Kamis, 13 Juni 2019

PASIR PUTIH PARPAREAN PORSEA SUDUT CANTIK DANAU TOBA

Parparean, sebuah kampung atau desa di Kecamatan Porsea Kabupaten Toba Samosir memiliki keindahan dari bentangan Danau Toba. Tempat menikmati keindahan Danau Toba dengan semilir angin yang sejuk apalagi bila ditambah dengan cuaca yang cerah. Begitu indah untuk melepas penat setelah memandang keindahan biru air danau ditingkapi langit yang membiru.


Suasana yang masih sunyi semakin menambah keindahan Danau Toba. 
Parparean tidaklah jauh dari Parapat yang selalu mejadi tujuan destinasi dari para pelancong. Tempat ini tidak sepopuler Parapat dan tidak seluas Parapat. Namun berada di sini serasa berada di danau privat dan pribadi karena pengunjung yang masih minim dan tempat ini belum banyak diketahui para pelancong.

Ke Parparean tidak sulit untuk menjangkaunya. Parparean terletak di Kecamatan Porsea. Menuju tempat ini sepanjang perjalanan kita akan disuguhi pemandangan alam pedesaan. Sawah - sawah, pegunungan dan suasana pedesaan yang masih asri.

perjalanan menuju Parparean
Tuhan menciptakan alam Sumatera Utara dengan beragam keindahan dan bagaimana kita harus bisa menjaga keindahan tersebut.

Bagaimana menuju Parparean?
Jika kita datang dari Medan maka arahkan saja moda kendaraan kita menuju ke Balige atau tepatnya ke Porsea. Porsea dari Parapat jaraknya sekitar 40 kilometer. Jadi kalau sudah sampai Parapat terus saja menuju arah Porsea dan Balige. Dari Parapat ke Porsea sekitar 30 menit saja dengan tingkat kelajuan sedang. Jalan yang dilalui mulus aspalnya. 
Bila pagi hari hari apalagi udaranya cerah sungguh cantik nian perjalanan menuju Parparean ini. Setelah sampai Pekan Porsea atau Kota Porsea lanjutkan perjalanan sedikit lagi. Di simpang RSUD Porsea nanti kita belok kanan dan dari rumah sakit ini jaraknya paling sekitar 400 meter saja, tidak jauh dari rumah sakit daerah ini maka kita akan menemukan keindahan Pasir Putih Parparean. Di gerbang RSUD Porsea akan terdapat petunujuk arah menuju lokasi Pasir Putih Parparean, jadi jangan kuatir akan tersesat dan setelah melewati Rumah Sakit tersebut terdapat lagi penunjuk arah menuju ke lokasi pasir putih tersebut.

Memasuki kawasan Pasir Putih Parparean kita tidak dikenakan retribusi masuk alias gratis. Kondisi pasir putih di pinggir Danau Toba dan air yang masih bersih semakin menambah keindahan dan membuat kita berlama - lama apalagi bagi yang suka kesunyian.
Di sekitar danau di Parparean, PDAM memasang pipa untuk air minum. Ini mengindikasikan bahwa air danau di Parparean betul betul memenuhi standar air yang layak dikonsumsi.

Angin semilir, langit membiru dan danau yang membiru semakin menambah keasrian alam Parparean. Memang disini belum terdapat wahana permainan seperti halnya di Parapat dan Pantai Pasir Putih Lumban Bulbul di Balige. Namun lokasi ini sangat bagus untuk spot - spot foto bagi yang menyukai fotografi.

Damai terasa menikmati Danau Toba dari Parparean ini. Di lokasi ini ada terdapat pondok lesehan dan warung, namun hanya satu warung saja. Jadi disarankan jika menuju ke sini bawa bekal makanan. Pondok - pondok disini dikenakan tarif Rp. 30.000,- namun jika kita ada belanja di warung yang mengelola pondok - pondok lesehan tersebut maka kita tidak kena charge alias gratis.
So, mari kita nikmati indahnya Danau Toba dari tempat atau sisi lain yang belum terlalu ramai. Jadi lebih eksotik rasanya menikmati Danau Toba dan jauh dari kebisingan dan keramaian.
Selamat berlibur.
Dan inilah foto - foto keindahan Pasir Putih Parparean, Porsea
 
Pipa PDAM yang mengambil air untuk disalurkan ke rumah - rumah penduduk untuk konsumsi air bersih

pagi yang indah di Parparean

langit biru dan danau biru

dermaga di Parparean

pesona keindahan Danau Toba ciptaan Yang Maha Kuasa

Pesona Sumatera Utara

Parparean, dalam keheningan pagi

main ayunan di tengah danau, airnya jernih banget

bersama cucu menikmati keindahan Parparean

ada yang mau turun berenang sepertinya salah seorang cucunya

dan masih membiru

menikmati alam yang sepi

di tangga darurat jika kapal singgah di Parparean

sendiri kutenang

Banyu Biru di tengah danau biru dan langit biru

serasa milik pribadi saja

Senin, 27 Mei 2019

MENJELANG LEBARAN 1 SYAWAL 1440 HIJRIYAH

Lama sudah tidak menulis di blog ini. Ada rasa kangen juga namun karena rasa malas yang melanda dan ide juga lagi kosong akhirnya beberapa bulan blog ini hampa tanpa hasil tulisan sama sekali.
Tak terasa tanggal 28 Mei 2019 telah memasuki 23 Ramadhan 1440 H. Suka cita Ramadhan masih terasa. Tarawih sudah mulai berkurang jama'ahnya dan mall - mall semakin ramai pengunjungnya. Tradisi yang terus berulang setiap tahunnya. Entahlah, fenomena ini selalu terulang setiap tahunnya.

Kesibukan menyambut lebaran semakin terasa, jalanan kota sudah mulai sepi karena anak - anak sekolah yang sebagian besar sudah liburan sekolah. Ramdhan kali ini negeriku sedikit ternoda dengan memakan korban manusia. Ketidak puasan atas hasil Pemilu yang diumumkan oleh KPU memakan korban jiwa. Aku pun hanya bisa menyaksikan saja tanpa bisa berbuat apa - apa. Perjuangan utamaku bagaimana keluargaku bisa aku penuhi hak - haknya terlebih dahulu dan bagaimana nafkah terpenuhi. Itulah tugas utamaku sebagai seorang ayah dan kepala keluarga.



Memang kejadian di Medan relatif aman dan tidak ada korban jiwa seperti di Jakarta. semoga korban - korban akibat aksi 22 Mei 2019 tenang dan damai di sisi ALLAH SWT dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Marilah kita bergandeng tangan untuk bersatu membangun negeri sesuai dengan fungsi dan kemampuan kita tanpa menebar kebencian, fitnah atau sesuatu yang memancing keonaran. Intinya kita cinta kedamaian.

Ramadhan kali ini merupakan tahun kedua kepergian Bapakku menghadap Sang Khalik. Tak terasa waktu berputar dengan cepatnya dan anakku sudah hampir memasuki tahun terakhir di Sekolah Dasar.
Aku senantiasa berdoa semoga anakku menjadi insan yang berguna bagi sesama terutama orang tua dan keluarga dan harapan yang lebih besar tentunya berguna bagi Negeri ini.

Selamat menjalankan  ibadah puasa Ramadhan 1440 H dan selamat menyambut Idul Fitri 1 Syawal 1440 H.
Damailah negeri dan damailah bangsaku.

Balitbangtan Hasilkan Varietas Unggul Baru Sorgum Bioguma, Ini Kelebihannya

Balitbangtan Hasilkan Varietas Unggul Baru Sorgum Bioguma, Ini Kelebihannya: Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitangtan) melepas varietas unggul baru (VUB) sorgum yang diberi nama Sorgum Bioguma. Dibandingkan sorgum pada

Minggu, 24 Februari 2019

RUMAH SAKIT TEMBAKAU DELI

Selintas melihat kondisimu saat ini ada setangkup haru biru. Manakala mengulas rekam jejak pada tahun 1990-an betapa megahnya dirimu dan ramainya lalu lalang pasien, perawat, pengunjung dan para dokter di sepanjang koridor lorong lorong ruangan dan bangsal - bangsal yang berdiri kokoh.
Kini semuanya sepi, hanya ilalang yang mengelilingi sisa sisa kemegahanmu.

riwayatmu kini
Kini tak ada lagi  jerit roda dari tempat tidur pesakitan yang segera untuk dilakukan tindakan di ruang emergency. Semuanya sepi. Hanya ilalang dan beringin tua yang masih setia menemanimu dalam kesendirian ditengah hiruk pikuk bangunan menjulang yang mulai berdiri kokoh di sisi sudut - sudut ruangan.

Aku masih mengingat koridor - koridor menuju ruangan dan bangsal bangsal para pasien. Lorong lorong yang tersapu cat putih dan aneka bunga yang tertata indah di setiap depan lorong dan bangsal - bangsal itu. Kini tak ada lagi yang tersisa, hanya ilalang hijau dan plank - plank yang mulai usang yang tidak terurus.

ruang VIP Rumah Sakit Tembakau Deli
Ruang VIP itu kini sendiri dalam bisu, bahkan kusen - kusennya pun nyaris hilang semuanya. Sepi dalam bisu yang tak terjawab. 
Sejak tahun 2011 keberadaanmu telah dialih fungsikan sebagai cagar budaya dan tidak beroperasi lagi sebagai rumah sakit yang melayani pasien, Namun kondisimu kini tidak terawat seperti saat ini yang boleh kita lihat.
Terlnitas kembali kenangan pada masa - masa tahun 1990an, keberadaanmu yang merupakan rujukan bagi pasien - pasien dari berbagai Kebun di bawah naungan PT. Perkebunan IX yang merupakan tempat untuk berobat bagi karyawan dan keluarganya juga bagi masyarakat Medan sekitarnya dan Sumatera Utara sebagai rujukan untuk mendapatkan perawatan bagi kesembuhan penyakitnya.

Mengilas sejarah keberadaanmu yang aku peroleh dari berbagai sumber, Rumah Sakit Tembakau Deli dibangun pada tahun 1885 pada masa kolonial Belanda yang menguasai wilayah Sumatera yang diprakarsai oleh Mr. Ingermann selaku Manager dari Deli Maatschapaij selaku perusahaan yang membuka aneka usaha perkebunan di wilayah Sumatera Utara dan sekitarnya. yang membawahi 75 daerah perkebunan di Sumatera Timur ( dahulunya pada masa sebelum merdeka Sumatera Utara dikenal dengan Sumatera Timur ), sumber Wikipedia.

Awal keberadaannya Rumah Sakit Tembakau Deli dibangun karena kebutuhan dari perusahaan Deli Maatschapaij yang didasarkan dengan kejayaan bisnis dan industri dari tembakau deli yang berada pada puncak kejayaan dalam perdagangan di bursa pasar Eropah. Harga tembakau deli yang melambung serta permintaan kebutuhan tembakau deli untuk rokok cerutu di dunia saat itu.
Rumah Sakit Tembakau Deli atau Hospital Deli Maatschapaij merupakan rumah sakit pertama di Kota Medan. Awal keberadaannya hanya untuk menangani penyakit - penyakit ringan saja. Tahun 1901 dibangun sebuah gedung besar untuk pasien penyakit parah dan pada tahun 1915 Hospital Deli Maatschapaij ditetapkan sebagai Rumah Sakit Laboratorium Penyakit tropis.
Seiring kemerdekaan Indonesia rumah sakit ini berganti nama menjadi Rumah Sakit Tembakau Deli. Pada masanya rumah sakit ini berada di bawah management PT. Perkebunan IX. Kemudain Badan Usaha Milik Negera sektor perkebunan merger menjadi beberapa perusahaan saja dan PTP. IX dan PTP II merger menjadi satu yaitu PTP. Nusantara II.

Melihat perkembangan tembakau deli sudah tidak menjadi komoditas primadona lagi dan kondisi rumah sakit yang sudah tidak menguntungkan lagi akhirnya tahun 2011 rumah sakit ini tidak melayani pasien lagi dan tutup. Sejak tahun 2011 rumah sakit ini telah ditetapkan menjadi cagar budaya. Namun sangat disayangkan kondisinya tidak terawat dan memprihatinkan.

terhimpit dengan modernisasi zaman


Tak ada lagi wajah wajah cemas menunggu sang dokter, tak ada lagi kepanikan dan tak ada ada lagi perawat dengan caping dan seragam puith yang mondar mandir di sekitar bangsal - bangsal. Bangsal itu kini sepi dan diam dalam bisu. Ada kerinduan yang menyesak manakala bangsal itu bahkan kusen - kusennya pun sudah tak pada tempatnya lagi.
Trotoar yang dulu ramai para pedagang kini sepi dan meninggalkan sejarah panjang yang nyaris tak tersisa lagi/
Hospital Deli Maatchapaij kini tinggal bangunana tak terurus yang bertemankan ilalang - ilalang. Rumah Sakit Tembakau Deli, riwayatmu kini.
trotoar yang kini sepi

Jumat, 04 Januari 2019

SELAMAT JALAN DIAN PRAMANA POETRA

Kini kau tiada jauh di sana
Tak mungkin lagi akan kembali
Kini semua tinggal kenangan
Yang kan kubawa selama - lamanya

( KINI KAU TIADA, 2D - ALBUM MASIH ADA )



Kita tidak kenal secara langsung, namun aku adalah salah satu pengagum atas karya - karyamu yang indah semenjak pertama kali kemunculanmu di industri musik Indonesia. Aku sangat menyukai lagu - lagu dan nada - nada yang indah yang mengalir dari bibirmu dan penyanyi lain yang kau berikan hasil karyamu.

Telah banyak hasil karya yang kau tulis dan semuanya menurutku indah dan penuh makna. Pada awal kemunculanmu di sekitar tahun 1980 an  bersama DEDDY DHUKUN aku sangat menyukai lagumu " KERAGUAN " dan banyak lagi lagu - lagu yang kau ciptakan untuk penyaynyi Indonesia dan semuanya biasanya booming dan menjadi hits pada masa itu dan sekarang banyak di daur ulang.

DIAN PP, di tanggal 27 Desember 2018 akhirnya Sang Khalik menjemputmu untuk selama - lamanya. Ada rasa kesedihan dihatiku walaupun engkau bukan saudaraku atau kerabatku, namun dalam setiap alunan musikmu aku selalu menyukai nada - nada yang mengalir melalui pita suaramu dan rekan - rekanmu maupun lewat senandung orang lain yang kau tulis dengan indah.

Musik Indonesia di era 1980 an dan 1990 an adalah masa kejayaanmu bersama DEDDY DHUKUN. Lewat hasil karyamu muncul bintang bintang yang lagunya selalu dikenang. Sebut saja JANUARY CHRISTY yang awal kemunculan di Indonesia membawakan karyamu " MELAYANG " disusul dengan " AKU INI PUNYA SIAPA" yang selanjutnya lagu tersebut masih dijadikan sountrack film untuk judul film " ALUNA DAN LIDAHNYA" di tahun 2018.

Ada banyak penyanyi yang melejit karena sentuhan tangan dan hasil karyamu seperti VINA PANDUWINATA, MALYDA, TRIE UTAMI dan lain - lain. Dan engkau adalah seniman yang bisa berkolabarasi dengan siapa saja antara lain FARIZ RM, DEDDY DHUKUN,  MUS MUJIONO, ELFA SECIORIA.

Aku masih menyimpan memori tentang lagumu dengan duet yang tak terlupakan, 2D. Lewat album KERAGUAN disusul dengan MASIH ADA dan SEBELUM AKU PERGI. Belum lagi album solo yang kau hasilkan. Betapa karya - karyamu sungguh melewati masa dan akan dikenang selamanya.

Album MASIH ADA sangat berkesan sekali dalam memori ingatanku, walaupun aku tidak sempat membelinya karena keterbatasan finansial pada masa itu dan aku mendengarkan melalui pinjam kaset dengan sahabat terbaikku. Sekarang lagu lagumu telah aku simpan dan menjadi koleksi yang akan selalu aku dengar walaupun telah berbeda format.

Aku masih ingat sekali karyamu yang dinyanyikan oleh penyanyi Singapura JATT berjudul "KUSADARI" yang kemudian dipopulerkan dan booming melalui suara lembut JAYANTHI MANDASARI dan terakhir aku ingat kau senandungkan berdua dengan HARVEY MALAIHOLO yang juga penyanyi idolaku.

Selamat jalan Mas DIAN PP, semoga khusnul khotimah dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi ALLAH SWT. Dan engkau telah menyusul rekanmu yang telah berpulang lebih dahulu JANUARY CHRISTY. Yakinlah lagumu akan selalu abadi dan karyamu akan selalu dikenang.

Kamis, 27 Desember 2018

DESEMBER 2018

RENUNGAN

Bulan ke 12 tahun ini sudah di ujung senja, tinggal menghitung hari untuk berganti tahun. Peredaran masa berlalu dengan cepat, meninggalkan usia yang semakin menua. Ada yang sudah pergi dan ada yang baru hadir. Silih berganti mengikuti perputaran roda dunia.
Usiaku makin menua, apakah amalanku sudah bertambah atau masih stagnan di garis yang sama, entahlah. Aku berharap amalanku alan bertambah, namun apakah keikhlasanatau  karena keterpaksaan. Hanya Tuhan yang mampu menjawabnya.

Waktu yang tersisa berikanlah manfaat untuk diriku dan dibatas senja nanti jika aku mampu mencapainya, ambillah aku dalam keadaan khusnul khotimah. Dan jika perjalananku masih menyisakan waktu yang panjang, jangan jadikan penuh kesia - siaan. Dan jangan jadikan aku menjadi beban bagi orang - orang di sekelilingku. Jadikanlah aku orang yang memberi makna bagi orang - orang sekitarku walau tidak dapat memberikan kepuasaan kepada semuanya.

Jika di ujung senja nanti aku berada penuhi aku dengan doa - doa yang indah dan jauhkan dari umpatan dan cacian - cacian karena salahku di masa lalu.
Tuhan kau pemilik segalanya dan kepadamu aku pasrahkan jika aku kembali.

Medan, 28 Desember 2018

Senin, 10 Desember 2018

SI UDUD ACCIDENT

Pagi yang cerah di awal Desember. Langit yang biru dan matahari bersinar terang. Aku berangkat kerja bersamaan dengan mengantarkan anakku ke sekolah. Sepanjang perjalanan yang kami lalui dengan riang gembira. Bernyanyi dan mendengarkan anakku bercerita entah apa saja. Sampai di sekolah anakku akupun melanjutkan perjalanan ke tempat kerja.
Cuaca masih terus bersahabat dan jalanan tidak macet. Benar - benar hari yang bersahabat. Aku terus membawa Si UDUD menuju lokasi kerjaku. Si UDUD yang sudah 13 tahun setia menemani segala aktifitasku dan keluargaku, walau sudah tua tapi masih terus berjasa. Terima kasih UDUD yang telah mengiringi dengan setia setiap perjalanan kami.

UDUD kupacuh dengan kecepatan yang lambat saja, yang penting selamat dan aku juga bukan seorang rider, hanya paling cepat kecepatan kupacuh di kisaran 40 km/jam.
Langit makin cerah dan sang surya semakin naik ke cakrawala. Sudah mulai panas namun masih panas panas yang menyehatkan kulit wajah. Terus kupacuh Si UDUD. Selama ini UDUD tidak pernah rewel hanya hal - hal kecil saja seperti moda transportasi lainnya.

Memasuki Jalan Karya aku tetap memacu UDUD dengan kecepatan yang masih biasa saja karena aku yakin dengan kecepatan yang biasa aku gunakan tak akan sampai terlambat untuk menuju tempat kerjaku. Tapi walaupun kupacuh UDUD dengan kecepatan yang lambat nasib sial sedang menaungi Si UDUD. UDUD ditubruk oleh pemandu transportasi Online. Aku selamat dan Si UDUD hanya mengalami kerusakan sedikit saja. ALLAH masih melindungi aku dan UDUD hari itu.

UDUD kupacuh kembali setelah sedikit shock tentunya UDUD jadi agak sedikit slow dan nggak langsung on. Sampai di dekat tempat kerja, UDUD segera kutinggalkan ke bengkel untuk diservis dan reparasi. UDUD hari itu kita mengalami kecelakaan namun Alhamdulillah kita tidak terlalu menderita.
Terima kasih Ya ALLAH. Amien


Jalan Karya, Medan 04 Desember 2018 saat Si UDUD Accident.........