sehingga pertarungan tak dapat dielakkan dan terjadilah pertarungan antara Arjuna melawan Karna untuk mendapatkan senjata Konta itu. Karna berhasil melarikan diri bersama senjata Konta, sedangkan Arjuna hanya berhasil mendapatkan sarung pembungkus pusaka tersebut. Sarung pusaka Konta terbuat dari kayu Mastaba yang ternayata bisa digunakan untuk memotong tali pusar Jabang Tetuka. Saat dipakai untuk memotong, kayu Mastaba musnah dan bersatu dalam perut Jabang Tetuka. Kresna yang ikut serta menyaksikan berpendapat bahwa pengaruh kayu Mastaba akan menambah kekuatan bayi Jabang Tetuka. Ia juga meramalkan bahwa kelak Jabang Tetuka akan tewas di tangan pemilik senjata Konta.

Di atas merupakan sekelumit kisah dari Gatot Kaca ( dari berbagai sumber ). Mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam penuturan kisah sekilas dari Gatot Kaca.

Patung Kuda letaknya sangat strategis, dan kita dapat melihat dan melintasinya jika kita dari Bandara Ngurah Rai akan menuju ke Pantai Kuta.
Jadi sempatkanlah untuk menikmati hasil karya nan penuh keindahan pematung I Wayan Winten jika anda sedang mengunjungi Pulau Dewata.

Ini adalah kunjungan hari pertamaku di Pulau Dewata pada Maret 2013 dan sangat bersyukur dapat melihat langsung Patung Kuda. Rasa penasaranku akan keindahan hasil pematung Bali ini yang menggiringku untuk menelusuri kisah dan latar belakang pembuatan Patung Kuda tersebut.

Perjalanan selanjutnya akan aku coba kisahkan dalam waktu - waktu selanjutnya. Doakan senantiasa sehat sehingga tetap mampu untuk menulis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar