Selasa, 26 Mei 2020

' ONCE IN A LIFE TIME " DIAN PRAMANA POETRA

Bagai dalam mimpi  kau hadir kembali bagaikan putri

Mengajak bernyanyi menghibur hati ini yang sedang sepi
Syair dan melodi membuat ku  semakin percaya diri
Untuk melangkah pasti menggapai hasrat cita - citaku

( BAGAI PUTRI, ALBUM ONCE A LIFE TIME )

Sumber foto : Google

Aku merasakan dirimu hadir kembali walau secara raga engkau telah tiada, karena engkau telah kembali menemui Sang Khalik.

Selepas kepergian DIAN PRAMANA POETRA  menghadap Sang Khalik di pada Kamis 27 Desember 2018, pada akhirnya karya Sang Maestro masih ada dan banyak yang belum dipublis ke khalayak ramai. Dan akhirnya "ONCE IN A LIFE TIME" launching di YOUTUBE di Maret 2020 berkolaborasi dengan Direktur PT. PELINDO yang juga pernah menjabat sebagai Direktur PT. Jamsostek yakni Bapak ELVYN G. MASASSYA.

Album yang berisikan 7 single dimana pada lagu "GELISAH" dan ""MELATI DI ATAS BUKIT" dilantunkan oleh Sang Direktur. Album ini secara penataan musik lebih modern dibanding dengan album - album Dian PP sebelumnya dengan nuansa musik Dance & Jazz.
Suasana musik dance sangat terasa di lagu "Bagai Putri" dan "Galau"
Sedang di lagu "Gelisah dan Melati di Atas Bukit dengan aransemen baru dengan liukan nada - nada lewat senandung Sang Direktur.

Lantunan lembut suara Sang Maestro di lima lagu dengan suara khasnya membangkitkan romansa keindahan nada - nada pada gita yang tertulis. Sepertinya lagu - lagu di album ini berisikan 5 lagu baru dan belum pernah dirilis dan 2 lagu yang di remake dengan arransemen terbaru. Dua lagu yang di remake dan diaransemen baru disenandungkan lewat suara khas Bapak ELVYN G. MASASSYA.

Sedangkan pada lagu arau single  berikut ini :
1. BAGAI PUTRI\
2. KAU
3. PROBLEMA
4. GALAU
5. PASTI 

Kesemuanya dilantunkan dengan suara khas dari Sang Maestro DIAN PRAMANA POETRA.
Kini engkau telah tiada seperti di single "KINI KAU TIADA"  di album  " MASIH ADA" tapi hasil - hasil karyamu selalu " MASIH ADA" dan masih aku nikmati suara dan alunan musikmu dalam mengisi hari hariku.
Dan aku selalu mengagumi karya = karyamu. Semoga tenang di sisi SANG KHALIK 

Selasa, 12 Mei 2020

BUKIT INDAH SIMARJARUNJUNG, MENATAP PESONA DANAU TOBA ( DALAM FOTO )

Danau Toba, darimana spot memandangnya akan menyajikan pemandangan yang indah. Danau biru dan puncak - puncak bukit menghijau dengan hutan cemara atau rerumputan yang terhampar luas di bukit - bukit yang menjulang. Apalagi jika berpadu dengan langit yang membiru.
Akh.....Danau Toba selalu menyuguhkan pesona indah yang menyejukkan mata.

Dari Bukit Indah Simarjarunjung kita akan melihat Danau Toba dari Tanah Simalungun, melewati perkebunan teh yang menghampar dari Sidamanik, Bah Butong sampai ke Toba Sari mata kita akan disajikan hamparan permadani hijau perkebunan teh milik Badan Usaha Milik Negera PTPN IV dan setelahnya kita akan menyaksikan hamparan ladang - ladang petani dengan aneka komoditi seperti kopi, mangga, alpokat dan tanaman sayur - sayuran lainnya.
Pesona Danau Toba selalu melenakan mata.

Hamparan Danau Toba dari Bukit Indah Simarjarunjung

Wahana - wahana di Bukit Indah Simarjarunjung
Melewati hamparan kebun - kebun teh milik PTPN IV

Sepertinya cuaca akan bersahabat, masih pagi lagi perjalanan kali ini

Awan kelabu menemani perjalanan kami, masih di kawasan Sidamanik
ada sedikit musibah, mobil yang kami tumpangi menyenggol tronton
jalanan yang sepi, masih pagi sekali
sudah memasuki kawasan Simarjarunjung, di pagi buta

awan kelabu di pagi yang sepi

Danau Toba masih kelabu di pagi yang sunyi kala mentari masih malu - malu

kesunyian dan keheningan berbaur dengan hawa dingin puncak Simarjarunjung

Belum tampak lalu lalang pengunjung

masih sepi
tak ada pengguna jalan saat pagi itu

menuju puncak Simarjarunjung

Danau Toba dari puncak Simarjarunjung

Langit mulai menyemburatkan cahya mentari

kendaraan masih satu satu
pagi yang masih kelabu

memandang luasnya Danau Toba

di atas kelopak bunga matahari
pagi di Puncak Simarjarunjung

jalan masih panjang

penantian cinta

sudah kelihatan sang surya

keluargaku
























Perjalanan ditemani awan yang tebal. Bersyukur saat sampai di Simarjarunjung langit sedikit bersahabat. Sekembalinya kami dari Bukit Indah Simarjarunjung masih di kawasan Sidamanik hujan turun dengan lebat sekali menyiram bumi. Curah hujan memang selalu tinggi untuk kawasan ini dan musim penghujan lebih sering dibanding dengan musim kemarau.

Perjalanan yang senantiasa ditemani oleh alam pedesaan yang masih asri. Berharap dapat kembali berkunjung ke sini pada suatu masa nanti.