Selasa, 25 April 2017

ES DAWET & CENDOL

BEDA ES DAWET DAN CENDOL

Sering dalam pikiranku bertanya apa beda antara es dawet dengan cendol. Secara fisik dan rasa tak ada bedanya. Minuman yang terbuat dari santan kelapa, gula merah dan cendol yang dicampur menjadi satu secara rasa dan tampilan sama saja. Setelah aku search di google yang membedakan hanyalah tempatnya saja. Es dawet asalnya dari Jawa tepatnya Banjarnegara kalau cendol berasal dari Sunda. Dan masih menurut yang aku baca kalau es dawet cendolnya dibuat dari bahan tepung beras sedang cendol bahan cendolnya dari tepung hunkwee. Menurutku sama saja antara cendol dan dawet yang membedakan masing - masing daerah saja menyebutkannya, masalah bahasa yang beraneka ragam yang tidak bisa dipaksa untuk diseragamkan.

Dalam tradisi masyarakat Jawa, es dawet atau cendol selalu mengiringi setiap proses atau daur kehidupan seseorang. Setiap pasangan yang akan menerima anugrah momongan yang pertama dari ALLAH SWT biasanya akan mengadakan acara 7 ( tujuh ) bulanan atau bahasa Jawa menyebutkan tingkepan. Prosesi acara tingkepan atau tujuh bulanan adalah acara ucap syukur kepada Sang Pencipta karena akan dianugrahi sang jabang bayi dan doa permohonan agar sang jabang bayi senantiasa sehat selama di kandungan dan dalam proses lahiran nanti.

Nah dalam proses tingkepan atau tujuh bulanan sang calon ibu akan berjualan makanan dan minuman untuk dibagikan. Istilahnya saja jualan, sebenarnya makanan dan minuman yang dibagikan adalah gratis atau percuma yang artinya disedekahkan kepada sanak saudara dan jiran tetangga.

Makanan dan minuman yang dibagikan tersebut adalah rujak dan es dawet atau cendol. Aku masih mengingat masa kecilku dulu. Bila ada yang tingkepan di kampungku maka kami anak - anak akan menyambut suka cita dan membawa wadah berupa rantang dan gelas untuk mendapatkan rujak dan dawet atau cendol tadi. Berbaris berjajar menunggu giliran dan selanjutnya sang calon ibu akan membagikan cendol dan rujak d igelas atau wadah  yang kami bawa.

Percaya atau tidak, cita rasa dari cendol dan rujak akan menentukan jenis kelamin anak atau jabang bayi yang akan dikandung. Jika rasa olahan minuman dan makanan sedap maka diperkirakan sang jabang bayi perempuan, namun jika rasa dan tampilan kurang maknyus maka diperkirakan sang jabang bayi berjenis kelamin laki - laki. 

Masa kehamilan istriku, kami juga membuat prosesi tingkepan juga walaupun tidak selengkap prosesi adat Jawa untuk prosesi tingkepan. Kami hanya membagikan nasi among - among dan rujak serta cendol. Cendol yang dibagikan bentuknya memang tidak cantik dan sempurna. Cendol yang terputus - putus sehingga cita rasa dan tampilan yang kurang sempurna. Dan anak kami yang lahir juga berjenis kelamin laki - laki. Secara kebetulan atau memang dipaksa - paksakan. Namun semua itu sebenarnya telah tertulis dalam catatan ALLAH SWT.

Nah itulah sekilas tentang cendol dan atau es dawet yang turut mengiringi perjalanan dan proses kehidupan manusia ( suku Jawa.red ). Apapun itu es dawet atau cendol adalah minuman pelepas dahaga yang nikmat sebagai kuliner warisan nenek moyang kita.

Es dawt atau cendol sebelum diaduk
Es dawet atau cendol siap untuk diminum
gerobak es dawet banjar negara yang sering dijumpai

Tidak ada komentar:

Posting Komentar