Jumat, 10 Januari 2020

BAH BIAK, PERJALANAN DALAM FOTO

Menyusuri jalanan tanah dengan dikelilingi hamparan teh pada saat itu melalui jalur yang tidak biasa dilalui karena kami menggunakan transportasi umum dan berhenti di blok perkebunan teh untuk memotong jalur perjalanan.

Perjalanan yang menyenangkan walau sedikit melelahkan.


hamparan kebun teh yang menghijau

ancak - ancak yang baru dipetik pucuknya, tidak lagi manual tapi sudah menggunakan mesin pemotong

di persimpangan

persimpangan Bah Butong dan Afdeling I Sidamanik

ngaso di kamar hujan, bontotnya nyantol itu

perjalanan masih jauh lagi

gak ada ketemu orang

cuacanya cerah sekali

terus berjalan

belum nampak lagi air terjunnya

perjalanan kami

masih jauh lagi

di pertengahan jalan

si bocah sudah kepanasan

belum bertemu kawasan pemukiman karyawan

menikmati perjalanan kaki

hanya kami bertiga saja, yang satu gak nampak jadi tukang foto

hamparan kebun teh

blok - blok

cuaca bersahabat

langit biru dengan awan tipis - tipis

sudah nampak petunjuk jalannya

petunjuk jalannya sudah kelihatan


berdua dijepret intan payong

di bawah rindangnya pohon mindi

pohon mindi di tepi jalan

jalanan sepi yang kami lalui

terkenang tanah kelahiran Marjandi

jalan masih panjang

si bocah sudah kelelahan setelah dari bah damanik lanjut ke bah biak

masih strong

di bawah rindangnya pohon mindi

bergaya sejenak

ngasoh lagi

mengamati pipa air, distribusi ke pemukiman karyawan

masih ngasoh

langit biru & Banyu Biru

Langit biru dan Banyu Biru


hamparan teh nan menghijau

awan tipis tipis

sudah nampak kawasan perumahan karyawan

sudah hampir mencapai kawasan perumahan karyawan



angon

mengingatkan kegiatanku dulu di Marjandi, angon


perumahan karyawan




mulai kelelahan

mesjid di afdeling I Sidamanik

pergi mengaji

tanaman jipang

menuju ke air terjun Bah Biak


keprisan




sudah hampir sampai ke air terjun




oh...ternyata masih jauh lagi






bergembira menikmati perjalanan


sudah menuju ke air terjun

jalan menuju ke air terjun

puluhan anak tangga

sejuk terasa

jalan menuju air terjun

melewati jembatan dora


di atas jembatan bambu

air terjunnya sudah kelihatan





















Perjalanan yang melelahkan terbayarkan dengan kesejukan air terjun Bah Biak.

Jumat, 03 Januari 2020

TOBA SARI, MENGENANG MASA TERLEWAT DALAM RUANG BERBEDA

Akh...............masa cepat berlalu. Dan cerita - cerita lalu kini menjadi kenangan, dan tidak tersisa lagi. Demikian juga dengan kenangan dan tempat kelahiranku, tidak menyisakan lagi jejak - jejak langkah masa kecilku. Tanah kelahiran yang bukan milik pribadi orang tuaku pada akhirnya akan berubah sesuai dengan fungsi dan kepentingan serta keuntungan bagi badan usaha.

Bahkan baturkupun sudah tak tahu dimana letaknya. Pada saat mengunjungi tanah kelahiran tak ada lagi sisa - sisa peninggalan rumah kami. Tak ada lagi halaman tempat kami bermain dengan suka cita bersama teman - teman masa kecilku. Semuanya musnah dan telah beralih fungsi.
Hamparan kebun teh yang menghijau telah terganti dengan tanaman kelapa sawit.

Akh.....ternyata kerinduan akan kenangan semakin dalam manakala kenangan itu telah tiada lagi. Semakin dalam dan mendalam bahkan.

Menyusuri jalanan mengingatkan akan Marjandi tanah kelahiran

Melawat dan melewati Toba Sari seperti mengingatkan kembali akan tanah kelahiranku Marjandi. Toba Sari dan Marjandi berada dalam menagement yang sama di salah satu Badan Usaha Milik Negara, namun kini telah berbeda dalam hal komoditi tanamannya.
Perkebunan Marjandi telah dikonversi menjadi tanaman sawit dan kompleks perumahan dan tempat bermain kami telah ditumbuhi dengan tanaman sawit, tak ada lagi kenangan yang tersisa.
Dan aku selalu merindukan itu tanah kelahiranku...............................
Aku mencoba merangkai ingatan itu walau di ruang yang berbeda dan waktu yang berbeda.

# TOBA SARI pada suatu waktu

Jalanan setapak ini mengingatkan aku saat pulang pergi menuju sekolah saat SMP walau di lokasi berbeda

mengingat masa yang terlewat

perjalanan

saat itu kami sering bermain laga biji teh

hamparan hijaunya perkebunan teh

kami dulu mencari kayu bakar untuk memasak kala pohon teh dipangkas atau dikepris istilahnya

Tanah basah dan kenangan yang musnah

 

Menyusuri hamparan teh di Toba Sari mengingatkan akan masa laluku. Mengingatkan kembali akan aktifitas masa lalu. Mengingatkan kenangan akan jalan - jalan yang kususuri. Persis sama walau di lokasi yang berbeda. Mengingatkan aku akan masa kecilku dan tempat aku angon dahulu.

#Marjandi masih selalu kurindu#


jalanan yang nyaris sama walau di lokasi yang berbeda



banyak cerita dari hijaunya pucuk teh

Selamat tinggal kenangan walau masih selalu kurindukan.