Setelah sekian lama tidak berkunjung ke Negeri Jiran, akhirnya pada tanggal 16 Oktober 2025 kami berkunjung kembali ke Negeri Semenanjung ini. Kunjungan kali ini bukan hanya kami bertiga saja, namun 16 orang, seperti tour saja.
Setelah sampai di Kuala Lumpur dan beberapa hari di Port Klang kami melanjutkan perjalanan ke Melaka. Aku selalu merindukan Bandar Bersejarah Melaka ini. Kali ini merupakan kunjunganku pribadi yang ke tiga kalinya. Pertama kali aku menginjakkan kaki ke Melaka di tahun 2007, kemudian pada tahun 2016 dan selanjutnya tahun 2025. Aku berharap ini bukan kunjungan ku yang terakhir. Selalu merindukan Melaka untuk datang dan datang lagi
Mengingat jumlah rombongan kami yang sangat banyak akhirnya kami sepakat untuk merental Bus saja. Seperti halnya saat kami dari bandara KLAI 2 untuk menuju ke Port Klang, tepatnya ke rumah saudara kami ke Telok Gong, kali ini kami juga rental Bus. Saat dari KLAI 2 ke Port Klang kami rental seharga RM 285 dan ketika kami rental Bus dari Klang ke Melaka tarifnya RM 500. Bus menjemput dari depan rumah saudara kami dan mengantarkan sampai ke Bangunan Merah - Melaka. Kami berangkat sekitar jam 10 pagi waktu itu dari Port Kalng menuju Melaka.
Oh ya sekarang Bus tidak boleh melewati kawasan Bangunan Merah lagi. Sebelum di Bangunan Madonna - Melaka sudah di pasang portal dan Bus atau mobil di larang lewat di kawasan Bangunan Merah.
Kalau sebelumnya Bus Panorama 17 melewati kawasan wisata di sekitaran Bangunan Merah, namun kini Bus tersebut tidak terlihat lagi melewati jalanan tersebut.
Dari Port Klang, Bus yang membawa kami melewati wilayah Telok Panglima Garang, Kuala Langat dan kampung kampung di sekitaran menuju Melaka.
Dikarenakan kunjungan kami bertepatan dengan Hari Raya Deevapali dan di Malaysia saat itu juga sedang cuti bersama maka sepanjang jalan penuh sesak kendaraan dari berbagai negeri bagian Malaysia yang rakyatnya pergi melancong ke tempat - tempat wisata juga. Kami berhenti di kawasan rest area di jalan toll, dan kendaraan serta manusia penuh sesak, bahkan untuk ke toilet saja harus antri panjang. Tak ada bedanya dengan suasana libur panjang di Indonesia di mana seluruh tempat - tempat wisata penuh sesak dengan pengunjung.
Di rest area kami melepas lelah sejenak sambil sekedar jajan dan kulineran. Cukup banyak pedagang aneka macam makanan di rest area tersebut. Dan karena cuaca cukup panas aku membeli minuman es tebu, kalau gak salah harga sebungkus RM 4, cukup mahal jika dibandingkan dengan harga es tebu di Medan. he he he. Setelah selesai sebagian melepaskan hajat, kami lanjutkan perjalanan lagi. Memasuki kota Melaka setelah Melaka Sentral banyak bangunan - bangunan baru yang bertingkat tinggi setelah Melaka Sentral dan memasuki kawasan sebelum Stadthuys banyak bangunan - bangunan baru yang bertingkat dibanding kunjungan kami pada tahun 2016.
Untuk saat ini tulisan sampai di sini dulu dan akan aku lanjutkan nanti ke Bagian II....
Sampai jumpa lagi di Blog ku....( Walaupun sekarang sangat jarang orang membaca blog lagi ya... He he he he )









.jpg)
.jpg)



