Jumat, 13 Maret 2020

ZHANG NAN SELEPAS DITINGGAL ZHAO YUNLEI

ZHANG NAN,
Bagi Badminton Lover, siapa yang tak kenal sosok ini. Pemain yang lahir pada 01 Maret 1990 merupakan pemain ganda. Tidak hanya piawai di sektor ganda campuran namun juga sukses saat bermain di sektor ganda putra.
Sepak terjangnya di ajang olahraga tepok bulu angsa tidak diragukan lagi. Pemain yang masih aktif sampai saat ini merupakan Sang Penguasa di sektor ganda campuran yang benar - benar menguasai turnamen di masa jayanya. Hanya beberapa saja pemain dunia yang menjadi saingan yaitu salah satunya pasangan ganda campuran Indonesia Tantowi Ahmad/Lilyana Natsir yang mampu menghentikan sepak terjangnya di dunia tepok bulu angsa ini.

Sumber photo : Google                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          
Pemain kelahiran Beijing ini di sektor Ganda Campuran menguasai gelanggang bersama ZHAO YUNLEI dengan duduk di peringkat pertama di sektor Ganda Campuran. Tidak hanya duduk di peringkat satu saja. Bersama ZHAO YUNLEI, ZHANG NAN meraih medali emas di Olimpiade 2012 yang diselenggarakan di London dengan mengalahkan pasangan dari CHINA juga yaitu pasangan XU CHEN/MA JIN 21 - 11 21-17.
Betapa Zhang Nan cukup piawai main sebagai tukang gebuk ataupun sebagai play maker.  Dan saat bermain di sektor Ganda Putra Zhang Nan juga pernah meraih medali emas Olimpiade 2016 yang diselenggarakan di Rio de Janeiro Brazil yang saat itu berpasangan dengan FU HAIFENG dengan menundukkan pasangan Malaysia GO V SHEM/TAN WEE KIONG 16 - 21   21 - 11   23 - 21

Namun semenjak ditinggal oleh Zhao Yunlei, Zhang Nan sepertinya tidak perkasa lagi. Selepas Zhao Yunlei pensiun China telah mempersiapkan pasangan ganda campuran dengan usia yang masih muda yaitu pasangan ZHENG SIWEI/CHEN QINGCHENG dan sudah dirombak lagi menjadi ZHENG SIWEI/HUANG YAQIONG yang kini merajai posisi pertama di peringkat BWF. Selain itu China masih punya pasangan ganda campuran lainnya yaitu WANG YILYU/HUANG DONGPING yang berada di posisi peringkat dua di sektor ganda cam[uran.

Zhang Nan sempat berpasangan dengan DU YUE di sektor ganda campuran dan juga sekarang dengan LI YINHUI. Namun kiprah Zhang Nan dengan kedua pemain muda tersebut tidak bersinar dan belum pernah menggapai juara di gelaran turnamen BWF.

Di sektor ganda putra memang Zhang Nan masih sempat berprestasi. Bersama dengan LIU CHENG, Zhang Nan meraih juara dunia pada gelaran BWF World Championship 2017 dengan mengalahkan pasangan Indonesia MOHAMMAD AHSAN/RIAN AGUNG SAPUTRA 21 - 10  21 - 17

Namun sejak tahun 2018 sampai dengan 2020 Zhang Nan tidak ada lagi meraih gelar untuk sektor ganda putra dan ganda campuran untuk turnamen level BWF 300 ke atas dan hanya mampu menjadi juara di BWF 100. Sepeninggal Zhao Yunlei Zhang Nan hanya mampu duduk sebagai runner up di China Open saat berpasangan dengan Li Yinhui dan takluk dari pasangan ZhengSiwi/Huang Yaqiong.

Apakah ini pertanda kesaktian Zhang Nan sudah memudar???
Kita tunggu turnamen selanjutnya untuk melihat sepak terjang Zhang Nan seberapa jauh dia menaklukkan turnamen level atas.

Rabu, 26 Februari 2020

TENIS : BIG THREE KEJAYAAN YANG BELUM USAI

Melihat sepak terjang BIG THREE di dunia tenis rasanya suatu keniscayaan. Namun sejak dekade 2000-an sampai saat ini dan mungkin sampai 5 tahun ke depan kejayaan BIG THREE masih terlalu dominan merajai panggung tenis dunia. Ya...memang dalam tenis dunia merekalah penguasa panggung Grand Slam dengan rincian sebagai berikut :
1. ROGER FEDERER  20 gelar Grand Slam

2. RAFAEL NADAL: 19 gelar Grand Slam

3. NOVAK DJOKOVIC 17 gelar Grand Slam

Jadi secara keseluruhan BIG THREE telah mengoleksi 56 grand slam hanya tersalip oleh STANISLAW WAWARINKA dan ANDY MURRAY yang mengoleksi masing - masing dengan 3 gelar Grand Slam. 


Sumber foto : Google & ww.atptour.com
Tidak hanya di arena Grand Slam, BIG THREE juga menguasai di ATP MASTERS 1000 dengan gelar - gelas yang diraih masing - masing masih belum tertandingi oleh petenis lainnya.

Kita melihat bagaimana kekuatan, determinasi serta fokus BIG THREE untuk terus memenangi gelar di setiap pertandingan yang mereka ikuti. Hal yang patut dicontoh bagi petenis muda adalah sikap mereka yang sangat sportif. Walau bersaing keras di lapangan namun di luar arena mereka merupakan sahabat karib.
Di usia yang sudah lebih 30 tahun mereka masih menguasai panggung tenis dunia. Bagaimana arena grand slam belum tersentuh oleh petenis - petenis muda yang saat ini sudah memasuki usia 25 tahun seperti DOMINIC THIEM.

NICK KYRGIOS pernah merepotkan BIG THREE namun aragonsi dan sikap serta emosi yang belum terkendali akhirnya memupuskan harapan akan munculnya sang bintang baru di dunia tenis saat ini.
Kita lihat bagaimana dominasi Rafael Nadal di lapangan tanah liat dengan gelar yang sungguh bejibun, Roger Federer yang sangat mumpuni di lapangan rumput dan Novak Djokovic yang sangat berjaya di lapangan keras.

Awal tahun 2020 gelar Grand Slam Australia Open masih dipegang oleh Novak Djokovic yang mengandaskan petenis harapan baru Dominic Thiem. Sepak terjang BIG THREE di Grand Slam awal tahun ini masih dominan dimana Roger Federe masih sanggup mencapai babak Semifinal yang dikandaskan oleh Novak Djokovic dan Rafael Nadal yang mampu mencapai babak Perempat Final.

Kadang - kadang timbul juga rasa bosan melihat gelanggang Grand Slam masih didominasi oleh itu - itu saja yaitu BIG THREE yang mencapai Final dan meraih gelar. Memang sesekali ada petenis lain yang mencapai final namun belum dapat mengkonversi menjadi gelar juara.

Sumber foto : Google

Suatu pencapaian yang luar biasa memang atas kinerja BIG THREE di panggung tenis dunia dimana sebelumnya rekor 14 gelar Grand Slam PETE SAMPRAS rasanya tidak akan terlampau oleh petenis berikutnya kenyataan terlampau jauh dengan raihan gelas Grand Slam dari BIG THREE.

Apalagi sampai saat ini ketiga petenis ini belum menyiratkan untuk mundur dari lapangan olah raga yang membesarkan nama mereka. Boleh jadi gelar grand slam selanjutnya masih akan tetap menjadi milik para member BIG THREE. Selain itu ATP Tour Final masih didominasi oleh Roger Federer dan Novak Djokovic, walaupun Rafael Nadal belum pernah mencicipi gelar di turnament penutup tahun yang hanya diikuti oleh petenis dengan peringkat terbaik delapan.

Memang petenis muda atau young star telah berhasil menaklukkan turnament akhir tahun ini yaitu Stefano Tsitsipas yang menjuarai ATP TOUR FINAL tahun 2019 dan juga Alexander Zverev yang juga pernah merasakan sebagai juara di turnament akhir tahun ini.
Kita tunggu kiprah para petenis muda untuk menundukkan arena Grand Slam dan menundukkan dominasi dari BIG THREE.
Indonesia kapan menyusul di arena Grand Slam??? Jangan muncul jadi juara di Grand Slam Junior setelah itu layu dan tak berdaya.
Maju terus dan jayalah tenis Indonesia

Jumat, 10 Januari 2020

BAH BIAK, PERJALANAN DALAM FOTO

Menyusuri jalanan tanah dengan dikelilingi hamparan teh pada saat itu melalui jalur yang tidak biasa dilalui karena kami menggunakan transportasi umum dan berhenti di blok perkebunan teh untuk memotong jalur perjalanan.

Perjalanan yang menyenangkan walau sedikit melelahkan.


hamparan kebun teh yang menghijau

ancak - ancak yang baru dipetik pucuknya, tidak lagi manual tapi sudah menggunakan mesin pemotong

di persimpangan

persimpangan Bah Butong dan Afdeling I Sidamanik

ngaso di kamar hujan, bontotnya nyantol itu

perjalanan masih jauh lagi

gak ada ketemu orang

cuacanya cerah sekali

terus berjalan

belum nampak lagi air terjunnya

perjalanan kami

masih jauh lagi

di pertengahan jalan

si bocah sudah kepanasan

belum bertemu kawasan pemukiman karyawan

menikmati perjalanan kaki

hanya kami bertiga saja, yang satu gak nampak jadi tukang foto

hamparan kebun teh

blok - blok

cuaca bersahabat

langit biru dengan awan tipis - tipis

sudah nampak petunjuk jalannya

petunjuk jalannya sudah kelihatan


berdua dijepret intan payong

di bawah rindangnya pohon mindi

pohon mindi di tepi jalan

jalanan sepi yang kami lalui

terkenang tanah kelahiran Marjandi

jalan masih panjang

si bocah sudah kelelahan setelah dari bah damanik lanjut ke bah biak

masih strong

di bawah rindangnya pohon mindi

bergaya sejenak

ngasoh lagi

mengamati pipa air, distribusi ke pemukiman karyawan

masih ngasoh

langit biru & Banyu Biru

Langit biru dan Banyu Biru


hamparan teh nan menghijau

awan tipis tipis

sudah nampak kawasan perumahan karyawan

sudah hampir mencapai kawasan perumahan karyawan



angon

mengingatkan kegiatanku dulu di Marjandi, angon


perumahan karyawan




mulai kelelahan

mesjid di afdeling I Sidamanik

pergi mengaji

tanaman jipang

menuju ke air terjun Bah Biak


keprisan




sudah hampir sampai ke air terjun




oh...ternyata masih jauh lagi






bergembira menikmati perjalanan


sudah menuju ke air terjun

jalan menuju ke air terjun

puluhan anak tangga

sejuk terasa

jalan menuju air terjun

melewati jembatan dora


di atas jembatan bambu

air terjunnya sudah kelihatan





















Perjalanan yang melelahkan terbayarkan dengan kesejukan air terjun Bah Biak.