Rabu, 04 Oktober 2017

MELAKA KOTA YANG SELALU NGANGENI ( PART II )

Dua bulan terakhir rasanya malas sekali untuk menulis. Hanya 1 tulisan ya ng bisa diselesaikan selama kurun waktu Agustus dan September 2017. Untuk menyegarkan pikiran aku coba melanjutkan tulisanku tentang kota Melaka. sebenarnya ini kunjungan tahun 2016 di bulan April. Tapi gak apalah lebih baik terlambat daripada tidak ditulis sama sekali.

Banyak tempat yang dapat dikunjungi di Melaka dan tempatnya saling berdekatan satu dengan yang lain dengan dapat dijangkau hanya  berjalan kaki saja.

Tempat - tempat yang layak dikunjungi dan yang sempat kami kunjungi adalah :

1. Gereja St. Francis Xavier
Gereja yang terletak di Jalan Banda Kaba, Bandar Hilir Melaka merupakan gereja Katholik yang dibangun pada tahun 1849 oleh Romo Farve seorang berkebangsaan Perancis. Menara gereja dibangun untuk memperingati  dan mengenang St. Francis Xavier yang dikenal sebagai Apostie of the East. St Francis Xavier dikenal sebagai penyebar misi agama Katholik di kawasan Asia Tenggara pada abad ke XVI.

Gereja St. Francis Xavier
Gereja ini masih digunakan sebagai tempat peribadatan umat Katholik di Melaka. Bangunan dengan warna cream ini masih berdiri kokoh dan terawat rapi. Melintasi kawasan yang tidak terlalu ramai kita akan dapat menikmati keindahan bangunan dengan arsitektur Eropah pada abad XVI. Letaknya tepat di tepi jalan dan kita juga bisa jangkau dari Jalan Laksamana Melaka. Dari sini kita akan dapat melihat dan menikmati keindahan kota Melaka yang tenang dan tidak hiruk pikuk. Benar - benar kota yang adem dan selalu membuat rindu Melaka.
suasana sore di Melaka sebelum melintasi gereja St Francis Xavier

Suasana sore hari di Jalan Bendahara Melaka

Sore di Melaka dengan suasana yang tidak terlalu ramai

sore di Jalan Bendahara Melaka


di depan Public Bank di persimpangan Jalan Bendahara


















Menikmati suasana sore di Melaka benar - benar adem, suasana kota yang tidak hiruk pikuk dan ramah untuk pejalan kaki. Dari sini kami berjalan kaki menuju kawasan Bangunan Merah atau dikenal dengan kawasan Stadhuys.

2. Bangunan Merah atau Stadhuys.
Selepas dari Gereja St. Francis Xavier kami berjalan kaki menuju kawasan Bangunan Merah atau dikenal juga dengan Stadhuys. Di sekitar kawasan ini semua bangunan sisa - sisa kolonial dan masa lampau masih terjaga rapi dan terawat dengan dicat warna merah. Bagiku ini adalah kunjungan yang kedua, sebab aku pernah mengunjungi Melaka pada tahun 2007, sedang ini merupakan kunjungan yang pertama kali untuk anak dan istriku.
Suasana di Stadhuys lebih ramai di banding dengan Gereja St. Francis Xavier. Disini ramai kita temui turis dari berbagai negara dan juga masyarakat tempatan.
Selama kami di Melaka kami menginap di hotel budget yaitu Hotel Sayang - Sayang Youth Hostel yang berada di Jalan Bunga Raya tak jauh dari kawasan pelancongan di Melaka.

Melaka kota Warisan Dunia

Bangunan Madona  yang kami lalui sebelum menuju Stadhuys
Sebelum menuju ke Stadhuys kita juga akan melihat bangunan - bangunan unik di sekitar kawasan ini, walaupun bukan gedung tujuan pelancong namun bangunan - bangunan ini memang layak untuk dinikmati, salah satunya adalah yang aku lihat Bangunan Madona yang terletak di Jalan Laksamana Bandar Hilir Melaka.
Aku masih akan banyak mengulas tentang Kawasan Stadhuys atau Bangunan Merah, namun untuk saat ini aku sampaikan cukup disini dulu dan akan aku lanjutkan nanti Part III.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar