Berawal dari pertemuan tanpa janjian dengan MEDY dan ANDY di warung ayam penyet di Jl. Gatot Subroto - Medan pembicaraan mengalir dengan tema yang agak acak dan pada akhirnya terceletuk pertanyaan kapan bisa jalan - jalan bareng. Akhirnya kesepakatan bertiga untuk jalan - jalan ke Tigaras pada tanggal 10 November 2024.
Fix kesepakatan bulat di tanggal yang telah ditentukan bersama. Dan selanjutnya di terusakan woro - woro ke WA Group.
Responnya lumayan, ada yang menganggap hanya sekedar guyonan dan main - main dan pada akhirnya diyakinkan bahwa rencana perjalanan tersebut adalah serius akan dilaksanakan.
Percakapan pun berseliweran di WA Group untuk kepastian dan akomadasinya bagaimana. Ada yang menanyakan via japri tentang keberangakatan dan berapa biayanya.
Untuk lebih serius tentang rencana tersebut maka disampaikan di WA Group bahwa akan dilaksanakan Pre Reuni FP UISU Stambuk 1991 di Tigaras pada tanggal 10 November 2024.
Dan selanjutnya mulai di data peserta yang akan ikut serta dalam kegiatan tersebut. Tepat pada hari yang disepakati kami berangkat sebanyak 16 orang dengan 4 armada. Kami pun berangkat ke tujuan di awal pagi pada Minggu, 10 November 2024.
Cuaca di Medan ditemani mendung tipis namun tidak hujan. Perjalanan yang diawali kumpul di base camp rumahnya Mamay dan kami berangkat dari Medan sekitar pukul 08.00 WIB.
MAMAY membekali kami nasi untuk di perjalanan nantinya dan untuk lauk pauknya kami sudah sepakat untuk membawa masing - masing. Dan ODY menyediakan armada bagi perjalanan kami serta dibantu oleh YUDI & NINA juga ANDY.
Perjalanan masih ditemani mendung - mendung tipis dan kami menuju ke Pematang Siantar via toll. Sekitar pukul 09.00 WIB kami singgah di rest area. Sekedar istirahat dan melepas lelah dan sebagian pergi ke tandas untuk sekedar melepaskan hajat.
Setelah selesai urusan melepas hajat perjalanan kami lanjutkan dan sekitar pukul 10.00 WIB lewat kami sampai ke kota Pematang Siantar. Perjalanan lebih cepat karena toll telah terhubung dari Medan sampai ke Pematang Siantar tepatnya di Gerbang Toll Sinaksak. Tarif yang diberlakukan saat itu hanya dari Medan - Tebing Tinggi karena toll dari Tebing Tinggi - Sinaksak masih fase ujicoba dan masih diberlakukan tarif gratis
Perjalanan kami lanjutkan menuju Tigaras via Sidamanik. Sepanjang perjalanan kami lewati perladangan, hamparan persawahan dan hijaunya perkebunan teh yang menghampar laksana permadani hijau. Armada kami berhenti sebentar di Bah Aren karena aku ada bertemu dengan kakak kelas di masa sekolah dulu.
Setelahnya kami melanjutkan perjalanan dan ketika kami sudah memasuki Kecamatan Dolok Pardamean berhenti sebentar untuk membeli air minum, perjalanan pun kami lanjutkan lagi.
Memasuki kawasan Tigaras kami pun menuju ke arah Desa Siporo - Poro Salbe. Kami tidak menuju ke Dermaga Tigaras. Desa Siporo - Poro, Salbe ini jika kita telah sampai di persimpangan, sebelah kiri kita akan menuju ke Dermaga Pelabuhan Tigaras dan sebelah kanan kita akan menuju ke Desa Siporo - Poro Salbe tersebut dan nantinya jalanan ini akan terhubung ke daerah Haranggaol Horison.
Jalanan tidak terlalu lebar, dan berliku namun kita akan menikmati indahnya Danau Toba yang menghampar membiru apalagi jika cuaca cerah. Masya Allah indahnya.
Sekitar 15 menit akhirnya kami merapat di kawasan Pantai Elexia. Oh ya di sini ada beberapa titik yang dikelola oleh masyarakat dengan nama yang ditentukan oleh sang pengelola. Kebetulan kami berlabuh di Pantai Elexia karena letaknya yang persis di pinggir jalan raya dan masih sepi dari pengunjung.
Tidak dikenakan tarif masuk, hanya dikenakan tarif parkir Rp. 5.000,- per armada dan Pondok beserta tikar sebesar Rp. 50.000,- per pondok.
Berhubung kami ramai kami pesan di tempat yang lebar dengan jumlah tikar sebanyak 3 helai.
Perut kami sudah saatnya wajib diisi, dan kami pun segera membuka perbekalan yang kami bawa dari Medan tadi.
Aneka lauk ada di sini. Dari ayam gulai sampai ayam goreng. Dari gulai jengkol sampai sambal jengkol. Dari sambal teri sampai sambal cumi dan telur, belum lagi lalapan dan sambal belacan. Serta masih banyak lagi hidangan lainnya, plus buah semangka yang dibawa oleh MAYANTI. Alangkah nikmatnya hidangan kami hari ini. Menikmati makan siang dengan aneka lauk pauk yang lezat di pinggir Danau Toba yang indah dengan semilir angin sepoi - sepoi.
Selepas makan siang kami lanjutkan dengan sholat Dzuhur. Dan sepertinya dari kami tidak ada yang berkeinginan untuk sekedar mandi manda karena semua pada sadar ternyata bukan lagi muda.
Selepas sholat keriuhan kami lanjutkan dengan dengan suara emas dari NILA sang ATIEK CB kami dulu di kampus.
Keriuhan masih berlanjut dan tak terasa sudah menjelang sore. Kami pun berkemas untuk pulang dan sebelum pulang kami melakukan eksplore di sekitar Desa Salbe sebelum jejak kami meninggalkan desa tersebut.
Perjalanan pulang pun mulai bergerak namun kami mampir ke rumah kakak kelas ku untuk sekedar menikmati hangatnya teh Sidamanik yang aromanya benar - benar memikat
Selepas Maghrib kami meninggalkan Sidamanik dan perjalanan pulang kami tetap melalui toll karena lebih memangkas waktu perjalanan.
Sampai di rest area kami lanjutkan lagi dengan membuka sisa - sisa bekal kami tadi untuk makan malam. Selepas makan dan istirahat serta sholat Maghrib dan Isya kami lanjutkan perjalanan kami ke Medan.
Sekitar pukul 22.00 WIB kami sampai ke Medan dan selanjutnya pulang ke rumah masing - masing.
Indahnya perjalanan kami hari ini. Bersama sahabat - sahabat semasa kuliah, bercerita dan selanjutnya menentukan kegiatan yang lebih besar yang telah direncanakan dan semoga terlaksana dengan baik nantinya.
Silahturahmi kami tetap terjaga di usia 33 tahun masa persahabatan kami. Semoga Allah selalu menjaga kami untuk terus tetap bersilahrahmi di antara kami.
SEMOGA.