Jumat, 27 Mei 2022

KAPAN MENULIS LAGI

Hampir dua bulan tidak menulis!!! Kesibukan pekerjaan dan bulan Ramadhan serta Syawal 1443 H sehingga tidak sempat untuk menulis ( bukan sibuk sich .........................tapi sepertinya ide lagi mampet dan gak punya bahan untuk ditulis.  Ha ha ha ha, ngeles aja....Merasa sok sibuk !!!!! )

Akh....tak terasa Syawal pun sudah akan berakhir. Suka cita menyembut Idul Fitri dan Halal Bihalal yang masih beberapa kali dilakukan. Suasana Syawal pun masih terasa. Terakhir mengikuti kegiatan Halal Bihalal di Ikatan Alumni Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara. Halal Bihalal lintas angkatan. Ketemu dengan para senior dan adik adik tingkat semasa kuliah dahulu. Seru.........................pertemuan yang sudah sekian puluh tahun tidak pernah ketemu. Melepas kangen dan rindu.

Ternyata pertemuan - pertemuan tersebut memberi kebahagiaan.

Sekarang ini aku pun tak tau menulis dengan temanya apa. Tapi sudah dua purnama blog ini tidak di update serasa rindu lagi untuk menulis. Makanya aku datang untuk mengucapkan salam pembuka kembali untuk memulai menulis lagi. Mohon maaf kalau tulisan kok seperti gak ada makna.

Sekali lagi sebenarnya banyak yang ingin ditulis namun beberapa bahan belum terangkum secara baik, yang pada akhirnya mengurungkan niat untuk menulis lagi.


Aku sudahi tulisan pembuka sampai di sini. Walau tanpa makna setidaknya membangkitkan asa untuk mengumpulkan bahan - bahan tulisan dan pada akhirnya akan mulai menulis lagi.


Salam Idul Fitri

Mohon maaf lahir dan batin

Selasa, 01 Maret 2022

MENUNGGU PAGI

 Beberapa hari hujan tiada henti. Rinai - rinai hujan saling bersahutan, berkelebat mencurahkan airnya dari langit. Mendung senantiasa bergelayut. Awan kelabu masih menyelimuti langit yang tak membiru. Ah........rinai itu masih memburu seperti nyanyian yang tak tersentuh waktu.

Mentari pun seperti malu untuk menampakkan diri. Tak ada sinar, hanya kelabu yang menyelimuti. Saat senja menjelang rinai hujan masih terus mendatang. Bias senja dengan kelopak jingga tiada terlihat di ufuk barat. Hanya warna sendu dan kelabu.


Malam menjelang bersama rinai hujan yang tiada henti mendatang. Nyanyian katak dan suara jangkrik seperti beratur dengan partitur yang sudah tersusun dan teratur. Indah..........................walau dingin makin mendera.

Bergegas masing - masing ke peraduan bersama selimut malam yang membungkus tubuh yang menyajikan kehangatan. Namun hujan masih setia bersama sang malam. Tak ada lolongan anjing, sepertinya hewan yang satu ini pun terlelap nyaman dalam kandangnya. Malam ini hanya menyisakan suara nyanyian katak dan serangga malam saja.

Betapa sang hujan semakin melelapkan manusia - manusia dalam malam yang dingin dan syahdu. Bintang dan bulan pun tiada terlihat di peraduan. Tertutup awan tebal dalam kegelapan malam. Tak ada gemintang dan cahaya bulan.

Sepertinya bulan enggan untuk bersenandung dalam malam dengan rinai hujan yang membasah. Dan gemintang tiada menyajikan kilau cahaya di langit yang kelabu dan bisu. Hanya hujan dan gelap................

Hujan masih setia sampai menjelang fajar. Namun cahaya fajar pagi tiada terbentar di ufuk timur. Aku terbangun seiring suara adzan. Dalam pagi yang masih dingin bergegas mengambil wudhu untuk segera ke mesjid seiring dengan alunan adzan subuh di pagi yang masih bersama rinai hujan.

Hujan tinggal menyisakan rintik - rintik namun sepertinya masih enggan untuk menyanyikan rinai walau hari telah berganti dan pagi menjelang. Suara Imam Masjid pun mengimami kami dalam sholat subuh berjama'ah pagi ini. Desah bacaan - bacaan ayat - ayat Al Qur'an menyejukkan pagi ini. Sholat berjamaah pun usai.

Aku pun kembali ke rumahku, menunggu pagi dengan segelas teh hangat.

Hari masih hujan lagi .


Medan, 28 Februari 2022

Rabu, 23 Februari 2022

RINDU SELINTAS RINDU - MASA KECILMU

Perjalanan waktu tanpa terasa mengantarkanmu sudah mulai masuk usia remaja anakku. Masih tersimpan memori tentang masa - masa kecil, tentang senandung yang selalu aku nyanyikan buatmu di awal - awal pertumbuhanmu. Bagaimana memori itu akan selalu kita ingat bersama. Saat - saat rasa manja yang tergayut dalam dirimu kepada kami. Ketika kehadiran kami yang selalu ada di sisimu.


 

Kini, kau tak lagi selalu berada di sisi kami karena engkau harus menuntut ilmu dan harus terpisahkan dari kami, dari kenangan - kenangan masa kecilmu yang harus engkau tinggalkan. Kami bangga dengan pilihanmu dan lebih bangga lagi jika engkau bertanggung jawab atas pilihanmu.

Walau rindu kami senantiasa membuncah tentangmu, namun kami coba tepis agar engkau senantiasa istikomah dengan jalan pilihanmu. Karena kami yakin itu akan baik untukmu dan masa depanmu dan semoga untuk masa tua kami dan untuk bekal kami jika kami telah tiada nanti.

Waktu terus berjalan, dan engkau tumbuh semakin besar. Semoga kedewasaan akan selalu bersamamu seiring dengan pertumbuhanmu. Jadilah anak berbudi, penuh kebajikan dan senantiasa memiliki rasa simpati dan empati kepada sesamamu siapapun itu tanpa melihat derajat, warna kulit, agama dan bangsa.

Berjalanlah dengan ketaqwaan kepada Yang Maha Esa tanpa harus diperitah. Karena itu adalah tanggung jawabmu sebagai hamba.  Berjalanlah seiring dengan sesama tanpa merasa engkau lebih tinggi atau merasa lebih rendah karena pada hakekatnya kita semua adalah sama sebagai hamba.

Jauhkanlah dari sifat sombong, dengki, iri hati dan ketamakan. Selalulah ingat dengan keluargamu dan juga kerabatmu untuk jalan kebaikan dan tolonglah selagi engkau bisa menolong.

Anakku, aku menulisnya ini untukmu dan semoga kelak engkaupun membaca tentang hal ini dan yang lebih penting engkau melaksanakan nasihat - nasihat kami.

Semoga Allah SWT mengabulkan doa - doa kami sebagai orang tuamu dan semoga engkau selalu memiliki kerendahan hati dan ilmu padi.

Semoga...................................................


Medan, 24 Februari 2022

Jumat, 28 Januari 2022

MELAKA WORLD HERITAGE CITY DALAM FOTO

Setiap kali melihat foto - foto  saat kunjungan ke Kota Melaka aku selalu ingin kembali mengunjungi kota ini. Kota ini sangat berkesan bagiku walau aku telah dua kali mengunjunginya namun aku ingin kembali mengunjunginya lagi. Ada kerinduan selalu untuk menikmati jalanan kota ini.


Kota ini ditetapkan oleh UNESCO salah satu lembaga di Organisasi Perserikatan Bangsa - Bangsa sebagai warisan dunia dan harus tetap dijaga keasliannya. Aku tidak menulis banyak hanya mendokumentasikan dalam bentuk  foto - foto saja yang aku ambil saat kunjungan ke Melaka pada tahun 2016 ( sudah lama ternyata .....)