Senin, 27 Mei 2019
Balitbangtan Hasilkan Varietas Unggul Baru Sorgum Bioguma, Ini Kelebihannya
Balitbangtan Hasilkan Varietas Unggul Baru Sorgum Bioguma, Ini Kelebihannya: Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitangtan) melepas varietas unggul baru (VUB) sorgum yang diberi nama Sorgum Bioguma. Dibandingkan sorgum pada
Minggu, 24 Februari 2019
RUMAH SAKIT TEMBAKAU DELI
Selintas melihat kondisimu saat ini ada setangkup haru biru. Manakala mengulas rekam jejak pada tahun 1990-an betapa megahnya dirimu dan ramainya lalu lalang pasien, perawat, pengunjung dan para dokter di sepanjang koridor lorong lorong ruangan dan bangsal - bangsal yang berdiri kokoh.
Kini semuanya sepi, hanya ilalang yang mengelilingi sisa sisa kemegahanmu.
![]() |
| riwayatmu kini |
Kini tak ada lagi jerit roda dari tempat tidur pesakitan yang segera untuk dilakukan tindakan di ruang emergency. Semuanya sepi. Hanya ilalang dan beringin tua yang masih setia menemanimu dalam kesendirian ditengah hiruk pikuk bangunan menjulang yang mulai berdiri kokoh di sisi sudut - sudut ruangan.
Aku masih mengingat koridor - koridor menuju ruangan dan bangsal bangsal para pasien. Lorong lorong yang tersapu cat putih dan aneka bunga yang tertata indah di setiap depan lorong dan bangsal - bangsal itu. Kini tak ada lagi yang tersisa, hanya ilalang hijau dan plank - plank yang mulai usang yang tidak terurus.
![]() |
| ruang VIP Rumah Sakit Tembakau Deli |
Ruang VIP itu kini sendiri dalam bisu, bahkan kusen - kusennya pun nyaris hilang semuanya. Sepi dalam bisu yang tak terjawab.
Sejak tahun 2011 keberadaanmu telah dialih fungsikan sebagai cagar budaya dan tidak beroperasi lagi sebagai rumah sakit yang melayani pasien, Namun kondisimu kini tidak terawat seperti saat ini yang boleh kita lihat.
Terlnitas kembali kenangan pada masa - masa tahun 1990an, keberadaanmu yang merupakan rujukan bagi pasien - pasien dari berbagai Kebun di bawah naungan PT. Perkebunan IX yang merupakan tempat untuk berobat bagi karyawan dan keluarganya juga bagi masyarakat Medan sekitarnya dan Sumatera Utara sebagai rujukan untuk mendapatkan perawatan bagi kesembuhan penyakitnya.
Mengilas sejarah keberadaanmu yang aku peroleh dari berbagai sumber, Rumah Sakit Tembakau Deli dibangun pada tahun 1885 pada masa kolonial Belanda yang menguasai wilayah Sumatera yang diprakarsai oleh Mr. Ingermann selaku Manager dari Deli Maatschapaij selaku perusahaan yang membuka aneka usaha perkebunan di wilayah Sumatera Utara dan sekitarnya. yang membawahi 75 daerah perkebunan di Sumatera Timur ( dahulunya pada masa sebelum merdeka Sumatera Utara dikenal dengan Sumatera Timur ), sumber Wikipedia.
Awal keberadaannya Rumah Sakit Tembakau Deli dibangun karena kebutuhan dari perusahaan Deli Maatschapaij yang didasarkan dengan kejayaan bisnis dan industri dari tembakau deli yang berada pada puncak kejayaan dalam perdagangan di bursa pasar Eropah. Harga tembakau deli yang melambung serta permintaan kebutuhan tembakau deli untuk rokok cerutu di dunia saat itu.
Rumah Sakit Tembakau Deli atau Hospital Deli Maatschapaij merupakan rumah sakit pertama di Kota Medan. Awal keberadaannya hanya untuk menangani penyakit - penyakit ringan saja. Tahun 1901 dibangun sebuah gedung besar untuk pasien penyakit parah dan pada tahun 1915 Hospital Deli Maatschapaij ditetapkan sebagai Rumah Sakit Laboratorium Penyakit tropis.
Seiring kemerdekaan Indonesia rumah sakit ini berganti nama menjadi Rumah Sakit Tembakau Deli. Pada masanya rumah sakit ini berada di bawah management PT. Perkebunan IX. Kemudain Badan Usaha Milik Negera sektor perkebunan merger menjadi beberapa perusahaan saja dan PTP. IX dan PTP II merger menjadi satu yaitu PTP. Nusantara II.
Melihat perkembangan tembakau deli sudah tidak menjadi komoditas primadona lagi dan kondisi rumah sakit yang sudah tidak menguntungkan lagi akhirnya tahun 2011 rumah sakit ini tidak melayani pasien lagi dan tutup. Sejak tahun 2011 rumah sakit ini telah ditetapkan menjadi cagar budaya. Namun sangat disayangkan kondisinya tidak terawat dan memprihatinkan.
![]() |
| terhimpit dengan modernisasi zaman |
Tak ada lagi wajah wajah cemas menunggu sang dokter, tak ada lagi kepanikan dan tak ada ada lagi perawat dengan caping dan seragam puith yang mondar mandir di sekitar bangsal - bangsal. Bangsal itu kini sepi dan diam dalam bisu. Ada kerinduan yang menyesak manakala bangsal itu bahkan kusen - kusennya pun sudah tak pada tempatnya lagi.
Trotoar yang dulu ramai para pedagang kini sepi dan meninggalkan sejarah panjang yang nyaris tak tersisa lagi/
Hospital Deli Maatchapaij kini tinggal bangunana tak terurus yang bertemankan ilalang - ilalang. Rumah Sakit Tembakau Deli, riwayatmu kini.
![]() |
| trotoar yang kini sepi |
Jumat, 04 Januari 2019
SELAMAT JALAN DIAN PRAMANA POETRA
Kini kau tiada jauh di sana
Tak mungkin lagi akan kembali
Kini semua tinggal kenangan
Yang kan kubawa selama - lamanya
( KINI KAU TIADA, 2D - ALBUM MASIH ADA )
Tak mungkin lagi akan kembali
Kini semua tinggal kenangan
Yang kan kubawa selama - lamanya
( KINI KAU TIADA, 2D - ALBUM MASIH ADA )
Kita tidak kenal secara langsung, namun aku adalah salah satu pengagum atas karya - karyamu yang indah semenjak pertama kali kemunculanmu di industri musik Indonesia. Aku sangat menyukai lagu - lagu dan nada - nada yang indah yang mengalir dari bibirmu dan penyanyi lain yang kau berikan hasil karyamu.
Telah banyak hasil karya yang kau tulis dan semuanya menurutku indah dan penuh makna. Pada awal kemunculanmu di sekitar tahun 1980 an bersama DEDDY DHUKUN aku sangat menyukai lagumu " KERAGUAN " dan banyak lagi lagu - lagu yang kau ciptakan untuk penyaynyi Indonesia dan semuanya biasanya booming dan menjadi hits pada masa itu dan sekarang banyak di daur ulang.
DIAN PP, di tanggal 27 Desember 2018 akhirnya Sang Khalik menjemputmu untuk selama - lamanya. Ada rasa kesedihan dihatiku walaupun engkau bukan saudaraku atau kerabatku, namun dalam setiap alunan musikmu aku selalu menyukai nada - nada yang mengalir melalui pita suaramu dan rekan - rekanmu maupun lewat senandung orang lain yang kau tulis dengan indah.
Musik Indonesia di era 1980 an dan 1990 an adalah masa kejayaanmu bersama DEDDY DHUKUN. Lewat hasil karyamu muncul bintang bintang yang lagunya selalu dikenang. Sebut saja JANUARY CHRISTY yang awal kemunculan di Indonesia membawakan karyamu " MELAYANG " disusul dengan " AKU INI PUNYA SIAPA" yang selanjutnya lagu tersebut masih dijadikan sountrack film untuk judul film " ALUNA DAN LIDAHNYA" di tahun 2018.
Ada banyak penyanyi yang melejit karena sentuhan tangan dan hasil karyamu seperti VINA PANDUWINATA, MALYDA, TRIE UTAMI dan lain - lain. Dan engkau adalah seniman yang bisa berkolabarasi dengan siapa saja antara lain FARIZ RM, DEDDY DHUKUN, MUS MUJIONO, ELFA SECIORIA.
Aku masih menyimpan memori tentang lagumu dengan duet yang tak terlupakan, 2D. Lewat album KERAGUAN disusul dengan MASIH ADA dan SEBELUM AKU PERGI. Belum lagi album solo yang kau hasilkan. Betapa karya - karyamu sungguh melewati masa dan akan dikenang selamanya.
Album MASIH ADA sangat berkesan sekali dalam memori ingatanku, walaupun aku tidak sempat membelinya karena keterbatasan finansial pada masa itu dan aku mendengarkan melalui pinjam kaset dengan sahabat terbaikku. Sekarang lagu lagumu telah aku simpan dan menjadi koleksi yang akan selalu aku dengar walaupun telah berbeda format.
Aku masih ingat sekali karyamu yang dinyanyikan oleh penyanyi Singapura JATT berjudul "KUSADARI" yang kemudian dipopulerkan dan booming melalui suara lembut JAYANTHI MANDASARI dan terakhir aku ingat kau senandungkan berdua dengan HARVEY MALAIHOLO yang juga penyanyi idolaku.
Selamat jalan Mas DIAN PP, semoga khusnul khotimah dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi ALLAH SWT. Dan engkau telah menyusul rekanmu yang telah berpulang lebih dahulu JANUARY CHRISTY. Yakinlah lagumu akan selalu abadi dan karyamu akan selalu dikenang.
Kamis, 27 Desember 2018
DESEMBER 2018
RENUNGAN
Bulan ke 12 tahun ini sudah di ujung senja, tinggal menghitung hari untuk berganti tahun. Peredaran masa berlalu dengan cepat, meninggalkan usia yang semakin menua. Ada yang sudah pergi dan ada yang baru hadir. Silih berganti mengikuti perputaran roda dunia.
Usiaku makin menua, apakah amalanku sudah bertambah atau masih stagnan di garis yang sama, entahlah. Aku berharap amalanku alan bertambah, namun apakah keikhlasanatau karena keterpaksaan. Hanya Tuhan yang mampu menjawabnya.
Waktu yang tersisa berikanlah manfaat untuk diriku dan dibatas senja nanti jika aku mampu mencapainya, ambillah aku dalam keadaan khusnul khotimah. Dan jika perjalananku masih menyisakan waktu yang panjang, jangan jadikan penuh kesia - siaan. Dan jangan jadikan aku menjadi beban bagi orang - orang di sekelilingku. Jadikanlah aku orang yang memberi makna bagi orang - orang sekitarku walau tidak dapat memberikan kepuasaan kepada semuanya.
Jika di ujung senja nanti aku berada penuhi aku dengan doa - doa yang indah dan jauhkan dari umpatan dan cacian - cacian karena salahku di masa lalu.
Tuhan kau pemilik segalanya dan kepadamu aku pasrahkan jika aku kembali.
Medan, 28 Desember 2018
Senin, 10 Desember 2018
SI UDUD ACCIDENT
Pagi yang cerah di awal Desember. Langit yang biru dan matahari bersinar terang. Aku berangkat kerja bersamaan dengan mengantarkan anakku ke sekolah. Sepanjang perjalanan yang kami lalui dengan riang gembira. Bernyanyi dan mendengarkan anakku bercerita entah apa saja. Sampai di sekolah anakku akupun melanjutkan perjalanan ke tempat kerja.
Cuaca masih terus bersahabat dan jalanan tidak macet. Benar - benar hari yang bersahabat. Aku terus membawa Si UDUD menuju lokasi kerjaku. Si UDUD yang sudah 13 tahun setia menemani segala aktifitasku dan keluargaku, walau sudah tua tapi masih terus berjasa. Terima kasih UDUD yang telah mengiringi dengan setia setiap perjalanan kami.
UDUD kupacuh dengan kecepatan yang lambat saja, yang penting selamat dan aku juga bukan seorang rider, hanya paling cepat kecepatan kupacuh di kisaran 40 km/jam.
Langit makin cerah dan sang surya semakin naik ke cakrawala. Sudah mulai panas namun masih panas panas yang menyehatkan kulit wajah. Terus kupacuh Si UDUD. Selama ini UDUD tidak pernah rewel hanya hal - hal kecil saja seperti moda transportasi lainnya.
Memasuki Jalan Karya aku tetap memacu UDUD dengan kecepatan yang masih biasa saja karena aku yakin dengan kecepatan yang biasa aku gunakan tak akan sampai terlambat untuk menuju tempat kerjaku. Tapi walaupun kupacuh UDUD dengan kecepatan yang lambat nasib sial sedang menaungi Si UDUD. UDUD ditubruk oleh pemandu transportasi Online. Aku selamat dan Si UDUD hanya mengalami kerusakan sedikit saja. ALLAH masih melindungi aku dan UDUD hari itu.
UDUD kupacuh kembali setelah sedikit shock tentunya UDUD jadi agak sedikit slow dan nggak langsung on. Sampai di dekat tempat kerja, UDUD segera kutinggalkan ke bengkel untuk diservis dan reparasi. UDUD hari itu kita mengalami kecelakaan namun Alhamdulillah kita tidak terlalu menderita.
Terima kasih Ya ALLAH. Amien
Jalan Karya, Medan 04 Desember 2018 saat Si UDUD Accident.........
Jumat, 23 November 2018
SIMARJARUNJUNG, MENATAP PESONA INDAHNYA DANAU TOBA
Danau Toba, danau yang terdapat di Sumatera Utara yang letaknya berada di beberapa Kabupaten selalu memberikan panorama yang indah bak lukisan. Sumatera Utara wajib berbangga dengan keberadaan geopark ini. Dilihat dari Kabupaten manapun Danau Toba tetaplah indah menawan.
![]() |
| Panorama Danau Toba dari Simarjarunjung |
![]() |
| Danau Toba dan kawasan pertanian di Simarjarunjung |
Salah satu sudut yang menarik untuk menatap keindahan Danau Toba melalui Bukit Simarjarunjung. Dahulu Simarjarunjung bukan destinasi yang menarik kecuali bagi orang - orang yang menyukai tantangan karena menuju ke Bukit Simarjarunjung tidak semudah sekarang. Akomodasi dan transportasi yang sulit menjadikan orang malas untuk berkunjung disini. Menyaksikan keindahan mentari mulai terbit jadi sensasi yang benar - benar ditunggu kala itu jika berkunjung di Simarjarunjung lewat Bukit Pemncar TVRI. Sayang sekarang akses ke daerah tersebut tidak dapat digunakan untuk umum lagi.
Saat ini jika kita pergi ke Simarjarunjung banyak terpancang tower - tower provider perusahaan jasa telekomunikasi di Bukit Simarjarunjung. Bukan hanya pemancar TVRI saja. Namun kala tahun 1990an hutan - hutan pinus di sekitar Simarjarunjung yang berdiri kokoh kini mulai tak ada lagi sehingga dari bukit - bukit tersebut kita dapat menyaksikan panorama keindahan Danau Toba dari kejauhan.
Tidaklah sulit untuk menuju ke Bukit Simarjarunjung, apalagi bagi yang pernah berkunjung ke daerah Sidamanik dan sekitarnya.
Bagi yang pertama kali akan ke Bukit Simarjarunjung lebih bagus lewat jalan atau jalur Sidamanik saja karena jalannya lebih bagus dibanding jika melalui jalan Simpang Raya - Bagadu - Simantin. Arah jalan ke Sidamanik melalui jalur ke Parapat juga. Hanya saja setelah lewat Simpang Dua P. Siantar beberapa kilometer terdapat persimpangan dan di persimpangan terdapat POM SPBU, kalau lurus ke arah Parapat dan belok kanan ke arah Sidamanik. Kita ambil jalur ke arah Sidamanik. Setelah itu arahkan kendaraan terus saja lurus dan gak usah belok - belok jika ada persimpangan. Dalam perjalanan ke Simarjarunjung kita akan disajikan panorama perkebunan teh yang menghijau serta perladangan dan persawahan. Di sekitar Sidamanik juga terdapat pemandian Bah Damanik dan Air Terjun Bah Biak di Bah Butong ( lihat pada tulisan sebelumnya ).
![]() |
| kawasan perkebunan teh yang dilalui ( Kebun Toba Sari ) |
Kami berangkat pagi sekitar pukul 07.00 WIB dari P. Siantar, cuaca cukup bersahabat mengiringi keberangkatan kami. Sepanjang perjalanan menyaksikan desa - desa yang baru saja panen padi di area persawahannya. Udara mulai sejuk ditambah lagi saat ini sudah musim penghujan. Jalanan lancar dan sepi. Dan sarana jalan juga sekarang sudah bagus, hanya sebagian kecil masih ada lubang - lubang lewat Pekan Sidamanik tapi not bad lah. Karena tidak separah waktu perjalanan kami ke Tigaras pada tagun 2016. Lewat Perkebunan Nusantara IV Kebun Toba Sari kami menyaksikan ada pekanan atau pasar yang digelar. Biasa disini aktifitas pasar seminggu sekali yang dikenal dengan nama Pekanan. Kalau di Sidamanik Pekanan pada hari Jumat, di Pematang Raya Pekanan hari Sabtu, Saribu Dolok Pekanan hari Rabu. Biasanya pedagang dari P. Siantar akan datang dan membuka lapak di kios - kios di Pasar Kecamatan atau Pasar Desa daerah - daerah tersebut. Namun aku tidak sempat mengabadikan aktifitas pekanan tersebut.
Perjalanan kami lanjutkan, sepi sepanjang perjalanan. Sesekali berpapasan dengan bus umum dan mobil - mobil lainnya namun masih terasa senyap. Lewat Pematang Sidamanik jalanan lebih sunyi lagi. Ada truck yang mengangkut kayu yang melintas di depan mobil yang membawa kami dalam muatan kosong. Armada yang kami naiki akan menyalip truck tersebut, namun nahas bamper depan menyenggol bak belakang truck, sempat terjatuh bamper depan mobil yang kami tumpangi namun tidak menimbulkan kerugian yang berarti dan kami juga semua dalam keadaan selamat tanpa kurang apapun. Alhamdulillah
![]() |
| sedang memperbaiki bemper yang nyenggol truk |
![]() |
| suasana jalan yang sunyi sepi |
Setelah diperbaiki bamper yang lepas,perjalanan kami lanjutkan kembali. Jalanan masih sunyi dan matahari mulai naik ke peraduan. Udara masih terasa dingin, sekitar 20 menit kami pun sampai ke Bukit Simarjarunjung. Oh ya nanti pada saat di ujung ada terdapat pertigaan. Kalau ke kanan menuju ke P. Raya melalui Tigaras dan ke kiri menuju ke Parapat dan lurus menuju ke Simarjarunjung.
Panorama Danau Toba sudah terpampang indah, kami teruskan perjalanan menuju puncak yang lebih tinggi, jalanan sudah bagus dan tidak berlubang dan semakin ke atas panaorama semakin cantik dan indah. Subhanallah, terima kasih ya Allah ya Robb.
Banyak terdapat tempat - tempat yang dikelola masayarakat sekitar dengan menyajikan wahana dan tempat - tempat foto yang benar - benar instagible. Panorama yang indah didukung dengan cuaca yang cerah. Masih pagi sekitar pukul 08.00 WIB lewat kami sampai disini. Hembusan dan semilir angin yang dingin menambah keindahan pemandangan disini.
Kami berhenti di puncak tapi tidak sampai ke puncak pemancar TVRI. Panorama pagi hari yang benar - benar indah. Masuk ke tempat tersebut dikenakan tarif Rp. 10.000,- per orang dan tidak kena biaya parkir lagi dan boleh foto - foto sepuasnya di wahana - wahana yang tersedia. Sayang di Bukit Simarjarunung belum terdapat sarana penginapan.
![]() |
| Suasana pagi di Bukit Simarjarunjung |
![]() |
| di salah satu wahana |
![]() |
| pagi di Bukit Simarjarunjung |
![]() |
| sangkar burung |
Puas di Puncak Simarjarunjung kami akhirnya turun menuju tempat Bukit Indah Simarjarunjung. Bekas kawasan hutan cemara yang kini dikelola dengan aneka wahana foto dengan latar belakang Danau Toba. Juga wahana - wahana foto yang menantang andrenalin. Masuk ke lokasi Bukit Indah Simarjarung dikenakan tarif Rp. 30.000,- per mobil dan tidak dikenakan biaya masuk per orang. Murah kan.....
Hanya saja bagi yang ingin berfoto - foto di wahana - wahana foto akan dikenakan tarif seperti menaiki sepeda awan akan dikenakan tarif sebesar Rp. 20.000,-
Dan inilah foto - foto kami di Bukit Indah Simarjarunjung.
![]() | |
| sepeda awam |
Hari menjelang siang, akhirnya kami pun beranjak meninggalkan Bukit Simarjarunjung karena akan melanjutkan perjalanan pulang ke Medan. Perjalanan pulang disambut dengan langit yang mulai mendung dan belum sampai di Simpang Sidamanik hujan turun dengan derasnya sampai. Benar benar deras. Nasib baik sewaktu di Simarjarunjung cuaca bersahabat dengan kami.
Senin, 01 Oktober 2018
FUNLAND MIKI HOLIDAY KESERUAN BARENG KELUARGA
Minggu pagi, 30 September 2018 kami berangkat dari rumah tujuan ke Berastagi. Bertiga aku, istriku dan anakku. Setelah mandi, sarapan dan berkemas kami pun meninggalkan rumah untuk berangkat menuju ke Simpang Pos Padang Bulan. Angkot yang kami tumpangi mesti berpindah pindah karena tidak ada angkot yang langsung dari rumah kami menuju ke Padang Bulan.
Akhirnya angkot KPUM 70 lewat juga dari depan gang rumah kami. Kami pun bergegas naik angkot tersebut. Sampai di Pasar III Marelan angkot bermaksud mengisi BBM, selesai mengisi BBM, nasib sial angkot mogok dan kami dorong beramai - ramai tapi mesin gak juga menyala. Akhirnya kami putuskan tukar angkot saja menuju Pasar I dimana angkot Wampu Mini 110 ngetem dengan tujuan Pancur Batu. Tak lama angkot 110 pun datang dan kami bergegas naik untuk tujuan ke Simpang Pos Padang Bulan dimana bus bus tujuan ke Berastagi ngetem atau pusat pangkalan bus - bus arah tujuan Berastagi, Kaban Jahe, Dairi dan tujuan ke arah Sidikalang dan Tapanuli. Perjalanan dari Marelan ke Padang Bulan hampir satu jam.
![]() |
| permainan seru |
Lebih kurang 1 jam perjalanan, akhirnya sampai di Simpang Pos Padang Bulan, bus Sinabung baru saja berangkat dan kami akhirnya naik bus berikutnya. Tak sampai 15 menit selang waktu dari bus Sinabung yang berangkat tadi bus kami pun berangkat menuju Berastagi. Cuaca kurang begitu cerah tapi tidak hujan, hanya mendung saja. Perjalanan pun berlanjut. Cuaca dingin daerah pegunungan atau dataran tinggi sudah mulai terasa begitu memasuki kawasan Sembahe. Bus melaju dengan kencang, kabut tebal turun mulai dari kawasan Sibolangit. Aku berdoa semoga hujan tidak turun karena kalau hujan turun wahana di Funland Mickey Holidaya tidak akan dimainkan. Bus Sinabung melaju dengan kencang, memotong mobil mobil yang jalan di depannya dan bahkan melewati Bus Sinabung yang lebih dahulu jalan dari Bus Sianbung yang kami tumpangi.
Sepanjang perjalanan kami menyaksikan monyet - monyet yang tinggal di kawasan TAHURA turun ke jalan untuk tebar pesona bagi pengguna jalan raya Medan - Berastagi. Lebih kurang 1 jam perjalanan akhirnya kami sampai di Funland Mickey Holiday. Oh ya tarif ongkos bus dari Medan ke Berastagi kami sebesar Rp. 10.000,- ( sepuluh ribu rupiah ) per orang.
Sampai di Funland kami pun masuk ke ticket box untuk membeli tiket masuk yang sudah termasuk tiket terusan ke seluruh permainan. Nasib baik kami hari ini pembelian melalui Kartu Debit dan Kartu Kredit dari Bank Mandiri mendapat potongan Rp. 20.000,- ( dua puluh ribu rupiah ) dari harga tunai Rp. 100.000,- ( seratus ribu rupiah ). Jadi kami cukup bayar Rp. 80.000,- x 3 orang sehingga total yang kami bayar hanya Rp. 240.000,- ( Dua ratus empat puluh ribu rupiah ), bisa hemat Rp. 60.000,- ( enam puluh ribu rupiah ) buat ongkos pulang Berastagi - Medan ini. Kami pun akhirnya berjalan menuju pintu masuk ke Funland Mickey Holiday
![]() | |
| koridor menuju pintu masuk Funland Mickey Holiday |
![]() |
| pemandangan lalu lintas jalan raya dari Berastagi ke Medan dari koridor Funland Mickey Holiday |
Kami pun berjalan menuju pintu masuk ke wahana, pengunjung sudah mulai ramai dan terus berdatangan. Dan aku lihat ada perusahaan besar yang mengadakan kegiatan " Employee Gathering " di Funland Mickey Holiday.
Melalui pintu pemeriksaan dan setelah dicheck kami pun di perkenankan masuk dan bermain di wahana yang tersedia. Dan keseruan pun bermula
![]() |
| menuju pintu masuk |
Memasuki zona permainan dan wahana disempatkan untuk berfoto - foto di sekitar pintu masuk.
Di depan pintu masuk kami disambut oleh para pegawai dengan ramah, dan kami pun bergegas ke wahana - wahana yang ada. Di dekat pintu masuk kami lihat wahana yang tidak banyak yang ngantri, maka aku dan anakku segera masuk ke wahana tersebut dan ternyata wahana tersebut bikin kita spot jantung dan disinilah keseruan bermula.
Pertama - tama wahana bermain dengan aman, setelah itu kita diguncang - guncang dan diayun kuat - kuat dan terbalik. Jeritan dari orang - orang yang menaiki wahana pun saling sahut - sahutan termasuk anakku yang menjerit dan minta tolong. Turun dari wahana serasa sendi sendi lemas semua. Benar - benar memacu andrenalin.
![]() |
| awal permainan di wahana sudah mencoba yang menantang |
Kami mengelilingi zona dan mencoba wahana - wahana yang tersedia dan memang tidak semua kamu coba apalagi zona - zona yang extreme. Memasuki waktu sholat dzuhur kami pun sholat lebih dahulu setelah itu makan di restoran cepat saji yang desain bangunan menyerupai kapal.
Di sekitar area, bunga - bunga tertata rapi dan cantik serta pohon - pohon yang terpelihara. Beberapa zona kami mainkan, namun cuaca kurang bersahabat dan akhirnya turun hujan lebat dan wahana pun dihentikan. Zona roller coaster yang melewati jalan - jalan berair tetap dimainkan namun antrian banyak, saat hujan sudah berkurang kami pun duduk di restoran menunggu hujan reda dan masuknya waktu sholat ashar.
Selesai sholat ashar kami pun meninggalkan Funland Mickey Holiday dengan sejuta kebahagiaan yang masih tersisa. Perjalanan kami lanjutkan ke Kota Berastagi. Dan jika ada masa dan keluangan financial kami akan mengunjungi tempat ini lagi. Insya Allah.
Langganan:
Postingan (Atom)

























