Rabu, 31 Maret 2021

TJONG AFIE MANSION DALAM FOTO

Biarlah foto foto yang akan berbicara dan bercerita tentang tempat ini

1. Meja di sisi tempat tidur Tjong Afie

 
 

3. Koper dan baju yang pertama kali dibawa oleh Tjong Afie dari China saat merantau ke Medan

 

4. Pintu pembatas antara ruang tamu dan ruang terbuka di tengah - tengah bangunan


 

5. Masih di lokasi yang sama


6. Iklim tropis di Medan maka desain bangunan dibuat banyak jendela sebagai salah satu trik untuk memberikan rasa nyaman dengan banyaknya sirkulasi udara

7. Jendela - jendela di lantai dua Mansion Tjong Afie



8. Mansion Tjong Afie terlihat dari halaman depan

9. Meja kerja dan alat hitung hitung tradisonal sebagai sarana pembantu dalam bekerja. Meja kerja ini terletak di kamar tidur utama

 
10. Masih di sekitar meja kerja
 
11.  Mesin jahit dari Nyonya Tjong Afie
12. Foto Saudagar Tjong Afie dan Nyonya
13. Jam dinding
14. Meja rias yang terdapat di kamar tidur utama
15. Timbangan digital
16. Koper dan baju yang dibawa dari China saat merantau ke Medan
17. Koper dan box
18. Suasana di ruang makan
19. Beberapa figura keluarga yang terpajang di dinding mansion
20. Masih di ruang makan
21. Peralatan makan asli dari China
22. Tangga menuju lantai dua
23. Figura - figura yang menandakan pada keadaan suatu masa
24. Bangunan utama dilihat dari bangunan sayap samping
25. Salah satu kamar dari kerabat Tjong Afie
26. Sudut kamar tidur salah satu kerabat Tjong Afie
27. Ruang terbuka yang berfungsi taman antara bangunan induk dan bangunan sayap kiri
28. Masih di taman samping
29. Dinding - dinding yang dihiasi foto - foto keluarga
30. Di lantai dua, pagar tersebut adalah pembatas antara ruang private keluarga Tjong Afie dan ruangan yang boleh dikunjungi oleh orang awam
31. Salah satu sudut ruangan tempat salah seorang kerabat dan keturunan dari Tjong Afie menyimpan piala - pila dari kejuaraan yang diikutinya
32. Sendok perak


34. Lantai dua, jendela yang menghadap ke luar Jalan Ahmad Yani, Kesawan, Medan
35, Menikmati kawasan Kesawan dari lantai dua Mansion

36. Ruangan terbuka yang luas di lantai dua sebagi tempat berdansa
37. Kawasan Kesawan dari lantai dua Mansion Tjong Afie
37. Halaman depan Mansion
38. Taman di halaman depan
39. Ornamen jendela di lantai dua mansion
40. Lantai dua Mansion yang luas dengan lantai kayu yang hangat
41. Figura di lantai dua
42. Kursi dan meja yang besar di lantai dua sepertinya berfungsi sebagai tempat berkumpul keluarga



43. Sofa yang terdapat di lantai dua terletak di sayap samping. Ruangan terbuka dengan cahaya matahari menambah keindahan bangunan ini. Tempat santai sambil menikmati teh di kala sore hari
44. Salah satu sofa lain di lantai dua
45. Tangga turun dari lantai dua terdapat di sisi kanan dan kiri sayap bangunan menuju bangunan utama

46. Salah satu lukisan minyak di dalam Mansion Tjong Afie
47. Pilar yang terdapat di bangunan utama dan bangunan sayap
48. Ornamen keramik lantai di ruang terbuka yang menghubungkan bangunan sayap dan bangunan utama
49. Banyak pintu - pintu penghubung antara ruangan satu dengan ruangan lainnya
50. Ngaso
51. Peralatan masak tradisional, gilingan tepung dan tahu serta bumbu
52. Perabot dapur : rantang, thermos dan timbangan serta teko
53. Tungku tempat masak, salah satu yang masih bertahan di Mansion Tjong Afie. Memasak dengan menggunakan kayu bakar
54. Koridor bangunan sayap kiri Mansion Tjong Afie
55. Masih di taman samping, cahaya matahari yang langsung menembus karena bangunan keadaan terbuka. Bangunan utama dan bangunan sayap samping terdapat koridor dan tidak tertutup atap
56. Silsilah keluarga besar Tjong Afie
57. Di ruang tamu bangunan induk dengan latar foto Tjong Afie
58. Masih di lokasi yang sama dengan gaya yang berbeda
59. Mengisi daftar tamu
60. Daftar kunjungan

61. Di ruang tamu, bangunan utama

62. Perabot dengan nilai seni ukir yang tinggi
63. Tangga menuju lantai dua dari bangunan sayap kanan


54. Bangunan mansion dari depan

65. Prasasti yang menandakan bahwa Mansion Tjong Afie telah ditetapkan sebagai cagar budaya Kota Medan
66. Di ruang tamu bangunan utama
67. Foto Tjong Afie yang terapat di ruang utama, ruang tamu
68. Salah satu foto dari Sultan Deli yang menandakan eratnya hubungan Tjong Afie dengan Kesultanan Deli pada masa itu
69. Kura - kura di meja kayu. Salah satu ornamen penting dalam budaya masyarakat Thionghoa
68. Patung emas di salah satu meja, ornamen penghias ruangan agar lebih indah dan hidup
70. Piano di sudut ruangan utama Mansion
71. Sekat ruangan dengan ornamen kayu dan ukiran tangan
72. Guci hias yang diletakkan di atas meja berukir

Rabu, 24 Maret 2021

HARANGGAOL HORISON SISI LAIN MENATAP KEINDAHAN DANAU TOBA

 Danau Toba senantiasa indah dipandang dari sudut manapun. Kali ini aku mencoba menikmati keindahan Danau Toba dari sisi lain. Ya!!!!! Aku ingin menikmati Danau Toba dari Haranggaol Horisan saat ini.

Sabtu, 26 Desember 2020 tepatnya kami sekeluarga berangkat menuju ke Haranggaol Horison. Suatu kecamatan yang terdapat di Kabupaten Simalungun dengan jalan atau rute ke arah menuju Kaban Jahe Kabupaten Tanah Karo.

Hari itu, malam sebelumnya dan hari sebelumnya pada tanggal 25 Desember 2020 suasana kabupaten Simalungun hujan dan pagi pada tanggal 26 Desember masih diselimuti hujan rintik - rintik dan cuaca mendung tebal. Malamnya kami kami menginap di rumah saudara kami di Batu XX Desa Sigodang, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun. Setelah selesai sarapan kami pun bergegas dan berkemas untuk menuju Haranggaol Horisan. Ini adalah perjalananku yang pertama ke Haranggaol.

Pada tahun 1980an dan 1990an Haranggaol Horison sangat populer menjadi kunjangan wisatawan, baik lokal dan mancanegara. Di sini sering diadakan pesta rakyat Rondang Bintang dan perlombaan permainan rakyat yang melombakan berbagai cabang dan permainan tradisional sekabupaten Simalungun.

Aku ingat masa - masa Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama, kawan - kawanku yang aktif dan berprestasi dalam bidang olahraga sering mengikuti Pesta Rakyat & Pertandingan Olahraga serta Permainan Tradisional pada meoment Rondang Bintang Event di Haranggaol Horison.


 Perjalanan pun dimulai, cuaca sepertinya mulai bersahabat. Hujan tak lagi turun, matahari mulai menunjukkan rona cahayanya namun mendung masih menggelayuti. Melewati Desa Simpang Sigodang, Merek Raya dan Pematang Raya jalanan masih bersahabat, bolehlah dikatakan baik. Selepas Pematang Raya mulailah jalan - jalan yang berlubang. Armada pun bergerak lambat menghindari lubang - lubang di sepanjang jalan. Yang lebih parah memasuki kawasan Tiga Runggu dan seterusnya sampai di Simpang Haranggaol Horisan

Menuju ke kawasan ini tidak terlalu sulit, sudah ada  penunjuk jalan dan arah. Memasuki Simpang Haranggaol Horisan kalau dari arah P. Siantar kita belok kiri namun kalau dari arah Kaban Jahe kita belok kanan. Nah jalan dari Simpang Haranggaol sampai ke tepi Danau Toba termasuk mulus dan bagus. Namun jalanan sempit karena ini merupakan jalan kabupaten. Jalan yang berkelok - kelok ditemani perbukitan dan jurang  - jurang. Jika kita perhatikan Haranggaol Horison ini seperti wilayah dalam kuali. Menuju ke dataran rendah dari arah perbukitan ditengahi oleh hutan - hutan pinus dan kawasan perladangan.


Dari kejauhan nampaklah oleh kita kawasan pemukiman masyarakat seperti di dasar kuali, karena sekelilingnya dikelilingi oleh hutan pinus dan perladangan. Kalau kita perhatikan tanaman yang dominan di Haranggaol ini adalah bawang merah.

Sepanjang jalan rute yang kami lalui termasuk sepi dan jarang sekali berpapasan dengan kendaraan lainnya baik berupa armada mobil atau sepeda motor. Sama sekali kami tidak berpapasan dengan bus umum. Sesekali berpapasan dengan armada yang membawa hasil ikan dari kerambah - kerambah yang banyak dijumpai di sisi Danau Toba.

Jalanan benar - benar sepi, namun sebenarnya disini letak kenikmatan perjalanan itu jauh dari kemacetan lalu lintas.

Di sisi jalan mendekati kawasan pemukiman penduduk terdapat hotel dan kolam renang tepatnya di sekitar Penatapan Haranggaol. Jadi bagi siapa yang ingin menginap di Haranggaol tidak perlu risau karena telah tersedia akomodasi dan sarana penginapan. Tidak hanya satu tempat saja, namun ada beberapa hotel dan wisma di kawasan Haranggaol Horison. Walaupun belum termasuk kategori Bintang Dua atau Bintang Tiga.
Benar - benar indah, dan jalanan yang berkelok - kelok semakin menambah keindahan dan sensasi perjalananan.
Dan yang lebih indah lagi, di sekitar Penatapan Haranggaol Horisan terdapat air terjun yang indah. Aku tidak tau nama air terjun ini. Walaupun air terjunnya tidak sebesar Air Terjun Sipiso - Piso namun makin memperindah setiap sudut perjalanan. 
 
Perjalanan pun dilanjutkan kembali, menuju kawasan tepi Danau Toba. Sempat kami berhenti di Penatapan Haranggaol. Di kawasan ini mendung masih menggelayuti dan menenmani setiap perjalanan kami.
Awan kelabu masih berarak di sekitar Danau Toba. 
 
Akhirnya kami pun sampai di sekitar Danau Toba. Melewati dermaga kapal dimana kami lihat berbagai kapal yang siap mengangkut dan mendistribusikan hasil kerambah para nelayan di Haranggaol. Kamipun menikmati keindahan Danau Toba di sekitar bibir pantai dan pasir putih danau. Terdapat beberapa kios di sekitarnya dan kami menyewa tikar tempat kami beristirahat dan menghabiskan bekal yang kami bawa tadi untuk mengisi perut kami menyantap makan siang.
Dan inilah beberapa foto yang sempat aku abadikan di sekitar Haranggaol Horison. Semoga suatu masa nanti bisa kembali berkunjung jika akaomodasi jalan raya telah lebih baik lagi. Semoga.














Rabu, 24 Februari 2021

"MATAHARI" ERROS DJAROT INTERPRETASI DI TENGAH PANDEMI

 Mendengarkan lagu - lagu di Album "BADAI PASTI BERLALU"  yang keseluruhannya bagus dan indah aku terkesima dengan single 'MATAHARI" karya ERROS DJAROT.

Berikut liriknya 


Musim berlalu resah menanti

Matahari pagi bersinar gelisah 

Kini semua bukan milikku

Musim itu telah berlalu

Matahari segera berganti

 

Dimana kau timbun daun yang layu

Makin gelisah aku menanti matahari

Dalam rindang kabut pagi

Sampai kapankah aku harus menanti

 

Awan yang hitam tenggelam dalam dekapan

Daun yang layu berguguran di pangkuan

Kapan badai pasti berlalu

Resah aku menunggu

Kapan badai pasti berlalu

Badai pasti berlalu

Sumber foto : Google
 

 Aku merasakan lagu ini yang merupakan karya Mas Erros Djarot sangat mewakili kondisi saat ini dimana dunia semua lagi dihantam badai pandemi COVID 19. Dan berikut interpretasiku terhadap bait - bait syair di lagu MATAHARI ( Mohon maaf jika interpretasinya jauh dari dari kata "benar" )

Matahari adalah sebuah harapan yang dinanti - nanti, dalam ketidak pastian  dan penuh kecemasan. "Musim berlalu resah menanti" menggambarkan bagaimana musim telah berlalu namun kita masih diliputi keresahan dan penantian yang belum berujung kapan badai ini segera berakhir. Sudah lebih setahun pandemi ini namun belum menunjukkan tanda tanda grafik penurunan.

Matahari pagi bersinar gelisah, bagaimana harapan itu belum muncul hingga saat ini. Pasien yang terus bertambah dan korban yang terus berjatuhan setiap hari. Setiap hari kita melihat berita pertambahan pasien yang terpapar dan berubahnya kebiasaan hidup demi mencegahnya terpapar virus tersebut namaun rasa cemas tak juga hilang.

Ketika takdir Allah  hadir, kita tidak ada apa - apanya dan tak bisa apa apa "kini semua bukan milikku, musim itu telah berlalu". Hanya pasrah pada Sang Khalik semoga " musim itu telah berlalu, matahari segera berganti". Harapan, harapan serta doa terus kita panjatkan semoga badai pasti berlalu

Berharap ada secercah harapan dengan ditemukan vaksin "Dimana kau timbun daun yang layu, makin gelisah aku menanti matahari, dalam rindang embun pagi, sampai kapankah aku harus menanti". Kita berharap adanya   vaksin untuk menangkal penyebaran virus covid, namun masih banyak menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat akan keefektifan vaksin tersebut.


Awan yang hitam tenggelam dalam dekapan

Daun yang layu berguguran di pangkuan

Bagiku lirik ini mewakili  kondisi kita saat ini, dalam kepanikan dan ketakutan dan ketidak pastian. Setiap hari mendengar jumlah pasien yang positif bertambah, bahkan meninggal dunia. Entah itu sahabat, rekan kerja, handai tolan dan kerabat dan entah siapa lagi di belahan bumi lain. Kapan badai pasti berlalu, resah aku menunggu, kapan badai pasti berlalu. Badai pasti berlalu.  Inilah pertanyaan dan harapan yang selalu menggayut dalam pikiran dan hati kita semoga badai ini segera berlalu dan kita dapat menikmati kembali dunia dengan perasaan tenang dan normal sebelum pandemi covid ini melanda. Entahlah..................Mari kita berserah diri kepada Sang Maha Kuasa pemilik alam semesta dan segala isinya dan tak henti - hentinya memohon dan memanjatkan doa agar badai ini segera berlalu.

Marilah kita berpikir positif dan bertindak positif agar dapat menekan laju penyebaran dan pengembangan virus covid 19. Semangat dan teruslah berdoa

 




Jumat, 22 Januari 2021

SEHAT BERSAMA MANDIRI INHEALTH

Di tengah situasi pandemi covid 19 yang melanda seluruh dunia saat ini menjaga kesehatan adalah hal yang mutlak dan mesti dilakukan. Kondisi dimana kita tidak tahu kapan akan berakhirnya pandemi ini, membuat kita harus selalu awas dan mawas terhadap kesehatan diri dan keluarga. Menjaga kesehatan dan mengikuti protokoler kesehatan menjadi hal mutalk yang mesti kita lakukan dimanapun, kapanpun. Tidak ada tawaran lain. Hanya itu salah satu wujud dari kita untuk segera memutus mata rantai penyebaran covid 19 

 

 


Menjaga kesehatan adalah salah satu wujud nyata untuk diri kita dan keluarga agar kita senantiasa fit. Dengan tubuh yang sehat kita bisa lebih produktif dan mampu menciptakan dan mewujudkan ide - ide yang dapat digagas dan dilaksanakan.

Tidak hanya itu saja dengan tubuh yang sehat produktifitas meningkat dan dengan  semakin meningkatnya produktifitas tentunya akan memberikan profit bagi diri kita pribadi dan tentunya bagi perusahaan ataupun instansi, lembaga tempat kita bernaung mencari nafkah.

Bila kita mampu melakukan tindakan pencegahan tentu akan lebih bernilai daripada tindakan pengobatan. Karena tindakan pengobatan tentunya membutuhkan biaya tidak sedikit dan waktu yang lebih panjang tentunya. Sekarang kita mau pilihan yang mana. Tentunya kita pasti semua memilih tindakan preventif kan????

Nah...salah satu cara untuk menjaga kesehatan tentunya kita membutuhkan perlindungan atau proteksi kesehatan. Karena sakit itu tidak enak dan tentunya akan banyak menguras kantong kita. Banyak lembaga atau asuransi yang memberikan penawaran - penawaran yang menarik tentunya, namun bagaimana kita bijak memilih.

Tentunya pilihan kita adalah yang memberi manfaat lebih dan memberikan nilai ekonomis yang lebih baik lagi. Sekarang pilihan  ada di tangan kita.

Asuransi pun ada yang khusus untuk individu atau personal dan ada yang untuk group atau perusahaan/badan usaha. Berdasarkan pengalaman yang aku alami dimana perusahaan tempat aku bekerja telah lebih 15 tahun kerjasama dengan salah satu perusahaan asuransi terkemuka di Indonesia yaitu PT. ASURANSI JIWA INHEALTH INDONESIA atau sekarang lebih populer dengan brand MANDIRI INHEALTH.

Ya.....sebelum menjadi PT. ASURANSI JIWA INHEALTH INDONESIA, dahulunya bernama PT. ASKES. Perusahaan tempat aku bekerja telah bergabung dengan PT. ASKES sejak tahun 2006 kemudian pada tahun 2009 mulai berdiri anak perusahaan PT. ASURANSI JIWA INHEALTH INDONESIA  dan perusahaan tempat aku bekerja  pun bergabung dengan PT. ASURANSI JIWA INHEALTH INDONESIA sampai dengan saat ini. Dan seiring berjalannya waktu saat ini lebih dikenal dengan MANDIRI INHEALTH

Manfaat apa saja yang aku dan karyawan lain dapatkan sehubungan dengan Perusahaan tempat kami bekerja memilih MANDIRI INHEALTH sebagai lembaga asuransi pilihan??

Banyak yang  dapat kami peroleh dari asuransi MANDIRI INHEALTH tersebut, bukan hanya tindakan preventif saja namun juga tindakan pengobatan bahkan operasi besar pun ditanggung oleh pihak PT. ASURANSI JIWA INHEALTH INDONESIA jika kami mengalami sakit ataupun harus rawat inap di Rumah Sakit, selain itu kami pun masih dapat melakukan reimbursment untuk kasus - kasus tertentu yang tidak ditangani oleh provider MANDIRI INHEALTH  sesuai dengan kesepakatan yang telah disetujui bersama.

Manfat -  manfaat yang aku dan karyawan dapatkan  dengan adanya kerjasama tempat aku bekerja dengan MANDIRI INHEALTH yaitu :

1. RAWAT JALAN TINGKAT PERTAMA

2. RAWAT JALAN TINGKAT LANJUTAN

3. RAWAT INAP

4. RAWATAN AKIBAT KECELAKAAN LALU LINTAS

5, MANFAAT PERSALINAN

6. NILAI GANTI SUPLEMEN

Selain itu dalam mendapatkan pelayanan oleh MANDIRI INHEALTH tidak ada istilah limit pelayanan. Kami sebagai peserta dan anggota keluarga berhak mendapatkan pelayanan sampai sembuh berapa pun banyaknya hari - hari yang mesti dihabiskan untuk tindakan rawat inap dan tidak hanya terbatas pada satu jenis penyakit saja.

Dengan adanya jaminan seperti ini tentunya aku sebagai Karyawan dan Kepala Keluarga merasa nyaman untuk bekerja dan tidak harus pusing memikirkan biaya kesehatan ataupun harus menyisihkan uang untuk tabungan kesehatan karena sudah diproteksi sepenuhnya oleh MANDIRI INHEALTH.

Selain itu untuk rawat jalan tingkat pertama banyak dokter - dokter dan klinik - klinik yang bekerja sama sehingga kami bebas memilih sesuai dengan domisili kami dan juga dokter spesialis yang menjadi rujukan jika diperlukan tindakan rawat jalan tingkat lanjutan.

Aku selalu berharap MANDIRI INHEALTH senantiasa mampu memberikan pelayanan prima kepada peserta dan terus meningkatkan mutu pelayanan. Aku sadar kesehatan itu sangat mahal, maka itu marilah kita selalu menjaga kesehatan dan selalu bermohon kepada ALLAH SWT agar senantiasa diberikan kesehatan.

Dengan adanya proteksi kesehatan dari MANDIRI INHEALTH aku tentunya lebih tenang menjalani hari - hari dan jauh dari rasa kuatir jika suatu saat jatuh sakit.

Teruslah memberikan layanan terbaik untuk peserta dan teruslah menjadi Asuransi terdepan di Indonesia.

MARI SEHAT BERSAMA MANDIRI INHEALTH. 

 


Jumat, 08 Januari 2021

STATUE OF DEWI KWAN IM, JELAJAH KOTA P. SIANTAR

 

Februari, 2020 saat Corona belum merebak di Indonesia aku menyempatkan kunjungan ke kota Pematang Siantar, wilayah kelahiran sekalian memenuhi undangan sahabat masa sekolah di SMP dulu, tepatnya sahabatku di SMP Negeri 2 Pane Tongah walau kini telah berubah menjadi SMP Negeri 1 Panombean Pane. Berangkat dari Medan pada hari Sabtu melalui rute Medan - Kaban Jahe aku menuju ke lokasi tempat sahabatku untuk mengadakan resepsi pernikahan anaknya tepatnya di Desa Batu XX Kecamatan Pane dengan ditemani hujan sepanjang Medan sampai ke Berastagi. Sampai ke Kaban Jahe hari telah sore. Oh ya aku berangkat dari Medan selepas pulang kerja. 

Sampai di Kaban Jahe cuaca cerah namun telah sore. Aku segera mencari bus tujuan Pematang Siantar dari terminal bus di Kaban Jahe. Bus SIMAS telah siap sedia untuk mengantar keberangkatanku dengan tujuan kota Pematang Siantar. Sepanjang perjalanan terhampar kebun kebun sayur petani sepanjang jalan yang siap panen maupun yang baru mulai tanam. Tanaman kentang, kol, tomat, dan bermacam - macam sayuran terhampar sepanjang perjalanan di Kabupaten Karo. 

Kalau kita ke Pematang Siantar melalui rute Kaban Jahe kita akan melewati beberapa kabupaten kota di awali dengan Kota Medan, berlanjut ke Kabupaten Deli Serdang, melintasi Kabupaten Karo dan selanjutnya Kabupaten Simalungun baru masuk ke Kota Pematang Siantar.

Memasuki Kabupaten Simalungun mulai disambut dengan jalanan yang rusak walaupun belum rusak parah sehingga bus mengurangi kecepatannya. Lewat Maghrib dan menjelang Isya aku baru sampai ke lokasi resepsi pernikahan anak dari sahabatku. Aku segera menuju ke lokasi acara dan malamnya aku menginap di rumah saudaraku di Batu XX.

Keesokan paginya cuaca bersahabat dan aku pun bersiap - siap untuk kembali ke Medan. Namun kali ini aku tidak lewat Kaban Jahe lagi melainkan dari jalur Pematang Siantar - Tebing Tinggi - Medan. Dan aku beruntung karena keponakanku menawarkan untuk mengantarkan aku ke terminal bus PO INTRA di kota Pematang Siantar tepatnya di belakang Pajak Palapa dahulu kami menyebutkan atau kalau sekarang dikenal sebagai Ramayana Departement Store.

Lewat Simpang Empat melalui jalan Karo aku melihat Vihara Avalokitesva dan Satue of Dewi Kwan Im dan akhirnya kami singgah sejenak menuju ke Vihara tersebut.


Patung Dewi Kwan Im berada di Vihara Avalokitesvara yang terletak tepatnya di Jalan Pusuk Buhit Pematang Siantar Patung Dewi Kwan Im berdiri kokoh tinggi menjulang. Patung yang menggambarkan dewi welas asih dalam ajaran agama Buddha dibangun selama tiga tahun dengan ketinggian mencapai 22,8 meter.

Bila kita mengujungi Satue of Dewi Kwan IM kita akan menyaksikan beberapa umat Buddha yang berdoa di sekitarnya dengan memohon sesuai apa yang diinginkan masing - masing. 

Di sekitar Statue of Dewi Kwan Im terdapat juga patung - patung Dewa  yang terdapat pada beberapa penjuru mata angin yang posisinya di empat penjuru mata angin dimana posisi Dewi Kwan Im berada di tengah - tengah.


Dewa - dewa di sekitar statue Dewi Kwan Im

Memasuki kawasan ini tidak ada larangan untuk penganut agama lain, semua pemeluk agama diperkenankan untuk mengunjungi Vihara ini. Lapangan parkir yang luas dan tidak ada dikenakan retribusi sepeser pun. Namun harus diingat walau gratis satu hal yang penting dan harus diingat "hormati orang yang sedang beribadah dan berdoa" dan "jangan berisik" serta selalu jaga kebersihan dan jangan buang sampah sembarangan.

Nikmatilah kemegahan statue of Dewi Kwan Im dari sudut - sudut yang indah, apalagi kalau cuaca cerah dan mendukung betapa indahnya. Di depan Statue Dewi Kwan Im terdapat Vihara Avalokitesvara. Pada saat pagi aku berkunjung ke sana umat Buddha sedang melakukan ibadah dan banyak jemaat yang hadir dan berdoa bersama. Agak jauh memang vihara dengan statue Dewi Kwan Im namun masih terdengar jelas jika mereka berdoa. Jadi jangan berisik saat mengunjungi salah satu icon Kota Pematang Siantar ini.

Jelajahi setiap sudut - sudut di sekitarnya dan kita dapat melihat kolam emas yang sangat banyak ikannya. Namun jangan diusik, nikmati saja.

Berikut beberapa foto yang sempat aku abadikan saat mengunjungi Statue of Dewi Kwan In.













lalu bagaimana untuk yang menggunakan transportasi umum menuju ke lokasi ini. Sebenarnya cukup mudah saja. Dari Terminal Antar Kota di Parluasan KOta Siantar naik saja angkot menuju ke Pasar Horas atau orang sini biasa menyebut Pajak Horas. Ongkos angkot sekitar  Rp. 4.000,- sampai Rp. 5.000,-. Dari Pasar Horas dilanjutkan dengan naik becak, banyak becak mangkal di sekitar Pasar Horas ini. Ongkos becak berkisar Rp. 10.000,- - Rp. 15.000,- pandai pandai menawar dengan abang - abang becak sajalah. Nah sampailah ke lokasi tersebut.

Berdasarkan catatan statistik Patung Dewi Kwan Im yang berada di Pematang Siantar ini  merupakan patung yang tertinggi di Asia Tenggara. Menurut informasi pembuatan patung ini langsung dari China dengan bahan dasar batu granit.

Jika ada masa dan waktu silahkan kunjungi tempat - tempat wisata di Simalungun dan Kota Pematang Siantar  yang banyak ragamnya.

Enjoy your traveling and save healhty.