Selasa, 12 Mei 2020

BUKIT INDAH SIMARJARUNJUNG, MENATAP PESONA DANAU TOBA ( DALAM FOTO )

Danau Toba, darimana spot memandangnya akan menyajikan pemandangan yang indah. Danau biru dan puncak - puncak bukit menghijau dengan hutan cemara atau rerumputan yang terhampar luas di bukit - bukit yang menjulang. Apalagi jika berpadu dengan langit yang membiru.
Akh.....Danau Toba selalu menyuguhkan pesona indah yang menyejukkan mata.

Dari Bukit Indah Simarjarunjung kita akan melihat Danau Toba dari Tanah Simalungun, melewati perkebunan teh yang menghampar dari Sidamanik, Bah Butong sampai ke Toba Sari mata kita akan disajikan hamparan permadani hijau perkebunan teh milik Badan Usaha Milik Negera PTPN IV dan setelahnya kita akan menyaksikan hamparan ladang - ladang petani dengan aneka komoditi seperti kopi, mangga, alpokat dan tanaman sayur - sayuran lainnya.
Pesona Danau Toba selalu melenakan mata.

Hamparan Danau Toba dari Bukit Indah Simarjarunjung

Wahana - wahana di Bukit Indah Simarjarunjung
Melewati hamparan kebun - kebun teh milik PTPN IV

Sepertinya cuaca akan bersahabat, masih pagi lagi perjalanan kali ini

Awan kelabu menemani perjalanan kami, masih di kawasan Sidamanik
ada sedikit musibah, mobil yang kami tumpangi menyenggol tronton
jalanan yang sepi, masih pagi sekali
sudah memasuki kawasan Simarjarunjung, di pagi buta

awan kelabu di pagi yang sepi

Danau Toba masih kelabu di pagi yang sunyi kala mentari masih malu - malu

kesunyian dan keheningan berbaur dengan hawa dingin puncak Simarjarunjung

Belum tampak lalu lalang pengunjung

masih sepi
tak ada pengguna jalan saat pagi itu

menuju puncak Simarjarunjung

Danau Toba dari puncak Simarjarunjung

Langit mulai menyemburatkan cahya mentari

kendaraan masih satu satu
pagi yang masih kelabu

memandang luasnya Danau Toba

di atas kelopak bunga matahari
pagi di Puncak Simarjarunjung

jalan masih panjang

penantian cinta

sudah kelihatan sang surya

keluargaku
























Perjalanan ditemani awan yang tebal. Bersyukur saat sampai di Simarjarunjung langit sedikit bersahabat. Sekembalinya kami dari Bukit Indah Simarjarunjung masih di kawasan Sidamanik hujan turun dengan lebat sekali menyiram bumi. Curah hujan memang selalu tinggi untuk kawasan ini dan musim penghujan lebih sering dibanding dengan musim kemarau.

Perjalanan yang senantiasa ditemani oleh alam pedesaan yang masih asri. Berharap dapat kembali berkunjung ke sini pada suatu masa nanti.

Selasa, 21 April 2020

RAMADHAN 1441 H DI TENGAH BADAI COVID 19

Dunia sedang dilanda kegalauan, bukan satu dua negara melainkan lebih dari 200 negera telah terkena dampak covid 19 atau Corona Virus Disease 19, Semua negara di dunia dibuat lunglai oleh virus yang mematikan. Indonesia per tanggal 21 April 2020 sendiri sudah terdapat 7.135 orang positif Covid 19 dengan sebaran terbesar di wilayah atau Propinsi DKI Jakarta dengan jumlah positif 3.000 lebih.

Dunia tersentak, bingung dan berbagai daya upaya dilakukan guna mengurangi atau memutus mata rantai penyebaran covid 19. Dimana - mana dilakukan lockdown atau PSBB istilah di Indonesia.
Betapa besar sekali pengaruh wabah covid 19 ini. Ketakutan, kecemasan dan ketidak berdayaan menjadi satu dalam kepasrahan.
Aku juga mengalami kegelisahan dan berharap semoga wabah ini segera berlalu.

Sumber foto : Google

Berbagai anjuran untuk selalu hidup sehat dan bersih gencar didengungkan di semua media, baik media cetak, daring atau media televisi. Virus Covid 19 telah meluluh lantakkan sendi - sendi perekonmian dunia. Berimbas kepada penutupan sumber kehidupan dan rezeki. Disini ujian dari Tuhan Yang Maha Esa kepada manusia bahwa Sang Khalik adalah pemilik segalanya dan kesombongan manusia tiada apa - apanya.

Di tengah wabah yang sampai saat ini belum reda, Ramadhan 1441. Bulan penuh berkah dan rahmad bagi semuanya yang biasa disambut dengan kemeriahan dan suka cita. Namun kali ini himbauan untuk tetap di rumah saja tidak akan mengurangi keberkahan dan rahmad Ramadhan bulan penuh berkah.

Ramadhan, yang biasa diawali dengan tradisi ziarah kbur kali ini tidak ramai seperti tahun - tahun sebelumnya. Himbauan untuk tidak berkerumun dan menjauhi kerumunan menjadikan orang - orang atau masyarakat untuk tidak melakukan aktifitas di luar rumah jika tidak penting.

Aku tidak tahu lagi bagaimana tarawih di Ramadhan tahun ini, semoga wabah ini segera berlalu.
Ya ALLAH, sesunguhnya engkau pemilik kuasa dan kepa-Mu lah kami berserah diri.


Jumat, 13 Maret 2020

ZHANG NAN SELEPAS DITINGGAL ZHAO YUNLEI

ZHANG NAN,
Bagi Badminton Lover, siapa yang tak kenal sosok ini. Pemain yang lahir pada 01 Maret 1990 merupakan pemain ganda. Tidak hanya piawai di sektor ganda campuran namun juga sukses saat bermain di sektor ganda putra.
Sepak terjangnya di ajang olahraga tepok bulu angsa tidak diragukan lagi. Pemain yang masih aktif sampai saat ini merupakan Sang Penguasa di sektor ganda campuran yang benar - benar menguasai turnamen di masa jayanya. Hanya beberapa saja pemain dunia yang menjadi saingan yaitu salah satunya pasangan ganda campuran Indonesia Tantowi Ahmad/Lilyana Natsir yang mampu menghentikan sepak terjangnya di dunia tepok bulu angsa ini.

Sumber photo : Google                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          
Pemain kelahiran Beijing ini di sektor Ganda Campuran menguasai gelanggang bersama ZHAO YUNLEI dengan duduk di peringkat pertama di sektor Ganda Campuran. Tidak hanya duduk di peringkat satu saja. Bersama ZHAO YUNLEI, ZHANG NAN meraih medali emas di Olimpiade 2012 yang diselenggarakan di London dengan mengalahkan pasangan dari CHINA juga yaitu pasangan XU CHEN/MA JIN 21 - 11 21-17.
Betapa Zhang Nan cukup piawai main sebagai tukang gebuk ataupun sebagai play maker.  Dan saat bermain di sektor Ganda Putra Zhang Nan juga pernah meraih medali emas Olimpiade 2016 yang diselenggarakan di Rio de Janeiro Brazil yang saat itu berpasangan dengan FU HAIFENG dengan menundukkan pasangan Malaysia GO V SHEM/TAN WEE KIONG 16 - 21   21 - 11   23 - 21

Namun semenjak ditinggal oleh Zhao Yunlei, Zhang Nan sepertinya tidak perkasa lagi. Selepas Zhao Yunlei pensiun China telah mempersiapkan pasangan ganda campuran dengan usia yang masih muda yaitu pasangan ZHENG SIWEI/CHEN QINGCHENG dan sudah dirombak lagi menjadi ZHENG SIWEI/HUANG YAQIONG yang kini merajai posisi pertama di peringkat BWF. Selain itu China masih punya pasangan ganda campuran lainnya yaitu WANG YILYU/HUANG DONGPING yang berada di posisi peringkat dua di sektor ganda cam[uran.

Zhang Nan sempat berpasangan dengan DU YUE di sektor ganda campuran dan juga sekarang dengan LI YINHUI. Namun kiprah Zhang Nan dengan kedua pemain muda tersebut tidak bersinar dan belum pernah menggapai juara di gelaran turnamen BWF.

Di sektor ganda putra memang Zhang Nan masih sempat berprestasi. Bersama dengan LIU CHENG, Zhang Nan meraih juara dunia pada gelaran BWF World Championship 2017 dengan mengalahkan pasangan Indonesia MOHAMMAD AHSAN/RIAN AGUNG SAPUTRA 21 - 10  21 - 17

Namun sejak tahun 2018 sampai dengan 2020 Zhang Nan tidak ada lagi meraih gelar untuk sektor ganda putra dan ganda campuran untuk turnamen level BWF 300 ke atas dan hanya mampu menjadi juara di BWF 100. Sepeninggal Zhao Yunlei Zhang Nan hanya mampu duduk sebagai runner up di China Open saat berpasangan dengan Li Yinhui dan takluk dari pasangan ZhengSiwi/Huang Yaqiong.

Apakah ini pertanda kesaktian Zhang Nan sudah memudar???
Kita tunggu turnamen selanjutnya untuk melihat sepak terjang Zhang Nan seberapa jauh dia menaklukkan turnamen level atas.

Rabu, 26 Februari 2020

TENIS : BIG THREE KEJAYAAN YANG BELUM USAI

Melihat sepak terjang BIG THREE di dunia tenis rasanya suatu keniscayaan. Namun sejak dekade 2000-an sampai saat ini dan mungkin sampai 5 tahun ke depan kejayaan BIG THREE masih terlalu dominan merajai panggung tenis dunia. Ya...memang dalam tenis dunia merekalah penguasa panggung Grand Slam dengan rincian sebagai berikut :
1. ROGER FEDERER  20 gelar Grand Slam

2. RAFAEL NADAL: 19 gelar Grand Slam

3. NOVAK DJOKOVIC 17 gelar Grand Slam

Jadi secara keseluruhan BIG THREE telah mengoleksi 56 grand slam hanya tersalip oleh STANISLAW WAWARINKA dan ANDY MURRAY yang mengoleksi masing - masing dengan 3 gelar Grand Slam. 


Sumber foto : Google & ww.atptour.com
Tidak hanya di arena Grand Slam, BIG THREE juga menguasai di ATP MASTERS 1000 dengan gelar - gelas yang diraih masing - masing masih belum tertandingi oleh petenis lainnya.

Kita melihat bagaimana kekuatan, determinasi serta fokus BIG THREE untuk terus memenangi gelar di setiap pertandingan yang mereka ikuti. Hal yang patut dicontoh bagi petenis muda adalah sikap mereka yang sangat sportif. Walau bersaing keras di lapangan namun di luar arena mereka merupakan sahabat karib.
Di usia yang sudah lebih 30 tahun mereka masih menguasai panggung tenis dunia. Bagaimana arena grand slam belum tersentuh oleh petenis - petenis muda yang saat ini sudah memasuki usia 25 tahun seperti DOMINIC THIEM.

NICK KYRGIOS pernah merepotkan BIG THREE namun aragonsi dan sikap serta emosi yang belum terkendali akhirnya memupuskan harapan akan munculnya sang bintang baru di dunia tenis saat ini.
Kita lihat bagaimana dominasi Rafael Nadal di lapangan tanah liat dengan gelar yang sungguh bejibun, Roger Federer yang sangat mumpuni di lapangan rumput dan Novak Djokovic yang sangat berjaya di lapangan keras.

Awal tahun 2020 gelar Grand Slam Australia Open masih dipegang oleh Novak Djokovic yang mengandaskan petenis harapan baru Dominic Thiem. Sepak terjang BIG THREE di Grand Slam awal tahun ini masih dominan dimana Roger Federe masih sanggup mencapai babak Semifinal yang dikandaskan oleh Novak Djokovic dan Rafael Nadal yang mampu mencapai babak Perempat Final.

Kadang - kadang timbul juga rasa bosan melihat gelanggang Grand Slam masih didominasi oleh itu - itu saja yaitu BIG THREE yang mencapai Final dan meraih gelar. Memang sesekali ada petenis lain yang mencapai final namun belum dapat mengkonversi menjadi gelar juara.

Sumber foto : Google

Suatu pencapaian yang luar biasa memang atas kinerja BIG THREE di panggung tenis dunia dimana sebelumnya rekor 14 gelar Grand Slam PETE SAMPRAS rasanya tidak akan terlampau oleh petenis berikutnya kenyataan terlampau jauh dengan raihan gelas Grand Slam dari BIG THREE.

Apalagi sampai saat ini ketiga petenis ini belum menyiratkan untuk mundur dari lapangan olah raga yang membesarkan nama mereka. Boleh jadi gelar grand slam selanjutnya masih akan tetap menjadi milik para member BIG THREE. Selain itu ATP Tour Final masih didominasi oleh Roger Federer dan Novak Djokovic, walaupun Rafael Nadal belum pernah mencicipi gelar di turnament penutup tahun yang hanya diikuti oleh petenis dengan peringkat terbaik delapan.

Memang petenis muda atau young star telah berhasil menaklukkan turnament akhir tahun ini yaitu Stefano Tsitsipas yang menjuarai ATP TOUR FINAL tahun 2019 dan juga Alexander Zverev yang juga pernah merasakan sebagai juara di turnament akhir tahun ini.
Kita tunggu kiprah para petenis muda untuk menundukkan arena Grand Slam dan menundukkan dominasi dari BIG THREE.
Indonesia kapan menyusul di arena Grand Slam??? Jangan muncul jadi juara di Grand Slam Junior setelah itu layu dan tak berdaya.
Maju terus dan jayalah tenis Indonesia