Kamis, 25 Juni 2020
KEMBARA DALAM SEPI
Aku menyusuri jalan ini
Dalam kesunyian dan kesendirian
Menapaki bebatuan
Tanpa seorang teman apalagi kawan
Aku menapaki jalan ini
Dalam kembara yang belum bertepi
Dalam desau angin yang berbisik lirih
Dalam malam yang meringkuk sedih
Kembara ini
Akankah menyisakan kisah pilu
Berbalut duka dan gundah gulana
Atau menyisakan kisah bahagia
Entahlah.............
Aku melangkah dalam kembara
Mengikuti irama bianglala
Yang mungkin hanya tinggal selaksa
Dan kembali aku menyusuri jalan ini
Dalam kembara sepi dan sendiri
Berharap makna dalam setiap langkah
Semoga esok masih tetap ada
Medan, 26 Juni 2020
Selasa, 26 Mei 2020
' ONCE IN A LIFE TIME " DIAN PRAMANA POETRA
Bagai dalam mimpi kau hadir kembali bagaikan putri
Mengajak bernyanyi menghibur hati ini yang sedang sepi
Syair dan melodi membuat ku semakin percaya diri
Untuk melangkah pasti menggapai hasrat cita - citaku
( BAGAI PUTRI, ALBUM ONCE A LIFE TIME )
Mengajak bernyanyi menghibur hati ini yang sedang sepi
Syair dan melodi membuat ku semakin percaya diri
Untuk melangkah pasti menggapai hasrat cita - citaku
( BAGAI PUTRI, ALBUM ONCE A LIFE TIME )
![]() |
| Sumber foto : Google |
Aku merasakan dirimu hadir kembali walau secara raga engkau telah tiada, karena engkau telah kembali menemui Sang Khalik.
Selepas kepergian DIAN PRAMANA POETRA menghadap Sang Khalik di pada Kamis 27 Desember 2018, pada akhirnya karya Sang Maestro masih ada dan banyak yang belum dipublis ke khalayak ramai. Dan akhirnya "ONCE IN A LIFE TIME" launching di YOUTUBE di Maret 2020 berkolaborasi dengan Direktur PT. PELINDO yang juga pernah menjabat sebagai Direktur PT. Jamsostek yakni Bapak ELVYN G. MASASSYA.
Album yang berisikan 7 single dimana pada lagu "GELISAH" dan ""MELATI DI ATAS BUKIT" dilantunkan oleh Sang Direktur. Album ini secara penataan musik lebih modern dibanding dengan album - album Dian PP sebelumnya dengan nuansa musik Dance & Jazz.
Suasana musik dance sangat terasa di lagu "Bagai Putri" dan "Galau"
Sedang di lagu "Gelisah dan Melati di Atas Bukit dengan aransemen baru dengan liukan nada - nada lewat senandung Sang Direktur.
Lantunan lembut suara Sang Maestro di lima lagu dengan suara khasnya membangkitkan romansa keindahan nada - nada pada gita yang tertulis. Sepertinya lagu - lagu di album ini berisikan 5 lagu baru dan belum pernah dirilis dan 2 lagu yang di remake dengan arransemen terbaru. Dua lagu yang di remake dan diaransemen baru disenandungkan lewat suara khas Bapak ELVYN G. MASASSYA.
Sedangkan pada lagu arau single berikut ini :
1. BAGAI PUTRI\
2. KAU
3. PROBLEMA
4. GALAU
5. PASTI
Kesemuanya dilantunkan dengan suara khas dari Sang Maestro DIAN PRAMANA POETRA.
Kini engkau telah tiada seperti di single "KINI KAU TIADA" di album " MASIH ADA" tapi hasil - hasil karyamu selalu " MASIH ADA" dan masih aku nikmati suara dan alunan musikmu dalam mengisi hari hariku.
Dan aku selalu mengagumi karya = karyamu. Semoga tenang di sisi SANG KHALIK
Selasa, 12 Mei 2020
BUKIT INDAH SIMARJARUNJUNG, MENATAP PESONA DANAU TOBA ( DALAM FOTO )
Danau Toba, darimana spot memandangnya akan menyajikan pemandangan yang indah. Danau biru dan puncak - puncak bukit menghijau dengan hutan cemara atau rerumputan yang terhampar luas di bukit - bukit yang menjulang. Apalagi jika berpadu dengan langit yang membiru.
Akh.....Danau Toba selalu menyuguhkan pesona indah yang menyejukkan mata.
Dari Bukit Indah Simarjarunjung kita akan melihat Danau Toba dari Tanah Simalungun, melewati perkebunan teh yang menghampar dari Sidamanik, Bah Butong sampai ke Toba Sari mata kita akan disajikan hamparan permadani hijau perkebunan teh milik Badan Usaha Milik Negera PTPN IV dan setelahnya kita akan menyaksikan hamparan ladang - ladang petani dengan aneka komoditi seperti kopi, mangga, alpokat dan tanaman sayur - sayuran lainnya.
Pesona Danau Toba selalu melenakan mata.
![]() |
| Hamparan Danau Toba dari Bukit Indah Simarjarunjung |
![]() |
| Wahana - wahana di Bukit Indah Simarjarunjung |
![]() |
| Melewati hamparan kebun - kebun teh milik PTPN IV |
![]() |
| Sepertinya cuaca akan bersahabat, masih pagi lagi perjalanan kali ini |
![]() |
| Awan kelabu menemani perjalanan kami, masih di kawasan Sidamanik |
![]() |
| ada sedikit musibah, mobil yang kami tumpangi menyenggol tronton |
![]() |
| jalanan yang sepi, masih pagi sekali |
![]() |
| sudah memasuki kawasan Simarjarunjung, di pagi buta |
![]() |
| awan kelabu di pagi yang sepi |
![]() |
| Danau Toba masih kelabu di pagi yang sunyi kala mentari masih malu - malu |
![]() |
| kesunyian dan keheningan berbaur dengan hawa dingin puncak Simarjarunjung |
![]() |
| Belum tampak lalu lalang pengunjung |
![]() |
| masih sepi |
![]() |
| tak ada pengguna jalan saat pagi itu |
![]() |
| menuju puncak Simarjarunjung |
![]() |
| Danau Toba dari puncak Simarjarunjung |
![]() |
| Langit mulai menyemburatkan cahya mentari |
![]() |
| kendaraan masih satu satu |
![]() |
| pagi yang masih kelabu |
![]() |
| memandang luasnya Danau Toba |
![]() |
| di atas kelopak bunga matahari |
![]() |
| pagi di Puncak Simarjarunjung |
![]() |
| jalan masih panjang |
![]() |
| penantian cinta |
![]() |
| sudah kelihatan sang surya |
![]() |
| keluargaku |
Perjalanan ditemani awan yang tebal. Bersyukur saat sampai di Simarjarunjung langit sedikit bersahabat. Sekembalinya kami dari Bukit Indah Simarjarunjung masih di kawasan Sidamanik hujan turun dengan lebat sekali menyiram bumi. Curah hujan memang selalu tinggi untuk kawasan ini dan musim penghujan lebih sering dibanding dengan musim kemarau.
Perjalanan yang senantiasa ditemani oleh alam pedesaan yang masih asri. Berharap dapat kembali berkunjung ke sini pada suatu masa nanti.
Langganan:
Postingan (Atom)





















































