sryatman
Senin, 29 Desember 2025
Selasa, 10 Desember 2024
MENIKMATI INDAHNYA DESA SIPORO PORO SALBE - TIGARAS
Berawal dari pertemuan tanpa janjian dengan MEDY dan ANDY di warung ayam penyet di Jl. Gatot Subroto - Medan pembicaraan mengalir dengan tema yang agak acak dan pada akhirnya terceletuk pertanyaan kapan bisa jalan - jalan bareng. Akhirnya kesepakatan bertiga untuk jalan - jalan ke Tigaras pada tanggal 10 November 2024.
Fix kesepakatan bulat di tanggal yang telah ditentukan bersama. Dan selanjutnya di terusakan woro - woro ke WA Group.
Responnya lumayan, ada yang menganggap hanya sekedar guyonan dan main - main dan pada akhirnya diyakinkan bahwa rencana perjalanan tersebut adalah serius akan dilaksanakan.
Percakapan pun berseliweran di WA Group untuk kepastian dan akomadasinya bagaimana. Ada yang menanyakan via japri tentang keberangakatan dan berapa biayanya.
Untuk lebih serius tentang rencana tersebut maka disampaikan di WA Group bahwa akan dilaksanakan Pre Reuni FP UISU Stambuk 1991 di Tigaras pada tanggal 10 November 2024.
Dan selanjutnya mulai di data peserta yang akan ikut serta dalam kegiatan tersebut. Tepat pada hari yang disepakati kami berangkat sebanyak 16 orang dengan 4 armada. Kami pun berangkat ke tujuan di awal pagi pada Minggu, 10 November 2024.
Cuaca di Medan ditemani mendung tipis namun tidak hujan. Perjalanan yang diawali kumpul di base camp rumahnya Mamay dan kami berangkat dari Medan sekitar pukul 08.00 WIB.
MAMAY membekali kami nasi untuk di perjalanan nantinya dan untuk lauk pauknya kami sudah sepakat untuk membawa masing - masing. Dan ODY menyediakan armada bagi perjalanan kami serta dibantu oleh YUDI & NINA juga ANDY.
Perjalanan masih ditemani mendung - mendung tipis dan kami menuju ke Pematang Siantar via toll. Sekitar pukul 09.00 WIB kami singgah di rest area. Sekedar istirahat dan melepas lelah dan sebagian pergi ke tandas untuk sekedar melepaskan hajat.
Setelah selesai urusan melepas hajat perjalanan kami lanjutkan dan sekitar pukul 10.00 WIB lewat kami sampai ke kota Pematang Siantar. Perjalanan lebih cepat karena toll telah terhubung dari Medan sampai ke Pematang Siantar tepatnya di Gerbang Toll Sinaksak. Tarif yang diberlakukan saat itu hanya dari Medan - Tebing Tinggi karena toll dari Tebing Tinggi - Sinaksak masih fase ujicoba dan masih diberlakukan tarif gratis
Perjalanan kami lanjutkan menuju Tigaras via Sidamanik. Sepanjang perjalanan kami lewati perladangan, hamparan persawahan dan hijaunya perkebunan teh yang menghampar laksana permadani hijau. Armada kami berhenti sebentar di Bah Aren karena aku ada bertemu dengan kakak kelas di masa sekolah dulu.
Setelahnya kami melanjutkan perjalanan dan ketika kami sudah memasuki Kecamatan Dolok Pardamean berhenti sebentar untuk membeli air minum, perjalanan pun kami lanjutkan lagi.
Memasuki kawasan Tigaras kami pun menuju ke arah Desa Siporo - Poro Salbe. Kami tidak menuju ke Dermaga Tigaras. Desa Siporo - Poro, Salbe ini jika kita telah sampai di persimpangan, sebelah kiri kita akan menuju ke Dermaga Pelabuhan Tigaras dan sebelah kanan kita akan menuju ke Desa Siporo - Poro Salbe tersebut dan nantinya jalanan ini akan terhubung ke daerah Haranggaol Horison.
Jalanan tidak terlalu lebar, dan berliku namun kita akan menikmati indahnya Danau Toba yang menghampar membiru apalagi jika cuaca cerah. Masya Allah indahnya.
Sekitar 15 menit akhirnya kami merapat di kawasan Pantai Elexia. Oh ya di sini ada beberapa titik yang dikelola oleh masyarakat dengan nama yang ditentukan oleh sang pengelola. Kebetulan kami berlabuh di Pantai Elexia karena letaknya yang persis di pinggir jalan raya dan masih sepi dari pengunjung.
Tidak dikenakan tarif masuk, hanya dikenakan tarif parkir Rp. 5.000,- per armada dan Pondok beserta tikar sebesar Rp. 50.000,- per pondok.
Berhubung kami ramai kami pesan di tempat yang lebar dengan jumlah tikar sebanyak 3 helai.
Perut kami sudah saatnya wajib diisi, dan kami pun segera membuka perbekalan yang kami bawa dari Medan tadi.
Aneka lauk ada di sini. Dari ayam gulai sampai ayam goreng. Dari gulai jengkol sampai sambal jengkol. Dari sambal teri sampai sambal cumi dan telur, belum lagi lalapan dan sambal belacan. Serta masih banyak lagi hidangan lainnya, plus buah semangka yang dibawa oleh MAYANTI. Alangkah nikmatnya hidangan kami hari ini. Menikmati makan siang dengan aneka lauk pauk yang lezat di pinggir Danau Toba yang indah dengan semilir angin sepoi - sepoi.
Selepas makan siang kami lanjutkan dengan sholat Dzuhur. Dan sepertinya dari kami tidak ada yang berkeinginan untuk sekedar mandi manda karena semua pada sadar ternyata bukan lagi muda.
Selepas sholat keriuhan kami lanjutkan dengan dengan suara emas dari NILA sang ATIEK CB kami dulu di kampus.
Keriuhan masih berlanjut dan tak terasa sudah menjelang sore. Kami pun berkemas untuk pulang dan sebelum pulang kami melakukan eksplore di sekitar Desa Salbe sebelum jejak kami meninggalkan desa tersebut.
Perjalanan pulang pun mulai bergerak namun kami mampir ke rumah kakak kelas ku untuk sekedar menikmati hangatnya teh Sidamanik yang aromanya benar - benar memikat
Selepas Maghrib kami meninggalkan Sidamanik dan perjalanan pulang kami tetap melalui toll karena lebih memangkas waktu perjalanan.
Sampai di rest area kami lanjutkan lagi dengan membuka sisa - sisa bekal kami tadi untuk makan malam. Selepas makan dan istirahat serta sholat Maghrib dan Isya kami lanjutkan perjalanan kami ke Medan.
Sekitar pukul 22.00 WIB kami sampai ke Medan dan selanjutnya pulang ke rumah masing - masing.
Indahnya perjalanan kami hari ini. Bersama sahabat - sahabat semasa kuliah, bercerita dan selanjutnya menentukan kegiatan yang lebih besar yang telah direncanakan dan semoga terlaksana dengan baik nantinya.
Silahturahmi kami tetap terjaga di usia 33 tahun masa persahabatan kami. Semoga Allah selalu menjaga kami untuk terus tetap bersilahrahmi di antara kami.
SEMOGA.
Kamis, 05 Desember 2024
INDAHNYA SEPI
Berada dalam peraduan
Ditemani rinai hujan di Bulan Desember
Semilir angin dingin mencekam
Dalam rintik gerimis yang datang menjelang
Air belum lagi surut
Hujan terus menggelayut
Masih saling berkejar dan saling bersaut
Desember masih terus berkabut
Menikmati sepi di pagi hari
Sampai menjelang sore lewat suara angin yang tak bertepi
Malam menjelang tanpa ditemani bintang gemintang
Langit kelam tiada tembus pandang
Sepi di peraduan
Secangkir kopi hangat setia berteman
Berkawan dengan pisang rebus yang mengepul hangat
Hujan Desember masih membawa nikmat
Rabu, 23 Agustus 2023
PUISI PUISIKU
CATATAN UNTUK BUAH HATIKU.
Ada keriangan mengisi relung – relung ini
Setiap kutatap bola matamu
Dalam celotehmu
Dalam tangisanmu
Dalam amarahmu
Ada kecemasan di hatiku
Kala kudengar rintihanmu
Kala engkau tak ceria
Kala engkau merajuk
Kala engkau sakit
Permataku,
Engkaulah pilar hidupku,
Penguatku,
Penyemangatku,
Geloraku,
Cahaya hidupku.
Medan, 20 November 2009
SAYAP – SAYAP PATAH
Sayapku tak sanggup aku kepakkan lagi
Aku lelah untuk terbang
Aku layu dan tak berdaya
Tinggal sedikit asa yang harus kujaga
Sayapku tak sanggup aku kepakkan lagi
Hanya sebatas lingkupku kini
Hanya sebatas ruang yang sepi
Tinggal segelintir sayapku yang harus kurawat
Dalam kelelahan dan keputus asaan
Semoga ada cahaya yang terus bersinar
Di sini dan terus di sini
Di hati ini.
Medan, November 2009
AMARAHKU
Kegeraman membara disini
Api ini terus membara
Pada pola laku manusia
Pada pemimpin
Pada ulama
Pada cerdik pandai
Kegeraman membara disini
Akan keserakahan
Akan kezaliman
Akan kekerasan
Akan kenistaan
Kegeraman membara disini
Dalam hati ini
Dalam mata ini
Dalam mulut ini
Aku tak tau harus kutumpahkan kemana
Medan, 22 Juli 2010
DIALOG KADAL DAN BUAYA
Seekor kadal menyapa buaya hari ini
Ada kilau air mata dipelupukmu
Namun kadal tak mampu untuk menghapusnya
Apalagi untuk menghentikannya
Seekor kadal menyapa buaya hari ini
Masih gundahkah hatimu
Masih galaukah hatimu
Masih cemaskah dirimu
Seekor kadal menyapa buaya hari ini
Sudah amankah dirimu
Sudah bersihkah dirimu
Dengan air mata sandiwaramu
Seekor kadal menyapa buaya hari ini
Aku dan kamu sama – sama pelakon
Aku dan kamu memainkan peran
Aku dan kamu sama – sama dibungkus nista
Medan, 21 Juli 2010
LARAKU
Laraku kian menggunung
Laraku kian mendera
Mencabik – cabik hatiku
Laraku tiada bertepi
Berteman hening dan sepi
Dalam lembah sedih
Laraku makin membuncah
Dalam api amarah yang membara
Laraku makin teriris
Dengan pisau rinduku
Dengan risau hatiku
Di relung hatiku pada dirimu
Medan, 22 Juli 2010
BALADA SEPASANG KASUT
Kasutku mulai kusut hari ini
Menjelajah trotoar sepanjang hari ini
Kasutku mulai lelah hari ini
Menopang beban tubuhku sepanjang hari
Kasutku tak pernah mengeluh padaku
Walau aku terus mengayuh langkahku
Kasutku tak pernah berkeluh kesah
Walau sepatah kata tak pernah aku desah
Kasutku selalu menyambutku
Dalam pagi yang sepi
Dalam malam yang gelap
Dalam hujan yang dingin
Dalam kemarau yang kering
Dia selalu ada menemani setiap langkahku
Medan, 22 Juli 2010
TATKALA LANGIT TAK LAGI BIRU
Langitku tak lagi biru hari ini
Sekelompok awan berkejaran menggumuli
Langitku mulai basah hari ini
Rinai hujan berlomba untuk mencapai bumi
Langitku tak lagi biru hari ini
Gedung - gedung berjejal mengungguli
Langitku kusam karena polusi
Asap pabrik dan kendaraan saling berbagi
Birumu terhalau awan
Birumu mulai dalam khayalan
Birumu kini mulai kelam
Dan birumu kini makin tenggelam
Medan, 22 Juli 2010
SENDIRI
Diam dalam basah
Teronggok seorang diri
Sepi dalam resah
Sendiri menanti kasih
Medan, 22 Juli 2010
HUJAN PAGI INI
Hari ini engkau datang lagi
Membasahi ragaku yang kering
Hari ini engkau turun lagi
Membasuhi bumi ini
Rinaimu menutupi pandangku
Rinaimu menggenangi jalanku
Rinaimu menetesi ragaku
Aku basah hari ini
Hari ini engkau datang lagi
Dan setelah engkau pergi
Terbitlah pelangi yang indah
Medan, 13 Agustus 2010
TATKALA KUBERMUNAJAT
Tatkala gelisah hadir
Tatkala sepi menghujam
Tatkala resah menanti
Aku mohon kepada-Mu
Karena hanya kepada-Mu
Segala pinta dalam bait - bait doa
Karena hanya kepada-Mu
Karunia dan segalanya
Tatkala keresahan melanda
Hanya kepada-Mu aku bercerita
Tatkala gundah merajah
Aku mohon dengan sebaris doa
Pada-Mu segala karunia
Dan hanya kepada-Mu kami meminta
Medan, 20 Desember 2010







.jpg)
.jpg)



