Senin, 27 Mei 2019

MENJELANG LEBARAN 1 SYAWAL 1440 HIJRIYAH

Lama sudah tidak menulis di blog ini. Ada rasa kangen juga namun karena rasa malas yang melanda dan ide juga lagi kosong akhirnya beberapa bulan blog ini hampa tanpa hasil tulisan sama sekali.
Tak terasa tanggal 28 Mei 2019 telah memasuki 23 Ramadhan 1440 H. Suka cita Ramadhan masih terasa. Tarawih sudah mulai berkurang jama'ahnya dan mall - mall semakin ramai pengunjungnya. Tradisi yang terus berulang setiap tahunnya. Entahlah, fenomena ini selalu terulang setiap tahunnya.

Kesibukan menyambut lebaran semakin terasa, jalanan kota sudah mulai sepi karena anak - anak sekolah yang sebagian besar sudah liburan sekolah. Ramdhan kali ini negeriku sedikit ternoda dengan memakan korban manusia. Ketidak puasan atas hasil Pemilu yang diumumkan oleh KPU memakan korban jiwa. Aku pun hanya bisa menyaksikan saja tanpa bisa berbuat apa - apa. Perjuangan utamaku bagaimana keluargaku bisa aku penuhi hak - haknya terlebih dahulu dan bagaimana nafkah terpenuhi. Itulah tugas utamaku sebagai seorang ayah dan kepala keluarga.



Memang kejadian di Medan relatif aman dan tidak ada korban jiwa seperti di Jakarta. semoga korban - korban akibat aksi 22 Mei 2019 tenang dan damai di sisi ALLAH SWT dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Marilah kita bergandeng tangan untuk bersatu membangun negeri sesuai dengan fungsi dan kemampuan kita tanpa menebar kebencian, fitnah atau sesuatu yang memancing keonaran. Intinya kita cinta kedamaian.

Ramadhan kali ini merupakan tahun kedua kepergian Bapakku menghadap Sang Khalik. Tak terasa waktu berputar dengan cepatnya dan anakku sudah hampir memasuki tahun terakhir di Sekolah Dasar.
Aku senantiasa berdoa semoga anakku menjadi insan yang berguna bagi sesama terutama orang tua dan keluarga dan harapan yang lebih besar tentunya berguna bagi Negeri ini.

Selamat menjalankan  ibadah puasa Ramadhan 1440 H dan selamat menyambut Idul Fitri 1 Syawal 1440 H.
Damailah negeri dan damailah bangsaku.

Balitbangtan Hasilkan Varietas Unggul Baru Sorgum Bioguma, Ini Kelebihannya

Balitbangtan Hasilkan Varietas Unggul Baru Sorgum Bioguma, Ini Kelebihannya: Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitangtan) melepas varietas unggul baru (VUB) sorgum yang diberi nama Sorgum Bioguma. Dibandingkan sorgum pada

Minggu, 24 Februari 2019

RUMAH SAKIT TEMBAKAU DELI

Selintas melihat kondisimu saat ini ada setangkup haru biru. Manakala mengulas rekam jejak pada tahun 1990-an betapa megahnya dirimu dan ramainya lalu lalang pasien, perawat, pengunjung dan para dokter di sepanjang koridor lorong lorong ruangan dan bangsal - bangsal yang berdiri kokoh.
Kini semuanya sepi, hanya ilalang yang mengelilingi sisa sisa kemegahanmu.

riwayatmu kini
Kini tak ada lagi  jerit roda dari tempat tidur pesakitan yang segera untuk dilakukan tindakan di ruang emergency. Semuanya sepi. Hanya ilalang dan beringin tua yang masih setia menemanimu dalam kesendirian ditengah hiruk pikuk bangunan menjulang yang mulai berdiri kokoh di sisi sudut - sudut ruangan.

Aku masih mengingat koridor - koridor menuju ruangan dan bangsal bangsal para pasien. Lorong lorong yang tersapu cat putih dan aneka bunga yang tertata indah di setiap depan lorong dan bangsal - bangsal itu. Kini tak ada lagi yang tersisa, hanya ilalang hijau dan plank - plank yang mulai usang yang tidak terurus.

ruang VIP Rumah Sakit Tembakau Deli
Ruang VIP itu kini sendiri dalam bisu, bahkan kusen - kusennya pun nyaris hilang semuanya. Sepi dalam bisu yang tak terjawab. 
Sejak tahun 2011 keberadaanmu telah dialih fungsikan sebagai cagar budaya dan tidak beroperasi lagi sebagai rumah sakit yang melayani pasien, Namun kondisimu kini tidak terawat seperti saat ini yang boleh kita lihat.
Terlnitas kembali kenangan pada masa - masa tahun 1990an, keberadaanmu yang merupakan rujukan bagi pasien - pasien dari berbagai Kebun di bawah naungan PT. Perkebunan IX yang merupakan tempat untuk berobat bagi karyawan dan keluarganya juga bagi masyarakat Medan sekitarnya dan Sumatera Utara sebagai rujukan untuk mendapatkan perawatan bagi kesembuhan penyakitnya.

Mengilas sejarah keberadaanmu yang aku peroleh dari berbagai sumber, Rumah Sakit Tembakau Deli dibangun pada tahun 1885 pada masa kolonial Belanda yang menguasai wilayah Sumatera yang diprakarsai oleh Mr. Ingermann selaku Manager dari Deli Maatschapaij selaku perusahaan yang membuka aneka usaha perkebunan di wilayah Sumatera Utara dan sekitarnya. yang membawahi 75 daerah perkebunan di Sumatera Timur ( dahulunya pada masa sebelum merdeka Sumatera Utara dikenal dengan Sumatera Timur ), sumber Wikipedia.

Awal keberadaannya Rumah Sakit Tembakau Deli dibangun karena kebutuhan dari perusahaan Deli Maatschapaij yang didasarkan dengan kejayaan bisnis dan industri dari tembakau deli yang berada pada puncak kejayaan dalam perdagangan di bursa pasar Eropah. Harga tembakau deli yang melambung serta permintaan kebutuhan tembakau deli untuk rokok cerutu di dunia saat itu.
Rumah Sakit Tembakau Deli atau Hospital Deli Maatschapaij merupakan rumah sakit pertama di Kota Medan. Awal keberadaannya hanya untuk menangani penyakit - penyakit ringan saja. Tahun 1901 dibangun sebuah gedung besar untuk pasien penyakit parah dan pada tahun 1915 Hospital Deli Maatschapaij ditetapkan sebagai Rumah Sakit Laboratorium Penyakit tropis.
Seiring kemerdekaan Indonesia rumah sakit ini berganti nama menjadi Rumah Sakit Tembakau Deli. Pada masanya rumah sakit ini berada di bawah management PT. Perkebunan IX. Kemudain Badan Usaha Milik Negera sektor perkebunan merger menjadi beberapa perusahaan saja dan PTP. IX dan PTP II merger menjadi satu yaitu PTP. Nusantara II.

Melihat perkembangan tembakau deli sudah tidak menjadi komoditas primadona lagi dan kondisi rumah sakit yang sudah tidak menguntungkan lagi akhirnya tahun 2011 rumah sakit ini tidak melayani pasien lagi dan tutup. Sejak tahun 2011 rumah sakit ini telah ditetapkan menjadi cagar budaya. Namun sangat disayangkan kondisinya tidak terawat dan memprihatinkan.

terhimpit dengan modernisasi zaman


Tak ada lagi wajah wajah cemas menunggu sang dokter, tak ada lagi kepanikan dan tak ada ada lagi perawat dengan caping dan seragam puith yang mondar mandir di sekitar bangsal - bangsal. Bangsal itu kini sepi dan diam dalam bisu. Ada kerinduan yang menyesak manakala bangsal itu bahkan kusen - kusennya pun sudah tak pada tempatnya lagi.
Trotoar yang dulu ramai para pedagang kini sepi dan meninggalkan sejarah panjang yang nyaris tak tersisa lagi/
Hospital Deli Maatchapaij kini tinggal bangunana tak terurus yang bertemankan ilalang - ilalang. Rumah Sakit Tembakau Deli, riwayatmu kini.
trotoar yang kini sepi

Jumat, 04 Januari 2019

SELAMAT JALAN DIAN PRAMANA POETRA

Kini kau tiada jauh di sana
Tak mungkin lagi akan kembali
Kini semua tinggal kenangan
Yang kan kubawa selama - lamanya

( KINI KAU TIADA, 2D - ALBUM MASIH ADA )



Kita tidak kenal secara langsung, namun aku adalah salah satu pengagum atas karya - karyamu yang indah semenjak pertama kali kemunculanmu di industri musik Indonesia. Aku sangat menyukai lagu - lagu dan nada - nada yang indah yang mengalir dari bibirmu dan penyanyi lain yang kau berikan hasil karyamu.

Telah banyak hasil karya yang kau tulis dan semuanya menurutku indah dan penuh makna. Pada awal kemunculanmu di sekitar tahun 1980 an  bersama DEDDY DHUKUN aku sangat menyukai lagumu " KERAGUAN " dan banyak lagi lagu - lagu yang kau ciptakan untuk penyaynyi Indonesia dan semuanya biasanya booming dan menjadi hits pada masa itu dan sekarang banyak di daur ulang.

DIAN PP, di tanggal 27 Desember 2018 akhirnya Sang Khalik menjemputmu untuk selama - lamanya. Ada rasa kesedihan dihatiku walaupun engkau bukan saudaraku atau kerabatku, namun dalam setiap alunan musikmu aku selalu menyukai nada - nada yang mengalir melalui pita suaramu dan rekan - rekanmu maupun lewat senandung orang lain yang kau tulis dengan indah.

Musik Indonesia di era 1980 an dan 1990 an adalah masa kejayaanmu bersama DEDDY DHUKUN. Lewat hasil karyamu muncul bintang bintang yang lagunya selalu dikenang. Sebut saja JANUARY CHRISTY yang awal kemunculan di Indonesia membawakan karyamu " MELAYANG " disusul dengan " AKU INI PUNYA SIAPA" yang selanjutnya lagu tersebut masih dijadikan sountrack film untuk judul film " ALUNA DAN LIDAHNYA" di tahun 2018.

Ada banyak penyanyi yang melejit karena sentuhan tangan dan hasil karyamu seperti VINA PANDUWINATA, MALYDA, TRIE UTAMI dan lain - lain. Dan engkau adalah seniman yang bisa berkolabarasi dengan siapa saja antara lain FARIZ RM, DEDDY DHUKUN,  MUS MUJIONO, ELFA SECIORIA.

Aku masih menyimpan memori tentang lagumu dengan duet yang tak terlupakan, 2D. Lewat album KERAGUAN disusul dengan MASIH ADA dan SEBELUM AKU PERGI. Belum lagi album solo yang kau hasilkan. Betapa karya - karyamu sungguh melewati masa dan akan dikenang selamanya.

Album MASIH ADA sangat berkesan sekali dalam memori ingatanku, walaupun aku tidak sempat membelinya karena keterbatasan finansial pada masa itu dan aku mendengarkan melalui pinjam kaset dengan sahabat terbaikku. Sekarang lagu lagumu telah aku simpan dan menjadi koleksi yang akan selalu aku dengar walaupun telah berbeda format.

Aku masih ingat sekali karyamu yang dinyanyikan oleh penyanyi Singapura JATT berjudul "KUSADARI" yang kemudian dipopulerkan dan booming melalui suara lembut JAYANTHI MANDASARI dan terakhir aku ingat kau senandungkan berdua dengan HARVEY MALAIHOLO yang juga penyanyi idolaku.

Selamat jalan Mas DIAN PP, semoga khusnul khotimah dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi ALLAH SWT. Dan engkau telah menyusul rekanmu yang telah berpulang lebih dahulu JANUARY CHRISTY. Yakinlah lagumu akan selalu abadi dan karyamu akan selalu dikenang.

Kamis, 27 Desember 2018

DESEMBER 2018

RENUNGAN

Bulan ke 12 tahun ini sudah di ujung senja, tinggal menghitung hari untuk berganti tahun. Peredaran masa berlalu dengan cepat, meninggalkan usia yang semakin menua. Ada yang sudah pergi dan ada yang baru hadir. Silih berganti mengikuti perputaran roda dunia.
Usiaku makin menua, apakah amalanku sudah bertambah atau masih stagnan di garis yang sama, entahlah. Aku berharap amalanku alan bertambah, namun apakah keikhlasanatau  karena keterpaksaan. Hanya Tuhan yang mampu menjawabnya.

Waktu yang tersisa berikanlah manfaat untuk diriku dan dibatas senja nanti jika aku mampu mencapainya, ambillah aku dalam keadaan khusnul khotimah. Dan jika perjalananku masih menyisakan waktu yang panjang, jangan jadikan penuh kesia - siaan. Dan jangan jadikan aku menjadi beban bagi orang - orang di sekelilingku. Jadikanlah aku orang yang memberi makna bagi orang - orang sekitarku walau tidak dapat memberikan kepuasaan kepada semuanya.

Jika di ujung senja nanti aku berada penuhi aku dengan doa - doa yang indah dan jauhkan dari umpatan dan cacian - cacian karena salahku di masa lalu.
Tuhan kau pemilik segalanya dan kepadamu aku pasrahkan jika aku kembali.

Medan, 28 Desember 2018

Senin, 10 Desember 2018

SI UDUD ACCIDENT

Pagi yang cerah di awal Desember. Langit yang biru dan matahari bersinar terang. Aku berangkat kerja bersamaan dengan mengantarkan anakku ke sekolah. Sepanjang perjalanan yang kami lalui dengan riang gembira. Bernyanyi dan mendengarkan anakku bercerita entah apa saja. Sampai di sekolah anakku akupun melanjutkan perjalanan ke tempat kerja.
Cuaca masih terus bersahabat dan jalanan tidak macet. Benar - benar hari yang bersahabat. Aku terus membawa Si UDUD menuju lokasi kerjaku. Si UDUD yang sudah 13 tahun setia menemani segala aktifitasku dan keluargaku, walau sudah tua tapi masih terus berjasa. Terima kasih UDUD yang telah mengiringi dengan setia setiap perjalanan kami.

UDUD kupacuh dengan kecepatan yang lambat saja, yang penting selamat dan aku juga bukan seorang rider, hanya paling cepat kecepatan kupacuh di kisaran 40 km/jam.
Langit makin cerah dan sang surya semakin naik ke cakrawala. Sudah mulai panas namun masih panas panas yang menyehatkan kulit wajah. Terus kupacuh Si UDUD. Selama ini UDUD tidak pernah rewel hanya hal - hal kecil saja seperti moda transportasi lainnya.

Memasuki Jalan Karya aku tetap memacu UDUD dengan kecepatan yang masih biasa saja karena aku yakin dengan kecepatan yang biasa aku gunakan tak akan sampai terlambat untuk menuju tempat kerjaku. Tapi walaupun kupacuh UDUD dengan kecepatan yang lambat nasib sial sedang menaungi Si UDUD. UDUD ditubruk oleh pemandu transportasi Online. Aku selamat dan Si UDUD hanya mengalami kerusakan sedikit saja. ALLAH masih melindungi aku dan UDUD hari itu.

UDUD kupacuh kembali setelah sedikit shock tentunya UDUD jadi agak sedikit slow dan nggak langsung on. Sampai di dekat tempat kerja, UDUD segera kutinggalkan ke bengkel untuk diservis dan reparasi. UDUD hari itu kita mengalami kecelakaan namun Alhamdulillah kita tidak terlalu menderita.
Terima kasih Ya ALLAH. Amien


Jalan Karya, Medan 04 Desember 2018 saat Si UDUD Accident.........

Jumat, 23 November 2018

SIMARJARUNJUNG, MENATAP PESONA INDAHNYA DANAU TOBA

Danau Toba, danau yang terdapat di Sumatera Utara yang letaknya berada di beberapa Kabupaten selalu memberikan panorama yang indah bak lukisan. Sumatera Utara wajib berbangga dengan keberadaan geopark ini. Dilihat dari Kabupaten manapun Danau Toba tetaplah indah menawan.

Panorama Danau Toba dari Simarjarunjung

Danau Toba dan kawasan pertanian di Simarjarunjung

Salah satu sudut yang menarik untuk menatap keindahan Danau Toba melalui Bukit Simarjarunjung. Dahulu Simarjarunjung bukan destinasi yang menarik kecuali bagi orang - orang yang menyukai tantangan karena menuju ke Bukit Simarjarunjung tidak semudah sekarang. Akomodasi dan transportasi yang sulit menjadikan orang malas untuk berkunjung disini. Menyaksikan keindahan mentari mulai terbit jadi sensasi yang benar - benar ditunggu kala itu jika berkunjung di Simarjarunjung lewat Bukit Pemncar TVRI. Sayang sekarang akses ke daerah tersebut tidak dapat digunakan untuk umum lagi.

Saat ini jika kita pergi ke Simarjarunjung banyak terpancang tower - tower provider perusahaan jasa telekomunikasi di Bukit Simarjarunjung. Bukan hanya pemancar TVRI saja. Namun kala tahun 1990an hutan - hutan pinus di sekitar Simarjarunjung yang berdiri kokoh kini mulai tak ada lagi sehingga dari bukit - bukit tersebut kita dapat menyaksikan panorama keindahan Danau Toba dari kejauhan.

Tidaklah sulit untuk menuju ke Bukit Simarjarunjung, apalagi bagi yang pernah berkunjung ke daerah Sidamanik dan sekitarnya. 

Bagi yang pertama kali akan ke Bukit Simarjarunjung lebih bagus lewat jalan atau jalur Sidamanik saja karena jalannya lebih bagus dibanding jika melalui jalan Simpang Raya - Bagadu - Simantin. Arah jalan ke Sidamanik melalui jalur ke Parapat juga. Hanya saja setelah lewat Simpang Dua P. Siantar beberapa kilometer terdapat persimpangan dan di persimpangan terdapat POM SPBU, kalau lurus ke arah Parapat dan belok kanan ke arah Sidamanik. Kita ambil jalur ke arah Sidamanik. Setelah itu arahkan kendaraan terus saja lurus dan gak usah belok - belok jika ada persimpangan. Dalam perjalanan ke Simarjarunjung kita akan disajikan panorama perkebunan teh yang menghijau serta perladangan dan persawahan. Di sekitar Sidamanik juga terdapat pemandian Bah Damanik dan Air Terjun Bah Biak di Bah Butong ( lihat pada tulisan sebelumnya ).

kawasan perkebunan teh yang dilalui  ( Kebun Toba Sari )
Kami berangkat pagi sekitar pukul 07.00 WIB dari P. Siantar, cuaca cukup bersahabat mengiringi keberangkatan kami. Sepanjang perjalanan menyaksikan desa - desa yang baru saja panen padi di area persawahannya. Udara mulai sejuk ditambah lagi saat ini sudah musim penghujan. Jalanan lancar dan sepi. Dan sarana jalan juga sekarang sudah bagus, hanya sebagian kecil masih ada lubang - lubang lewat Pekan Sidamanik tapi not bad lah. Karena tidak separah waktu perjalanan kami ke Tigaras pada tagun 2016. Lewat Perkebunan Nusantara IV Kebun Toba Sari kami menyaksikan ada pekanan atau pasar yang digelar. Biasa disini aktifitas pasar seminggu sekali yang dikenal dengan nama Pekanan. Kalau di Sidamanik Pekanan pada hari Jumat, di Pematang Raya Pekanan hari Sabtu, Saribu Dolok Pekanan hari Rabu. Biasanya pedagang dari P. Siantar akan datang dan membuka lapak di kios - kios di Pasar Kecamatan atau Pasar Desa daerah - daerah tersebut. Namun aku tidak sempat mengabadikan aktifitas pekanan tersebut.

Perjalanan kami lanjutkan, sepi sepanjang perjalanan. Sesekali berpapasan dengan bus umum dan mobil - mobil lainnya namun masih terasa senyap. Lewat Pematang Sidamanik jalanan lebih sunyi lagi. Ada truck yang mengangkut kayu yang melintas di depan mobil yang membawa kami dalam muatan kosong. Armada yang kami naiki akan menyalip truck tersebut, namun nahas bamper depan menyenggol bak belakang truck, sempat terjatuh bamper depan mobil yang kami tumpangi namun tidak menimbulkan kerugian yang berarti dan kami juga semua dalam keadaan selamat tanpa kurang apapun. Alhamdulillah

sedang memperbaiki bemper yang nyenggol truk
suasana jalan yang sunyi sepi
Setelah diperbaiki bamper yang lepas,perjalanan kami lanjutkan kembali. Jalanan masih sunyi dan matahari mulai naik ke peraduan. Udara masih terasa dingin, sekitar 20 menit kami pun sampai ke Bukit Simarjarunjung. Oh ya nanti pada saat di ujung ada terdapat pertigaan. Kalau ke kanan menuju ke P. Raya melalui Tigaras dan ke kiri menuju ke Parapat dan lurus menuju ke Simarjarunjung.
Panorama Danau Toba sudah terpampang indah, kami teruskan perjalanan menuju puncak yang lebih tinggi, jalanan sudah bagus dan tidak berlubang dan semakin ke atas panaorama semakin cantik dan indah. Subhanallah, terima kasih ya Allah ya Robb.

Banyak terdapat tempat - tempat yang dikelola masayarakat sekitar dengan menyajikan wahana dan tempat - tempat foto yang benar - benar instagible. Panorama yang indah didukung dengan cuaca yang cerah. Masih pagi sekitar pukul 08.00 WIB lewat kami sampai disini. Hembusan dan semilir angin yang dingin menambah keindahan pemandangan disini.
Kami berhenti di puncak tapi tidak sampai ke puncak pemancar TVRI. Panorama pagi hari yang benar - benar indah. Masuk ke tempat tersebut dikenakan tarif Rp. 10.000,- per orang dan tidak kena biaya parkir lagi dan boleh foto - foto sepuasnya di wahana - wahana yang tersedia. Sayang di Bukit Simarjarunung belum terdapat sarana penginapan.

Suasana pagi di Bukit Simarjarunjung

di salah satu wahana
pagi di Bukit Simarjarunjung
sangkar burung


Puas di Puncak Simarjarunjung kami akhirnya turun menuju tempat Bukit Indah Simarjarunjung. Bekas kawasan hutan cemara yang kini dikelola dengan aneka wahana foto dengan latar belakang Danau Toba. Juga wahana - wahana foto yang menantang andrenalin. Masuk ke lokasi Bukit Indah Simarjarung dikenakan tarif Rp. 30.000,- per mobil dan tidak dikenakan biaya masuk per orang. Murah kan.....
Hanya saja bagi yang ingin berfoto - foto di wahana - wahana foto akan dikenakan tarif seperti menaiki sepeda awan akan dikenakan tarif sebesar Rp. 20.000,-
Dan inilah foto - foto kami di Bukit Indah Simarjarunjung.

sepeda awam


Hari menjelang siang, akhirnya kami pun beranjak meninggalkan Bukit Simarjarunjung karena akan melanjutkan perjalanan pulang ke Medan. Perjalanan pulang disambut dengan langit yang mulai mendung dan belum sampai di Simpang Sidamanik hujan turun dengan derasnya sampai. Benar benar deras. Nasib baik sewaktu di Simarjarunjung cuaca bersahabat dengan kami.