Jumat, 26 Mei 2023

TEMU KANGEN SMT PERTANIAN NEGERI PEMATANG RAYA/SMKN 1 PEMATANG RAYA

 Pandemi covid 19 telah dicabut dan saatnya kita dapat bertemu dan silaturahim dengan saudara dan juga teman teman dengan berbagai lintas sekolah. Dan rekan - rekan serta pengurus IKA SMTP pun bergerak cepat untuk mengadakan rencana Temu Kangen yang dijadwalkan di moment Lebaran Idul Fitri tepatnya tanggal 24 April 2023.

Panitia pun sat set bergerak cepat melakukan tugasnya dan membentuk panitia untuk berbagi tugas sesuai dengan tugas yang diemban. Melalui Group WA info tentang temu kangen pun tersampaikan dan temu kangen kali ini mengundang para guru  - guru yang sudah berpindah domisili di luar Sumatera Utara.

Dan waktu pun bergulir tanggal 24 April 2023 pun sampai juga. Temu Kangen pun terselenggara dan di situ kami saling bertemu dengan guru - guru kami yang sudah sekian dasa warsa tak bertemu juga dengan teman - teman yang sudah sekian puluh tahun juga tidak bersua.

Temu kangen, melepas rindu dan kembali ke sekolah








          Ibu ERLINDA SARAGIH selaku Kepala Sekolah SMK Negeri I Pematang Raya saat ini








Kembali ke sekolah, memandang rumput hijau dan lapangan tempat dilaksanakan senam pagi setiap pagi. Menatap ruang - ruang kelas yang membawa cerita lalu. Dan menyaksikan pohon - pohon yang kini makin menjulang tinggi.

Menatap bengkel Agronomi tempat kami biasa mengambil dan meletakkan kembali cangkul - cangkul yang telah kami gunakan dalam keadaan bersih kembali tanpa ada gumpalan dan sisa - sisa tanah. Kenangan itu kembali menyeruak di kepalaku.

Melepas rindu dengan para guru - guru kami,setelah sekian masa tiada bersua. Sekolah ku, sekolah kami dan sekolah kita walau masa telah berubah dan nama juga berganti namun kerinduan dan kecintaan kami selalu melekat kuat di hati.....di SMT Pertanian Negeri Pematang Raya.

Selasa, 14 Februari 2023

KISAHKU ( SI UDUD ) DAN BANYU BIRU

 

KISAHKU ( SI UDUD ) DAN BANYU BIRU

 

Perkenalkan namaku SI UDUD, itu yang selalu disematkan oleh majikanku kepadaku. Aku mulai masuk dalam keluarga majikanku sejak Desember 2005. Kondisiku sangat mulus saat itu, cantik dan keluaran produk terbaru di masaku.


 

Sejak Desember 2005 aku selalu mengiringi dan mengantar  kemana pun majikanku pergi. Waktu terus berlalu dan berajak. Perjalananku semakin jauh dan jauh. Karena aku selalu mengiringi majikanku saat bekerja dan saat beraktifitas kemanapun majikanku pergi.

Sudah beratus – ratus ribu kilometer telah aku tempuh…kadang fisikku lelah. Satu yang paling aku tidak suka dari majikanku adalah majikanku paling malas untuk membersihkanku dan memandikanku. Di awal – awal aku masih sering dibawa ke doorsmeer atau majikanku meminta tolong kepada keponakannya untuk membersihakan dan memandikan diriku. Namun kini tak ada lagi yang memandikanku kecuali saat hujan turun. Di situlah aku baru mandi hujan – hujanan.

Seiring berjalannya waktu, majikanku menikah. Dan aku masih tetap mengiringinya. Mengantarkan istri majikanku saat ke dokter untuk periksa kandungan dan juga saat – saat menjelang istri majikanku melahirkan buah hatinya. Aku selalu setia menghadiri dan ikut andil dalam segala moment mereka.

Dan pada Desember 2008 lahirlah anak majikanku. Mereka memberi nama BANYU BIRU. Aku juga tetap hadir dalam rentang waktu dan tumbuh kembangnya Banyu Biru tersebut.

Setiap pagi, sebelum majikanku berangkat kerja, Aku si Udud ini selalu berkeliling gang dengan majikanku untuk menyenangkan hati Banyu Biru sebelum majikanku dan istrinya berangkat kerja. Setelah itu baru majikanku dan istrinya berangkat kerja.

Tak terasa waktu terus berjalan. Saat usia Banyu Biru lebih kurang 3,5 tahun dia pun mulai bersekolah di Taman Kanak – Kanak. Dan aku yang selalu mengantarkan Banyu Biru berangkat sekolah sampai ke gerbang sekolah aku mengantarkannya. Pada saat TK aku tidak menjemputnya karena Banyu Biru pukul 10.00 WIB sudah pulang sekolah.

Dua tahun di TK saatnya Banyu Biru kelulusan dan mengadakan pentas seni di sekolahnya. Saat itu akupun turut hadir mendampingi Banyu Biru untuk graduasi dan melaksanakan pentas seni. Aku menyaksikan betapa gembiranya Banyu Biru manortor dan juga saat pelepasan sebagai salah seorang murid di TK AL Hikmah. Betapa bangganya aku karena Banyu Biru mendapatkan piala untuk salah satu kategori terbaik saat kelulusannya.

Tahun 2012 Banyu Biru pun masuk ke Sekolah dasar SDIT Al Munadi dan aku yang selalu mengantarnya setiap kali berangkat sekolah sampai ke gerbang sekolah kadang sampai di pintu kelasnya. Saat hujan dengan tubuh gendut dan menggemaskan aku selalu di sisinya dan Banyu Biru selalu minta duduk di depan bukan di belakang majikanku. Mungkin Banyu ingin menikmati pemandangan sambil ditemani angin sepoi – sepoi yang menghembus ke wajahnya.

Di awal – awal SD sampai ke kelas tiga aku tidak menjemput Banyu Biru saat pulang sekolah karena Banyu akan dijemput oleh Pakdenya. Dan mulai kelas tiga Banyu Biru pun mulai belajar naik kendaraan umum sendiri saat pulang sekolah dari tanah lapang Tanah Enam Ratus  dengan naik angkot. Banyu sudah mulai berani  untuk belajar naik angkot namun tetap dinasihati dengan kedua orang tuanya untuk selalu berhati – hait terhadap orang – orang asing yang mungkin punya niat jahat. Kedua orang tua Banyu Biru berpesan agar Banyu selalu menunggu bus angkot di tempat yang ramai agar terhindar dari orang – orang yang berniat tidak baik.

Dalam perjalananku ke sekolah ada saja cerita antara Banyu Biru dan majikanku. Mereka selalu bercakap – cakap di sepanjang perjalanan dan aku hanya sebagai pendengar yang baik saja. Dan ada saatnya Banyu bosan dan malas naik bus angkot. Sejak saat itu Banyu akan selalu menungguku bersamaan dengan majikanku pulang kerja. Cukup lama juga sebenarnya Banyu Biru menungguku. Mungkin sekitar dua jam setelah bel kepulangan dari sekolah sampai aku tiba di sekolahnya di saat menjemputnya. Namun dia selalu sabar menungguku sampai di kedatanganku. Dia selalu bermain sambil menunggu kedatanganku dan biasanya ada seorang yang sering menemaninya bermain di antara waktu – waktu kedatanganku. Anak tersebut bernama HISYAM NASRULLAH.

Waktu pun berjalan, BANYU pun mulai belajar mengendarai sepeda motor sendiri dan aku juga tempat dia belajar mengendarai sepada motor pertama kalinya. Akhirnya Banyu pun bisa mengendari sepeda motor sendiri dan aku selalu ditunggunya di hari Sabtu, untuk menemaninya hanya sekedar keliling di sekitaran atau sekedar menunjukkan ke teman – temannya bahwa Banyu sudah bisa naik motor.

Tak terasa sebentar lagi BANYU akan menamatkan Sekolah Dasar nya dan sudah mulai pilih pilih sekolah untuk melanjutkan ke jenjang SMP. Sabtu sore, aku ingat moment itu. Saat majikanku pulang kerja dan selanjutnya mengajak BANYU dan NATA ( salah seorang sahabat karib BANYU ) untuk hunting lokasi sekolah. Sore itu BANYU dan aku pun berkunjung untuk pertama kali di Pondok Pesantren dan Tahfiz Quran Nurul Azmi yang berada di Jl. Rawe VII Kelurahan Tangkahan Kecamatan Medan Labuhan. Pertama kali aku mengantarkan BANYU ke lokasi yang selanjutnya menjadi tempat BANYU untuk melanjutkan jenjang pendidikan selanjutnya. Pertama kali ketemu Ustadz ARYA dan bertanya – tanya tentang informasi dari PTNA Nurul Azmi tersebut.  

Dan waktu ujian di PTNA Nurul Azmi pun tiba, aku pun tetap setia untuk mengantarkan BANYU mengikuti proses ujian dan menjemputnya.  Selanjutnya BANYU pun mondok di situ dan aku selalu setia menjenguknya setiap hari Ahad. Menyaksikan tumbuh kembang BANYU yang mulai remaja. Namun sejak saat itu aku mulai tidak dihiraukan oleh BANYU.

BANYU sudah mulai malu untuk bersamaku karena aku sudah mulai tua dan rentah. Mungkin dia malu dengan olok – olokan dari teman temannya. Dan aku perlahan dan pasti sudah tak disentuhnya lagi. Setiap pulang ke rumah dari pondok pesantren, BANYU tak lagi mau menggunakan diriku lagi. Aku dianggap sebagai barang tua dan BANYU pun merengek kepada majikanku dan istri majikan untuk dibelikan motor baru. Sepertinya aku SI UDUD sudah tidak dianggap lagi oleh BANYU. Di situ aku merasa sedih.

Desember 2022, datanglah kendaraan yang baru. Aku semakin tak dianggap oleh BANYU dan untungnya aku masih melekat  dan tak tergantikan di hati majikanku.

BANYU kini telah meninggalkanku dan aku sudah diambang masa tua. Aku sudah sering sakit – sakitan dan sering masuk ke rumah sakit ( bengkel ). Dan itu wajar karena sudah lebih 17 tahun aku bersama majikanku dan sudah beratus – ratus kilometer telah aku tempuh. Namun bagaimanapun kisah perjalananku dan BANYU akan selalu terpatri di diriku dan semoga di hati BANYU.

Mungkin nanti akan menjadi cerita yang manis kelak di kemudian hari antara aku ( SI UDUD ) dan BANYU.

Doa terbaik untukmu BANYU semoga kelak engkau akan menjadi orang saleh  yang  sukses dan menjadi kebanggaan dan perisai kedua orang tuamu dan keluargamu serta menjadi kebanggaan agamamu dalam perjuangan dan lakumu dan juga negaramu. Aamiin  ya rabbal alamin

 

 

Medan, 15 Februari 2023

KEMARAU DI FEBRUARI ( PUISI )

 Aku mencium aroma kemarau di Februari

Daun - daun yang mulai meranggas

Desir angin pagi yang kian mengencang

Dan dinginnya malam yang menusuk tulang


Aku mencium aroma kemarau di Februari

Saat rinai hujan tak datang

Hanya terkadang awan gelap melintas

Namun hujan belum lagi menjelang


Aku mencium araoma kemarau di Februari

Ketika pohon - pohon karet berjajar

Yang tertinggal dahan  dan ranting mengering

Tanpa ditemani dedaunan


Daun - daun yang luruh

Daun kecoklatan yang jatuh

Usia kini tak lagi hijau

Tinggal warna semu yang mulai luruh


Aku mencium aroma kemarau di Februari





Medan, 15 Februari 2023


Jumat, 10 Februari 2023

KEKUATAN DZIKIR DAN SHALAWAT

 Perjalanan hidup tak selamanya menyenangkan. Selalu saja ada turun naik, up and down. Kadang kita berada di atas dan segalanya terasa sangat mudah, kadang ada di titik nadir dan segalanya sangat sulit. Bahkan seolah olah  tak ada jalan. 

Begitulah hidup, selalu ada cerita manis dan tak sedikit cerita pahit. Ada kalanya kita dicoba dengan kepahitan, bahkan sangat pahit. Namun ALLAH SWT memberikan itu bukan tak ada hikmahnya atau hanya hal sia - sia. Percayalah....ALLAH senantiasa memberikan yang terbaik buat hambanya. Hanya ALLAH sedang menguji kesabaran dan keikhlasan serta seberapa jauh rasa ridho hambanya.

Terlepas dari keadaan senang atau susah, sebagai umat Islam dzikir dan sholawat sangat membantu untuk mengatasi kesedihan dan kesenangan. Saat kita berada di titik nadir dzikir dan sholawat adalah sebagai penyemangat asa untuk terus berkobar dan terus optimis. Untuk selalu berlapang dada dan ikhlas atas kedatangan takdir yang kurang baik. Untuk selalu ridho atas kehilangan dan kepergian.

Pada saat senang, dzikir dan sholawat sebagai pengingat untuk selalu bersyukur atas setiap berkat. Untuk tidak sombong atas setiap kelebihan - kelebihan dan kemudahan. 

Dzikir dan sholawat adalah sebagai penguat bathin untuk selalu bersyukur dan merasa cukup atas setiap rezeki yang dilimpahkan. Sholawat yang kita harapkan syafaat dari Rasulullah Muhammad tidak hanya di dunia namun juga di akhirat nanti.

Ketika kita senantiasa berdzikir kita merasa lebih damai, dan mampu mengelola emosi kita untuk lebih stabil dan lebih sabar serta hidup lebih tenang. Rasa tenang akan memberikan rasa cukup. Dan rasa cukup akan meredam rasa serakah dan nafsu yang tidak baik.

Dzikir dan sholawat akan mampu membentengi diri kita dari amarah dan nafsu yang tak terkendali. Mampu untuk selalu berlapang dada dan rasa selalu dicukupkan. Ketika rasa cukup ini konsisten di hati kita, saat kita di fase kekurangan kita tetap selalu bersyukur dan di saat fase berlebihan rasa syukur akan selalu meningkat.

Tulisan ini sebagai pengingat untuk diriku agar selalu konsisten untuk berzikir dan bersholawat dimana dan dalam kondisi apapun.  Insya Allah, semoga ALLAH SWT akan selalu mempermudah dan memperlancar segala urusan kita dengan karunia - karunia kemudahan dan yang lebih penting ALLAH akan selalu memberikan rasa nyaman dan cukup di hati kita walaupuan kita dalam keadaan terpuruk dan kekurangan. Namun dengan dzikir dan sholawat semoga keterpurukan segera berakhir dan diganti ALLAH dengan kemudahan dan kelapangan di setiap sendi- sendi kehidupan. Insya Allah.

Jumat, 27 Januari 2023

SELAMAT DATANG 2023

 Tahun 2022 telah berlalu dengan berbagai cerita dan kisah. Dan kini telah masuk di bulan Januari 2023 dan bahkan Januari sudah akan berakhir. Januari ini ada moment Tahun Baru Masehi dan Tahun Baru Imlek. Awal tahun ini kawasan Medan dan sekitarnya masih ditemani hujan yang cukup tinggi intensitasnya bahkan di beberapa kawasan menyebabkan banjir. Semoga tahun ini rezeki dan perekonomian akan sederas dengan turunnya hujan. Yakni rezeki yang melimpah ruah dan berkecukupan.

Semoga tahun ini akan membawa kepada hal - hal yang lebih baik lagi dan lebih meningkat dalam hal kualitas hidup.

Selamat datang 2023




Rabu, 28 Desember 2022

BUAH HATIKU BUAH CINTAKU

 Hari Minggu 28 Desember 2008 berketepatan dengan 30 Dzulhijjah lahirlah putra kami ke dunia melalui operasi caesar. Sebelum kelahiranmu ke dunia, hari Sabtu bundamu sudah mengalami fase pembukaan di hari Sabtu pagi tanggal 27 Desember 2008, masih di pembukaan pertama dan dokter kandungan  saat itu yakni Dokter Syamsul Nasution, Sp.OG menyarankan untuk kembali ke rumah dulu sambil menunggu bukaan selanjutnya. 

Ayah dan bundamu kembali ke rumah Atok karena kalau pulang ke Marelan pertimbangan lebih jauh dan jika terjadi hal - hal yang tidak diinginkan lebih cepat dari rumah Atok untuk menuju rumah sakit rujukan. Sekitar Pukul 23.00 Bundamu mengalami kesakitan yang tak tertahankan atas pembukaan untuk mencari jalan lahirmu. Akhirnya ditemani nenek Simpang Limun, Bundamu berangkat ke Rumah Sakit Vina Estetica di Jl. Iskandar Muda  dengan naik becak dan ayah menyusul dari belakang dengan mengendarai Si Udut.

Sampai di depan rumah sakit langsung disambut petugas dan langsung dibawa ke kamar bersalin. Proses pembukaan jalan lahir masih sangat lama dan bundamu menahan kesakitan yang tak terhankan anakku. Belum juga bertambah pembukaan jalan lahirmu sampai pagi hari. 

Dan supaya menambah stamina bundamu, ayah diperintahkan nenek Simpang Limun untuk mencari telur ayam kampung supaya bundamu punya tenaga untuk mengejan nanti. Dan ayah mencari telur ayam kampung itu sampai ke Pajak Petisah. Namun hingga pukul 10.00 WIB pembukaan jalan lahirmu belum bertambah juga dan ketubanmu sudah pecah.

Tak mau mengambil resiko ayahmu mengambil inisiatif agar bundamu segera dilakukan operasi caesar. Karena hari itu Minggu dan dokter kandungan tidak berada di tempat maka pihak rumah sakit Vina Estetica melakukan panggilan kepada Dr. Syamsul Nst, Sp.OG.

Alhamdulillah dokter bersedia untuk melakukan tindakan operasi dan menjelang sekitar pukul 11 lahirlah engkau ke dunia. Ayahmu segera mengadzankanmu dan setelah itu engkaupun dibawa ke ruang bayi. Suara tangisanmu sangat keras anakku, membuat ayahku kuatir. Namun perawat menenangkan ayahmu dan memberitahukan bahwa suara tangismu yang sangat keras itu sangat baik untuk tumbuh kembang paru parumu dan jantungmu.

Setelah dbersihkan dan bundamu telah  selesai di ruang operasi, engkaupun dibawa untuk dipeluk dan digendong oleh bundamu dan ayahmu. Pelukan hangat dari kedua orang tuamu untukmu. Kabar kelahiranmu pun sampai kepada keluargamu. Bude Hartini segera mengunjungimu ditemani oleh Bude Anik. Kelahiranmu disambut dengan suka cita.

Dan beberapa kerabat, rekan dan handai tolan banyak menjenguk dan melihatmu saat engkau di rumah sakit dan bersuka cita atas kelahiranmu. 

Setelah beberapa hari, tepatnya lima hari di rumah sakit dimana kondisi dirimu dan bundamu dianggap baik maka diperkenankan untuk kembali ke rumah dan untuk sementara kita kembali ke rumah atok.  

Among - among dalam tradisi Jawa pun dibuat atas suka cita kehadiranmu setelah  engkau kembali ke rumah. Dan setelah selapan ( hitungan kalender Jawa ) engkau pun pulang ke Marelan untuk prosesi aqiqahmu. Dan kami pun menabalkan namamu dengan nama BANYU BIRU. Harapan dan doa kami engkau kelak seperti air yang biru. Yang memberi manfaat untuk orang banyak untuk setiap proses kehidupannya. Air yang biru yang mampu memberikan kesejukan dan ketenangan kepada sesiapa saja, tidak pandang siapapun itu. Karena hakikatnya Banyu Biru itu semua orang membutuhkan. Jadilah kelak engkau seperti namamu yang mampu bermanfaat untuk orang banyak tak mengenal status, derajat, agama, suku dan golongan. Namun engkau memberikan manfaat untuk semua orang terutama untuk agamamu, orang tuamu, keluargamu dan untuk tanah airmu.

INSYA ALLAH...........................................SEMOGA

Aamiin ya rabbal alamin


Rabu, 21 Desember 2022

DI UJUNG WAKTU 2022

 Tak terasa bulan Desember 2022 telah berada di ujung waktu. Tahun akan segera berganti. Lembaran 2022 yang akan terlewati berganti dengan lembaran baru 2023. Tak ada perayaan atau selebrasi dalam tradisiku dan tak ada rencana jalan - jalan untuk mengakhiri tahun 2022 dan menyambut tahun yang baru 2023. Semuanya seperti biasa, mengalir seperti hari hari yang telah lewat.


 Rasa syukur bisa melewati tahun 2022 dengan kesehatan yang prima untuk diriku, anakku, istriku dan ibuku  yang sudah sepuh dan seluruh ahli keluargaku adalah sesuatu karunia yang tak terhingga. Ucap syukur kepadamu ya ALLAH atas karunia yang telah Engkau berikan kepada kami.

Beberapa pencapaian telah tercapai walau menurut kaca mata pribadiku sendiri. Kesuksesan bukan harus mengikuti kaca mata orang lain. Dan kesuksesan bukan semata - mata dilihat dari materi. Menikmati tahun 2022 yang damai dan tanpa gejolak adalah kesuksesan yang hakiki menurutku saat ini.

Pekerjaan yang lancar, persahabatan dan silahturami dengan para sahabat yang terus terjaga adalah pencapaian - pencapaian yang menurutku juga sebagai bagian dari kesuksesan. Bukan dari segi kenaikan pangkat atau bertambahnya asset tapi bertambahnya usia untuk terus dewasa dalam mengucap dan mengekspresikan rasa syukur.

Bersyukur bahwa masih banyak di luar sana orang yang lebih susah. Bersyukur masih memiliki pekerjaan dan penghasilan. Bersyukur atas karunia anak yang tidak menyusahkan orang tuanya. Bersyukur untuk setiap rezeki yang mengalir. Untuk setiap kenikmatan hidup yang masih bisa dinikmati terus menerus.

Bersyukur saat terbangun di pagi hari masih memiliki raga yang sehat. Bersyukur masih beraktifitas sehari - hari tanpa alat bantu. Akh.....nikmat yang mana lagi yang kamu dustakan.

ALLAH senantiasa memberikan apa yang aku butuhkan bukan apa yang aku inginkan, jadi sudah seharusnya ucap syukur dalam tiap lisan, doa dan perbuatanku. Ibuku yang masih sehat di usia yang telah sepuh. Yang masih aktif dan tidak menyusahkan kami anak - anaknya. Yang membuat aku nyaman di tempat kerja tanpa risau memikirkan keadaan di rumah.

Istriku yang setia mendampingiku dalam segala suasana. Dan dengan keikhlasannya untuk menurus rumah tangga tanpa pernah menuntut dan membuatku nyaman dalam menjalankan aktifitasku. Terima kasih istriku. Maafku untuk hal - hal yang membuatmu marah atau tak berkenan.

Apa - apa yang telah kita lalui dalam keluarga di tahun ini semoga akan membawa kepada hal yang lebih baik di tahun 2023. 

Semoga berkah akan selalu mengalir untukku, istriku, anakku dan keluargaku serta kita semua di tahun 2023. Dan semoga kita senantiasa sehat dan bahagia selalu.